Izinkan Aku Mencintaimu

Izinkan Aku Mencintaimu
sweet home


__ADS_3

sore ini dita dan ketiga temannya telah bersiap menuju rumah sakit, setelah sepulang sekolah tadi mereka mendapa kabar bahwa alvin sudah di perbolehkan pulang. mereka berempat berencana untuk mengantar alvin pulang bersama ketiga sahabatnya. walaupun tadi sempat terjadi perdebatan panjang karena alvin cs melarang para wanita untuk datang tapi mereka tetep kekeh dan akhirnya wanitalah yang selalu menang.


setelah selesai dandan bersama ketiga temannya mereka berangkat bersama.


karena tadi pulang sekolah mereka sengaja pulang kerumah dita agar lebih mudah berangkat bersama.


" mau kemana lo " tanya sandy yang berada di ruang tamu sedang main ps bersama temannya.


" mau keluar bang " kata dita lalu menghampiri sandy.


" kemana?, kemarin malem kenapa nggak pulang "


" gue aduin nyokap bokap baru tahu rasa lo " kata sandy menngancam dita tapi masih fokus dengan stik ps di tangannya.


" emang mama sama papa kapan pulang bang " tanya dita seraya mengalungkan tangannya di lereh sandy dari belakang dan menyandarkan dagunya dipundak sandy.


" besok katanya " jaeab sandy acuh dengan tingkah manja dita yang hanya di perlihatkan dirumah.


" yaudah nanti aja deh setelah aku pulang aku critain, sekrang aku pergi ya bang " kata dita seraya menampilkan puppy eyes nya yang menjadi kelemahan sandy.


" yaudah sana, pulangnya jangan malem-malem dan awas aja kalo nanti nggak cerita abang bakal cari tahu sendiri " kata sandy menatap mata biru kelam milik dita yang berada di sampingnya.


" iya deh, da abang " kata dita setelah mencium pipi sandy lalu keluar menyusul temannya yang menunggu di mobil.


teman sandy yang sudah terbiasa melihat pemandangan seperti tadi hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.


" kenapa lo? " tanya sandy yang melihat temannya tersenyum.


" kalo anak-anak kampus tahu pasti mereka ngira lo pacaran " katanya masih fokus dengan stik ps.


" biarin aja, biar tu cewek-cewek ganjen berhenti deketin gue " kata sandy sambil tersenyum miring.


" lo aja yang aneh, di sukain banyak cewek kok nggak mau" kata teman sandy.


" males aja, mereka cuma cewek matre " kata sandy.


dan yemannya pun hanya tersenyum dan mengedikan bahu acuh dengan sikap sandy yang tak pernah membuka diri untuk wanita.


~


sesampainya dita dan ketiga sahabatnya di rumah sakit, mereka langsung memarkirkan mobilnya di parkiran rumah sakit lalu bergegas menuju ruang rawat alvin.


setelah sampai didepan pintu ruang rawat mereka berempat langsung masuk tanpa permisi membuat orang yang berada diruangan itu terlonjak kaget.


" gila ya kalian, permisi dulu kali " kata rasya sambil mengelus dada karena dia tadi sedang fokus mabar dengan vino tapi di buat kaget karena kedatangan mereka.

__ADS_1


" ya sorry kita kan terlalu semangat " kata kyara seraya tertawa lalu mendudukan tubuhnya di sofa samping vino.


" iya deh terserah kalian " kata rasya melanjutkan mabar.


" ngapain sih lo, kok asik banget " kata rista yang duduk di samping rasya sambil memperhatikan ponsel di tangan rasya.


" jangan ganggu dulu deh " kata rasya seraya menggeser tubuhnya menjauh dari rista.


rista pun merengut dan mengambil ponselnya lalu bermain ponsel.


" sorry ya ngagetin ya " kata dita lembut seraya menghampiri tempat tidur alvin.


" gak papa kok ini juga lagi santai aja ya nggak kri " kata alvin seraya menengok ke arah fakri yang sibuk memandangi nindy.


" eh iya " kata fakri gugup karena dia kepergok sedang memandang nindy.


" kenapa mandanginya gitu banget sih, kalo suka bilang aja " kata alvin tertawa menggoda fakri.


" nggak ya apaan sih lo " kata fakri menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


" masih ngelak dia " kata dita menambahkan lalu melihat kearah alvin dan mereka tertawa.


" langsung tembak aja kri " teriak rasya yang ada di belakang mereka.


" brisik lo nggak usah nambah -nambahin " kata fakri sambil melotot ke arah rasya


" apaan sih dit, " kata nindy tertunduk malu.


" cie malu-malu kucing " kata kyara yang entah sejak kapan sudah berdiri di samping nindy lalu merangkul pundak nindy.


" udah lah nin kasih kesempatan aja, tapi jangan di bacok " kata rista menggoda nindy karena nindy memang jago beladiri.


nindy yang di goda seperti itu langsung melotot kearah rista.


" ya nggak gitu juga ogeb " kata kyara menonyor kepala rista.


" apaan sih lo ya nggak usah nonyor-nonyor lah, eh nindy nggak usah meloto gitu ntar copot mata lo " kata rista nyengir dan yang lainnya tertawa melihat tingkah mereka bertiga.


" tapi hati - hati nin kalo sama fakri ntar kedinginan lagi " kata rasya yang bergabung setelah selesai mabar.


" emang kenapa? " tanya dita.


" soalnya dia kan kutub utara jadi, berr dingin " kata vino yang juga ikut nimbrung dan mempraktekan orang kedinginan.


merekapun tertawa bersama membuat seisi ruangan yang mulanya sepi menjadi gaduh akibat ulah mereka.

__ADS_1


" udah lah kasian mereka mukanya udah kayak kepiting rebus gitu masih aja di ecengin " kata alvin setelah berhenti tertawa.


merekapun berhenti tertawa setelah melihat kearah nindy dan fakri yang ternyata tengah menahan malu.


" ck, udah lah males gue sama kalian " kata fakri lalu duduk di sofa.


" ah nggak asik lo, gitu aja ngambek " kata rasya ikut duduk di samping fakri.


" udah lah sya, nanti kalo lo di tatap pakai tatapan mautnya, mati lo " kata vino sambil bergidik.


rasya pun menengok ke arah fakri dan ternyata fakri tengah menatap tajam kearahnya rasya pun nyengir lalu mengangkat jari telunjuk dan jari tengahnya membentuk huruf v,lalu menggeser tubuhnya menjauh dari fakri.


merekapun tertawa melihat rasya yang ketakutan setelah ditatap fakri.


" lo boleh pulang jam berapa? " tanya dita setelah senyap beberapa saat.


" kalo infusnya udah habis gue boleh pulang " jawab alvin seraya menatap kearah dita.


" lo nggak bawa barang banyak kan? " tanya dita lagi.


" nggak kok dikit, udah di beresin juga sama fakri " jawab alvin masih menatap kearah dita.


tiba-tiba pintu terbuka masuklah wanita cantij bersetelan jas putih mendekati ranjang alvin.


" kamu sudah boleh pulang sekang" kaya dokter sambil tersenyum.


" beneran dok?" tanya alvin antusias. dan dokter itu mengangguk lalu keluar dari ruangan itu setelah memberikan resep obat.


"gue aja yang nebus dit, sekalian ngurus asministrasi" kata fakri seraya meminta resep obat yang di berikan dokter tadi.


" yaudah nih " kata dita memberikan resep obat, setelah itu fakri berpamitan keluar ruangan.


" em gue temenin fakri ya " kata nindy lalu bergegas keluar sebelum teman-temannya menggodanya lagi.


" mau pdkt mereka " kata rasya.


" yaudah sih biarin aja, siapa tahu tu es meleleh " jawab vino asal.


" bener juga lo " kata rasya sambil mangut-mangut.


" udah yok balik " ajak alvin setelah dia selesai mengganti baju.


" yuk lah, i'm cooming my sweet home" tetiak rasya sambil merentangkan tangannya.


" ish malu-maluin lo " kata vino menggeplak tangan rasya lalu meninggalkannya pergi bersama teman - temannya.

__ADS_1


" woy jangan tinggalin gue " kata rasya mengejar teman-temannya.


__ADS_2