Izinkan Aku Mencintaimu

Izinkan Aku Mencintaimu
Episode 34


__ADS_3

Rellys dan Virzha sampai di sebuah rumah berukuran cukup luas. Ia terdiam memandangi rumah di hadapannya. "Kak, ini kita di mana? Ngapain kakak ngajak ke sini?" Tanyanya memeluk lengan Virzha.


"Yuk, masuk!" Bukannya menjawab, Virzha justru menarik tangannya dan membawanya masuk ke rumah tersebut.


"Duduk dulu di sini!" Pinta Virzha menyuruh Rellys duduk di sofa ruang tamu. "Bentar ya, aku ke sana dulu." Izinnya. Rellys menahan tangannya. "Kak, ini kita di mana sih, serius?" Tanyanya sedikit panik. Virzha hanya tersenyum sekilas. Ia membiarkan Rellys menunggunya di sofa.


Rellys menatap sekelilingnya sembari mengusap-usap lengannya. "Eh, ini yang kamu bilang itu? Ini sih cantik banget." Rellys mendongak kala mendengar suara wanita menyapa telinganya.


"Eh, tante, om!" Ia berdiri dan menyalami tangan kedua orang tua tersebut. "Hai, neng geulis!" Sapa wanita yang diyakini Rellys adalah mama Virzha.


"Silahkan duduk." Papa Virzha mempersilahkan. Rellys tersenyum canggung. Ia melirik Virzha yang terlihat menahan senyumnya.


"Saya Yuli, mamanya Virzha." Mama Virzha memperkenalkan diri.


"Oh, jadi dikenalin ke orang tuanya? Mm, ini mah lebih indah dari liburan berdua. Benar-benar di luar ekspektasi." Gumam Rellys senang.

__ADS_1


"Jadi ini yang kamu bilang Tessa?" Yakinnya. Virzha melirik Rellys canggung. "Mm, saya Rellys tante." Ralat Rellys. Tante Yuli mengerutkan keningnya bingung.


"Mm, Mah, Rellys ini adik Tessa." Virzha berusaha menjelaskan. "Oh, gitu. Adiknya aja cantik, gimana calon menantuku. Jadi, ini calon adik ipar mu?" Tebak tante Yuli. Rellys menunduk dalam. "Iya, tante. Saya calon adik ipar nya." Akunya sedih.


"Mm, gini, Mah. Ck, aduh, gimana ya?" Virzha menggaruk tengkuknya. Kebingungan harus menjelaskan bagaimana.


"Virzha, cepat-cepat kenalin Tessa ke Mama. Mama kan penasaran sama wajah calon menantu Mama." Pinta tante Yuli tanpa mengetahui bagaimana perasaan Rellys.


Virzha tersenyum tipis. Ia bingung harus menjawab apa. "Kok kamu diam aja?" Protes tante Yuli. Ia beralih pada Rellys. "Sayang, kamu ceritain dong ke tante tentang kakakmu." Pintanya antusias.


"Mah, aku lapar. Kita makan malam, yuk! Aku yakin Rellys juga lapar. Ngobrolnya nanti aja." Virzha mengalihkan perhatian mamanya.


"Betul kata Virzha. Kita makan dulu! Kasihan punya tamu tapi nggak dikasih makan." Thomas mengajak istrinya untuk menyajikan makan malam bersama dengan Rellys.


Rellys mengikuti dari belakang. Ia duduk di meja di samping Virzha.

__ADS_1


"Nih, makan yang banyak yah." Tante Yuli menyendok nasi dan lauknya ke piring Rellys. "Makasih, tante." Ucap Rellys terharu. "Mah, Mama lupa sendokin ke piring ku." Virzha menyodorkan piring nya. "Jelas Mama nggak lupa dong. Nih, makan!" Setelah berdoa sebelum makan, mereka melahap makanannya masing-masing.


"Jadi gimana?" Tanya tante Yuli memulai obrolan. "Gimana apa?" Virzha tak begitu merespon. Ia sibuk menikmati makanannya.


"Yang tadi. Tentang calon mantu Mama." Virzha menarik kembali sendok yang akan ia masukkan ke dalam mulutnya. Ia menatap mamanya yang tampak sudah sangat penasaran. "Mama penasaran?" Tanyanya yang langsung dibalas anggukan oleh tante Yuli.


"Baiklah. Aku akan jelasin." Ia menarik napas sejenak sebelum menjelaskan. "Dia itu orangnya cantik, baik, lembut, penyayang. Dan ya... gitulah." Jelasnya. Entah hanya perasaan Rellys atau bagaimana, ia melihat mata Virzha yang berbinar saat mencirikan Tessa.


Ia tersenyum sejenak. "Iyalah. Kak Tessa itu cantik dan baik banget loh. Tante nggak akan nyesel deh kalau punya menantu kayak Kak Tessa." Tambahnya walau sebenarnya hatinya terasa pedih.


"Wah, jadi nggak sabar buat ketemu calon mantu mama." Ungkap tante Yuli tak sabaran.


"Aku juga nggak sabar jadi adik iparnya kak Virzha, soalnya masakan tante enak banget." Puji nya dengan senyum malu. "Mmm, bisa aja kamu. Nih, makan yang banyak. Tambah lagi. Virzha, kamu juga tambah, sayang." Pinta tante Yuli sambil kembali menyendok lauk ke piring Rellys.


Sekalipun harus ia akui, masakan tante Yuli memang enak. Namun, entah kenapa, ia yang biasanya berselera makan, tidak begitu menikmati makanannya. Meski begitu, ia tetap menghabiskan makanan di piring nya, karena tak ingin membuat tante Yuli dan om Thomas tersinggung.

__ADS_1


__ADS_2