
"Ya sayang...sabar ya",ujar Fero melajukan mobilnya semakin kencang.
Tak lama mobil mereka memasuki pelataran rumah sakit.Fero segera turun dan membuka pintu mobil belakang.Dengan sigap ia segera membopong tubuh sang istri keluar dari mobil.
Mereka sudah ditunggu tim dokter yang akan membantu Fani melahirkan.Fero mendudukan Fani di kursi roda dan langsung dorong oleh perawat menuju ruang bersalin.
Fero mengikuti dari belakang bersama Arini yang sibuk menelepon suami dan besannya.Fero tampak kuawatir dan langsung memasuki ruang bersalin.
"Maaf Tuan baru pembukaan tujuh,kita tunggu sebentar lagi sampai pembukaan jalan lahirnya lengkap",ujar sang dokter pada Fero.
"Mas...sakit...",erang Fani yang sudah bermandikan keringat.
"Iya sayang... aku tau.Kamu pasti kuat",jawab Fero mengusap pinggang Fani untuk mengurangi rasa sakit yang istrinya rasakan.
"Mohon miring ke kiri ya Nyonya agar pembukaan jalan lahirnya cepat",ujar perawat yang ada disana.
Fani mengangguk lirih,lalu dibantu Fero ia memiringkan tubuhnya kearah kiri.Pria tampan itu masih setia memijit pelan pinggang sang istri.
"Mas....aaa sakitttt",erang Fani lagi saat kontraktor itu datang lagi.
"Dokter...apa kau tidak dengar istriku mengerang kesakitan?",bentak Fero yang panik melihat sang istri kesakitan.
"Saya akan cek kembali Tuan",jawab sang dokter kembali mengecek jalan lahir di daerah inti Fani.
"Pembukaan lengkap, suster siapkan peralatan persalinan",ujar Dokter kandungan itu pada bawahannya.
"Baik Dok...",jawab salah satu suster.
__ADS_1
"Ayo Nyonya bersiaplah.Jika kontraksi datang barulah mengejan,oke",ujar sang Dokter pada Fani.
Fani mengangguk lirih sembari menahan rasa sakitnya.
"Ayo sayang...kamu pasti bisa", bisik Fero memegang erat jemari sang istri lalu melabuhkan sebuah kecupan di kening sang istri.
Setelah berjuang hampir setengah jam kini kedua anak yang dikandung Fani lahir dengan selamat dan juga tampan.
"Terimakasih sayang...kamu wanita terhebat ku", bisik Fero menciumi seluruh wajah sang istri saking bahagianya.
"Iya Mas...",lirih Fani yang tak kuasa menyembunyikan rasa bahagianya meski tubuhnya begitu lemah.
Fani masih dibersihkan dan jalan lahirnya dalam proses penjahitan.Wanita yang resmi menjadi ibu itu tampak begitu menikmati setiap proses yang ia lewati setelah melahirkan kedua anaknya ke dunia ini.
Setelah selesai Fani dipindahkan ke ruang rawat inap untuk proses pemulihan.Dia dan Fero telah ditunggu oleh semua pihak keluarga.Tak ketinggalan juga Kayla dan Devan serta Erick dan Lyra.
"Selamat ya Fan,udah jadi ibu.Gimana rasanya ,hum?", ujar Kayla memeluk sahabatnya dengan erat.
Kayla tersenyum lebar saat mengurai pelukannya.Kebahagian terpancar di mata Fani.
"Selamat ya Kak Fani,udah jadi seorang ibu",ujar Lyra menghampiri Fani.
"Makasih ya Ra.Kamu juga kan sebentar lagi juga akan menjadi seorang ibu",jawab Fani.
"Ya... insyaallah",jawab wanita yang juga hamil 4 bulan itu.
"Selamat bro.Udah jadi Papa sekarang",ujar Devan memeluk sahabatnya ala pria sejati.
__ADS_1
"Terimakasih...",jawab Fero.
"Selamat Fer",ujar Erick tak mau ketinggalan.
"Ya...Lo sebentar lagi juga akan merasakan kebahagiaan seperti yang gue rasakan",jawab Fero pada adik ipar Devan sekaligus adik angkat dari Devan.
"Insyaallah...",jawab Erick.
Tak lama yang ditunggu tunggu pun datang yaitu baby twins yang didorong menggunakan boks bayi oleh salah satu suster.
"Wah...ini dia yang kita tunggu tunggu...",ujar Arini mengahampiri boks cucunya itu.
"Wah...ini mah curang,Lo semua ini Fer",ujar Devan saat melihat baby twins yang mirip dengan Papanya.
"Hahaha...benar.Numpang doang nih diperut kamu Fan", kekeh Arini membuat semua orang tertawa.
"Ya...Mom...aku gak kebagian",jawab Fani tersenyum lebar.
"Lo udah nama untuk mereka Fer?",tanya Erick.
"Ya... sudah",jawab Fero tersenyum pada sang istri dan diangguki oleh Fani.
"Apa?"
"Zayyan Alexander dan Ziyyan Alexander",jawab Fero.
"Nama yang bagus",puji Ibu dari Fani.
__ADS_1
Semua orang yang ada diruagan itu ikut merasakan kebahagiaan yang dirasakan oleh pasangan suami istri itu.
...****************...