Izinkan Aku Mencintaimu

Izinkan Aku Mencintaimu
mencoba bicara


__ADS_3

selesai makan mereka berempat langsung menjelajahi toko-toko yang ada di mall itu, mereka membeli semua barang yang mereka inginkan seperti tas,sepatu baju dan masih banyak lagi.


hampir dua jam mereka berbelanja akhirnya selesai juga ritual shopping para cewek-cewek itu.


setelah puas mereka memutuskan untuk pulang,tapi masih saja pulang kerumah dita karena mereka masih ingin berkumpul dan bercerita.


perjalanan pulang tidak semacet tadi ,jalanan mulai lenggang karena waktu sudah menunjukan pukul 22.30.


sesampainya di rumah dita ,rumah terlihat sudah sepi mungkin papa dan mama dita sudah tidur karena ini sudah cukup malam.


" dari mana aja lo ?" tanya sandy saat keempat wanita itu baru saja masuk kedalam.rumah.


" shopping " jawab dita acuh.


" sini duduk dulu " sandy menyuruh mereka duduk di ruang tamu.


" kenapa bang ?" tanya nindy yang memang cukup dekat dengan sandy.


" bukanya tadi izin mau jemput temen lo " tanya sandy yang heran karena saat pulang mamanya menberi tahu bahwa adiknya sedang belanja.


" lagi males bahas,dita mau ke kamar " dita pergi begitu saja .


" ada masalah nin ?" tanya sandy melihat raut wajah adiknya yang berubah.


" iya bang " jawab nindy takut-takut.


" yaudah sana kekamar, " kata sandy melihat raut wajah takut nindy.


" abang nggak mau tanya masalahnya " tanya nindy lagi.


" nggak nanti dita juga crita,kalian istirahat gih udah malem " sandy tersenyum ke arah mereka bertiga yang terlihat takut.


nindy dan kedua sahabatnya pun pergi menyusul dita kekamar dan ternyata dita sudah tidur.


mereka bertiga akhirnya menyusul dita untuk tidur.


•••


pagi harinya mereka berempat telah siap dengan seragam sekolahnya,kini mereka tengah duduk di meja makan bersama sandy,dan juga mama papa dita.


" gimana sekolah kalian ?" tanya mama dita memecah keheningan disana.


" baik ma,masih kayak biasanya " jawab dita acuh.

__ADS_1


" kenapa putri papa nggak semangat gitu ?" tanya papa dita lembut.


" gak papa pa ,kecapekan aja mungkin " jawab dita tersenyum palsu.


" kamu mau libur aja dulu " tanya mama dita lembut mengelus rambut putrinya.


" nggak ma ,dita gak papa kok "


" dita berangkat dulu ya ma " kata dita mencium pipi mamanya lalu mencium tangan mama,papa dan sandy abangnya.


" mau abang anterin ?" tanya sandy .


" nggak bang dita bareng mereka aja " kata dita dengan muka lesu.


" kita juga berangkat dulu ya om,tan bang " pamit ketiga sahabat dita bersama lalu menyalimi tangan mama,papa dan abang dita.


mereka berempat berangkat sekolah menggunakan mobil nindy yang kemarin sempat di bawa untuk menjemput alvin.


dengan kyara yang mengemudikan mobilnya ,mereka berangkat sekolah dalam kesunyian.dita yang terus saja murung entah kenapa,nindy yang hanya diam saja dengan pikirannya dan rista yang bingung harus bagaimana karena melihat kedua sahabatnya yang hanya diam saja.


" ekhm " kyara berdehem setelah merasa suasana semakin dingin dengan mereka hanya diam saja.


" kenapa lo keselek nyamuk " rista mencoba bergurau untuk memecah keheningan.


" mirip sih dikit " rista tertawa melihat wajah kesal kyara.


" kalau gue katak lo cebongnya,habis lo pendek sih " kyara tertawa puas,


" katak sama cebong kan kakak adik, jadi kalian saudara " nindy tersenyum setelah mengatakan itu.


" kya dia ngejek kita " rista bersidekap menampakkan wajah menteramkan menatap nindy.


" tenang aja dia kan nyamuk jadi gampang buat kita makan " kyara berganti mengejek nindy dan tertawa.


" gue aja lah yang manusia kalian yang hewan "dita akhirnya ikut bersuara.


" nggak asik kalo lo manusianya,lo kan kejam nanti kita dibunuh " rista mulai berdrama menampilkan wajah menyedihkan yang membuat seisi mobil itu diisi dengan suara tawa keempat sahabat itu.


akhirnya mereka sampai di sekolah,disana terlihay fakri,rasya dan vino sudah sampai dan mereka sedang bersandar di depan mobil mereka.tapi dita tidak melihat alvin mungkin alvin belum masuk pikirnya.


mereka berempat keluar dari mobil setelah kyara memarkirkan mobilnya. mereka berjalan bersama menuju kelas.


" dit gue boleh ngomong bentar " fakri berdiri didepan keempat wanita itu.

__ADS_1


" ngomong aja " kata dita acuh.


" bisa ngomong berdua aja " kata fakri dengan wajah memohon.


dita melihat ke arah sahabat-sahabatnya meminta pendapat dan ketiga sahabatnya mengangguk.


" yaudah " dita akhirnya menyetujui.


fakri meminta dita mengikutinya dan kini mereka tengah berada di taman sekolah.


" to the point aja " dita membuka suara setelah mereka duduk di kursi taman.


" gue mau minta maaf atas kejadian yang kemarin " kata fakri menunduk merasa bersalah.


" lo nggak salah gue aja yang lebay " kata dita acuh.


" dit gue bener-bener minta maaf, gue nggak maksud buat lo sakit hati karena kata-kata gue " kata fakri penyesalan terlihat jelas di wajahnya.


" udah nggak ada yang mau lo omongin lagi kan " kata dita beranjak berdiri.


" dit tolong lah gue mohon maafin gue " kata fakri menggenggam tangan dita .


" ck iya gue maafin " kata dita acuh setengah nggak ikhlas.


" yang ikhlas lah dit " fakri memelas seraya mendudukan tubuhnya di kursi taman.


" ck ngeselin banget sih lo " dita ikut duduk di samping fakri.


" makanya maafin gue " fakri masih memelas.


" kenapa lo jadi crewet sih " tanya dita sedikit kesal.


" gue cuma nggak mau lihat alvin sedih karena kesalahan gue " fakri menunduk sedih.


" gue marah juga bukan karena lo kok " kata dita menatap lurus ke depan.


" kalo lo nggak marah sama gue kenapa kemarin lo langsung pergi " tanya fakri heran.


" gue udah maafin lo dan lo nggak perlu tahu alasan gue "


" udah mau masuk gue kekelas duluan " kata dita beranjak berdiri pergi kekelas sebelum fakri mengulik lebih dalam tentang alasan dia pergi kemarin.


dita tidak ingin fakri tahu jika dia mencintai alvin.

__ADS_1


__ADS_2