
1 bulan kemudian...
"Sayang...dasi aku mana?", teriak Fero dari dalam kamar saat Fani sedang sibuk menata sarapan mereka.
"Ada di atas meja rias Mas",jawab Fani setengah berteriak lalu kembali melanjutkan pekerjaannya.
Fero turun dari lantai atas menenteng dasi ditangannya.Pria itu menghampiri sang istri yang sibuk di meja makan.
"Baby...",ujar Fero memeluk sang istri dari belakang.
"Ketemu dasinya?",tanya Fani.
"Nih...",jawab Fero menunjukkan dasi yang ia pegang.
"Kok belum dipakai Mas",ujar Fani.
"Pakaikan!",jawab Kevin membuat para pelayan tersenyum geli melihat kelakuan majikan mereka yang kini begitu manja pada sang istri.
Dengan tersenyum tipis Fani memakaikan dasi pada leher sang suami."Kamu kenapa manja begini Mas",ujar Fani.
"Ini tugasmu sayang...bukan disini", jawab Fero.
"Selesai...",ujar Fani.
"Terimakasih Baby...muach",Fero melabuhkan sebuah kecupan di bibir sang istri.
"Ayo Mas...kita sarapan.Ada makanan kesukaan kamu nih",ujar Fani menunjuk makanan favorit Fero.
Hoek
"Kamu kenapa Mas?",tanya Fani.
"Kamu... singkirkan makanan ini",ujar Fero pada salah satu pelayan.
"Mas... kenapa dibuang sih?,itu makanan favorit kamu loh",ujar Fani yang heran dengan sikap sang suami.
"Baunya gak enak Baby,bikin aku mual",jawab Fero.
"Ya sudah kamu sarapan yang ada dulu aja ya",ujar Fani.
"Aku mau makan sawi kuah pedas sayang",jawab Fero.
__ADS_1
"Mas...kamu gak bisa makan pedas.No...aku gak izinkan kamu makan makanan pedas",ujar Fani yang heran dengan tingkah sang suami.
"Bi...",teriak Fero.
"Iya Tuan...",jawab pelayan.
"Tolong buatkan sawi kuah pedas",ujar Fero.
"Tapi Tuan anda--
"Sekarang Bi...!",ujar Fero.
"Baik--
"Jangan Bi.Mas Fero gak bisa makan pedas",ujar Fani.
"Baby...aku ingin sekali makan makanan pedas", rengek Fero.
"Mas...kami itu gak bisa makan pedas,nanti magh kamu kambuh lagi",ujar Fani.
"Hanya beberapa suap saja sayang",jawab Fero dengan tatapan penuh permohonan.
"Janji...",ujar Fani.
"Bi... tolong buatkan ya,cabenya dua",ujar Fani.
"Iya Nona muda",jawab pelayan.
"Kamu kenapa sih Mas,aneh gini", tanya Fani.
"Aku gak kenapa napa sayang.Hanya ingin makan yang pedas aja",jawab Fero.
"Pagi sayang...",ujar Arini yang lagi ini berkunjung ke Mansion anak menantunya.
"Pagi Mom...",jawab Fani menyalami punggung tangan sang ibu mertua.
"Kok belum makan?",tanya Arini melihat makanan yang belum tersentuh.
"Nunggu makanan requesan Mas Fero jadi Mom", jawab Fani.
"Maksudnya...?",tanya Arini.
__ADS_1
"Tiba tiba saja Mas Fero pengen makan pedas Mom",jawab Fani.
"Bukankah kamu gak bisa makan pedas Fero", timpal Arini.
"Gak tau Mom, pengen aja",jawan Fero datar.
Arini menggeleng pelan melihat sang putra yang tiba tiba bersikap aneh.
Tak lama makanan pesanan Fero pun jadi,pria itu tampak begitu ngiler.Dengan semangat empat lima pria tampan itu menyantap makanan pedas itu dengan begitu lahap.
"Kamu ini sudah seperti orang mengidam saja",kekeh Arini.
Deg
Fani terdiam mendengar gurauan sang ibu mertua.Karena sampai saat ia belum mendapatkan tamu bulanannya semenjak menikah.
"Fan..."
"Ya Mom..."
"Kamu gak sarapan?",tanya Arini yang melihat menantunya itu melamun.
"Gak lapar Mom...",jawab Fani yang entah kenapa ia merasa perutnya terasa begah.
"Baby..."
"Ya Mas..."
"Kamu mau makan apa?", tanya Fero mengentikan suapannya.
"A-aku mau nasi goreng tapi buatan kami Mas",cicit Fani.
"Baiklah...tunggu disini sebentar",jawab Fero beranjak dari duduknya.
"Tapi Mas...
"Biarkan saja sayang.Dia persis Daddy-nya yang begitu memanjakan istri",ujar Arini.
"Ya Mom...",jawab Fani.
"Morning semuanya..."
__ADS_1
...****************...