
Dita sedang berkutat didapur membuatkan bubur untuk alvin,dita berfikir dari pagi pasti alvin belum makan.
" serius banget dek " sandi tiba-tiba sudah berdiri dibelakang dita tanpa suara.
" ish abang,kaget tahu dita kira hantu " katanya menggerutu kesal.
" pacar lo dek ?" tanya sandi to the point,dia menatap intens adiknya yang sibuk mengaduk bubur di atas kompor.
" bukan lah "
" masa, abang nggak yakin tuh "
" ya terserah mau percaya apa nggak itu urusan abang " jawab dita dengan nada judesnya.
" kalo bukan pacar kenapa perhatian banget ?" tanya sandi penuh slidik.
" kan saling menolong sesama teman itu baik bang " dita mencoba tenang walaupun dia tahu abangnya sangat peka ,tapi dita memang tidak berbohong antara dirinya dan alvin memang tidak memiliki hubungan apapun untuk sekarang tapi entah nanti. Haish dita segera mengenyahkan pikirannya tentang itu hubungannya dengan alvin sedang tidak baik-baik saja bagaimana mungkin dia bisa berfikir untuk mempunyai hubungan dengan alvin suatu saat nanti .
" oh " sandi melangkahkan kakinya menuju kursi yang ada disana. Sedangkan dita sedang sibuk menuangkan bubur keatas mangkok seraya menyiapkan minuman,kompresan juga obat.
Saat akan keluar dari dapur dita tak sengaja berpapasan dengan fakri,rasya dan vano yang baru saja pulang.
" loh dit ngapain disini ?" tanya rasya bingubg sedangkan fakri hanya menatap cangung kearah dita. dan vano sedang menatap penuh selidik kearah laki-laki yang sibuk bermain ponsel dikursi dekat dapur.
__ADS_1
" oh tadi alvin telvon gue terus pas gue kesini badan dia panas banget jadi gue buatin ini deh " kata dita seraya memperlihatkan nampan yang dia pegang.
" berhubung kalian udah pulang gue cabut deh,takut ganggu " kata dita seraya memberikan nampan kepada rasya lalu mengambil tasnya yang dia taruh diatas meja.
" gue cabut ya,yok ah " dita menarik kasar tangan sandi yang sedang sibuk memainkan ponselnya.
" etdah sabar napa " sandi mengeluh.
" eh dit loh kok pergi " belum sempat menayakan lebih jauh dita sudah pergi menjauh keluar rumah .
" ck terus ini gimana ?" tanya rasya bingung seraya mengangkat nampan yang diberikan dita.
" kita keatas beg* ,lihat keadaan alvin " fakri langsung berlari menaiki tangga disusul vano dan terakhir rasya dengan nampan ditangannya.
" eh lo nggak papa vin ,kenapa nggak hbubgin gue atau yang lain sih ?" tanya fakri beruntun dengan wajah kawatirnya.
" dita mana ?" tanya alvin bingung pasalnya tadi dita hanya bilang akan membuatkan bubur untuknya tapi kenapa belum juga kembali . Yang ditanya hanya diam dan saling tatap bingung harus menjelaskan bagaimana kepada alvin.
" gue nanya dita mana ? " tanya alvin tak sabaran.
" dita cabut dia kasih ini nih buat lo ,diamakn ya alvin biar cepet sembuh " kata rasya lalu meletakan nampan yang dipegangnya keatas meja.
" kenapa nggak kalian tahan ?"
__ADS_1
" eh lho dia cabut gitu aja kok " jawab rasya asal.
" yaudah kalian keluar ,gue mau sendiri dulu " kata alvin lalu merebahkan tubuhnya dan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.
" kenapa dah tuh bocah ?" tanya rasya bingung .
" udah ayo keluar " vano langsung menarik tangan rasya di ikuti fakri dengan wajah bersalahnya.
•••••
disisi lain dita sebenarnya masih ingin disana,melihat keadaan alvin yang tidak baik -baik saja membuatnya kawatir tapi dia bisa apa dita masih sangat kecewa dengan fakri dan tak ingin melihat wajaj pria menyebalkan itu.
" lo sebenernya kenapa crita sini sama abang " sandi memecah keheningan didalam mobil yang dikendarainya,pasalnya dari rumah pria yang tak diketahui sandi siapa itu dita hanya melamun seraya melihat keluar jendela.
" gue nggak papa bang beneran " jawab dita penuh keyakinan.
" abang bisa lihat kekawatiran kamu tadi ,sebenernya kalo abang lihat cowok tadi cukup baik ya walaupun abang belum kenal sih "
" sotoy lu bang "
" sesama lelaki abang bisa nilai ya dek,lagain lo nggak pernah sekawatir ini sama cowok yang cuma temen lo,pasti dia punya tempat tersendiri dihati lo " kata sandi penuh kedewasaan.
Dita tak menjawab perkataan sandi karena tak sepenuhnya perkataan sandi tadi salah tapi dita juga bingung dengan perasaannya ,dita takut terlalu berharap dan akhirnya hanya sakit hang dia terima.
__ADS_1
" dahlah bang nggak usah dibahas mending lo nyetir yang bener gue udah capek banget pengen rebahan " dita mengalihkan pembicaraan dan sandi hanya diam karena dia tahu adiknya tidak ingin dia ikut campur dengan urusan percintaanya.