Izinkan Aku Mencintaimu

Izinkan Aku Mencintaimu
Episode 28: Mencari tahu


__ADS_3

...🖤🖤🖤...


...~~...


...🖤🖤🖤...


Rellys menghampiri Virzha dan langsung menaiki motornya di jok penumpang. "Kenapa?" Tanya Virzha yang Rellys paham maksudnya. "Bukan apa-apa." Jawabnya singkat. Ia malas jika harus membahas masalah ini. Virzha seakan mengerti. Ia melajukan motornya menuju rumah Rellys.


Sesampainya di rumah, Rellys turun begitu saja. Bahkan ia langsung membalikkan badan hendak masuk tanpa mengucapkan terimakasih pada Virzha. "Rellys!" Seru Virzha. Rellys kembali memutar tubuhnya. "Iya lupa. Makasih ya kak." Ucapnya dengan senyum manis.


"Sama-sama. Oh iya, kamu jangan kebanyakan pikiran ya." Saran Virzha menyingkap rambut Rellys lembut. Rellys senang diperlukan seperti itu. "Iya kak. Sekali lagi makasih banyak ya. Bye." Rellys melambaikan tangannya. Namun, ia kembali membalikkan tubuhnya.


"Kakak nggak pulang? Aku liatin nih." Ujarnya. Maksudnya memperhatikan Virzha pulang. "Nggak aku nungguin kamu masuk." Jawab Virzha. "Kakak pulang duluan aja biar Rellys jagain sampai pulang." Rellys masih berbicara dengan senyum manisnya. "Kamu duluan masuk aja, Ellys." Sahut Virzha. "Aku nggak akan pulang sebelum kamu masuk." Ujarnya penuh pertahanan. Rellys jadi kesal sendiri.


Cukup lama keduanya berdebat tentang siapa yang akan menunggu alias menjaga. Sampai bi Ipah keluar dan memandangi keduanya heran. "Loh neng Rellys udah pulang, kenapa nggak masuk?" Tanya bi Ipah memecahkan perdebatan singkat mereka. "Nak Virzha nggak masuk dulu?" Tawar bi Ipah.


Rellys menatapnya tersenyum penuh arti. Ya, sepertinya memang ini jalan terbaiknya. Akhirnya, Virzha memutuskan masuk dan akan mampir sejenak di rumah Rellys. Rellys masuk duluan diikuti Virzha di belakangnya.


...🍰🍰🍰...


Esoknya, Rellys menuju Kampus. Ia memerhatikan seluruh orang melihatnya dengan tatapan berbeda sepanjang lorong. Tidak mau ambil pusing, Rellys menuju kelasnya dan duduk di kursi.

__ADS_1


Ia melihat Amanda dan beberapa temannya menghampiri kursinya. "Hai Rellys, apa kabar?" Sapa Amanda dengan tangan yang melipat di dada (sok bossy).


Rellys hanya membalas dengan anggukan. "Oh iya Rellys, kamu beneran ya jalan sama pacar kamu. Terus ngapain sih pake dipajang di mading segala?" Tanya Amanda. "Bangga kali punya pacar. Biasanya juga semua laki-laki ditolak." Sahut teman di sampingnya.


"Aku nggak tau." Jawab Rellys singkat. "Emang, malam itu kamu ngomongin apa sih sama sih Virzha Virzha itu?" Tanya Amanda. Ia tidak sadar Rellys menatapnya tajam. "Kamu ngomong apa tadi?" Rellys menatap Amanda penuh kepastian.


"Kok kamu bisa tau kak Virzha? Kan aku nggak pernah kasih tau kamu. Di foto mading itu juga nggak ada keterangan nama kalau aku lagi sama siapa." Rellys melihat Amanda yang diam seketika. Ia menutup mulutnya dengan tangan.


Rellys baru saja akan berkomentar lagi tapi dosen datang dan memulai pelajarannya.


Ya, baiklah. Dia akan memilih mengalah dulu dan menyimpan semua uneg-uneg nya.


...🍰🍰🍰...


Meski begitu, Rellys yakin saat itu hanya ada dia dan Virzha di danau tersebut.


Ah ya, Rellys ingat. Ia memutar memorinya kembali pada malam itu.


💞💞💞


Rellys membuang muka dan melipat tangannya di dada. "Ayo pulang." Ajak Virzha. "Tapi kak, Rellys masih mau..."

__ADS_1


"Pulang, Rellys. Mau sampai kapan kamu di sini?" Potong Virzha. Ia mendahului langkahnya menuju tempat ia memarkir motornya.


"Ish, apaan sih? Marah-marah mulu." Protes Rellys di belakang yang masih bisa didengar Virzha.


Ia dan Virzha berjalan menuju motor. Rellys melihat seseorang dengan menutup wajahnya berlari melewati mereka. Orang itu menabrak Rellys sehingga membuatnya kesal.


"Ih apaan sih, Nggak sopan banget bukannya minta maaf dulu." Protes Rellys saat orang itu sama sekali tak menghiraukan jika dirinya telah menabrak Rellys tadi.


"Udah, Llys nggak usah dipikirin. Kamu nggak apa-apa kan?" Virzha berbalik melihat keadaan Rellys. Rellys menggeleng tanda dirinya tidak apa-apa. Sebelum berbalik, Virzha dan Rellys melihat orang itu sempat menengok ke arah mereka namun tak menghentikan larinya.


"Dasar sinting." Umpat Rellys.


💞💞💞


Rellys membuka mata. Ia ingat kejadian itu. "Tapi belum tentu juga orang aneh itu pelakunya." Gumam Rellys berbicara sendiri. "Tapi, kalau emang dia pelakunya berarti dia dari Kampus yang sama dengan aku." Rellys mulai menerka-nerka.


"Emangnya aku ada salah apa sih? Pelakunya pasti orang yang iri sama aku." Sepanjang malamnya habis untuk memikirkan perihal tersebut.


...🖤🖤🖤...


...~~...

__ADS_1


...🖤🖤🖤...


__ADS_2