
setelah kepergian dita fakri berjalan dengan langkah gotai menuju kelasnya,mendapat maaf dari dita buka brrarti semuanya selesai. dita belum mau berdamai dengannya apalagi tadi pagi kondisi alvin kembali drop yang mengharuskan dia untuk badrest di rumah.
fakri semakin merasa bersalah,dengan lesu fakri mendudukan tubuhnya di tempat duduknya,kedua sahabatnya juga hanya diam saja.
mereka juga sedih dan khawatir dengan keadaan alvin yang tiba-tiba tadi pagi kembali demam. dan dirumah tidak ada siapapun tapi alvin memaksa mereka untuk berangkat sekolah,alvin memang ingin sendiri.
~
hari ini terasa amat lambat bagi dita,yang biasanya setelah sampai kelas dita akan tidur hari ini justru dia tidak bisa tidur. pikirannya hanya tertuju pada alvin dia bertanya tanya kenapa alvin tidak ada ? apakah kakinya masih sakit?
hatinya memintanya untuk bertanya tapi pikirannya memaksa untuk tetap diam dan itu membuat dita tidak nyaman. semenjak semalam dita tidak bisa tidur nyenyak karena khawatir dengan keadaan alvin.
bel istirahat sudah berbunyi semenjak 5 menit yang lalu tapi dita dan kawan kawan belum juga beranjak dari kursinya.
" dit kanyin yuk " ajak kyara yang sedari tadi cacing di perutnya sudah demo.
" iya dit gue udah laper nih " tambah rista.
" nggak deh kalian aja ,gue nggak laper " dita menelungkupkan kepalanya dilipatan tangan.
" gue nemenin dita disini aja ,nitip ya " nindy memandang kasian kearah dita yang terlihat tak bersemangat.
" nggak usah nin gue pengen sendiri "
" beneran nggak papa ?" tanya nindy khawatir.
" iya " jawab dita lesu.
" kita ke kantin ya dit" pamit kyara lalu meninggalkan dita sendiri di dalam kelas.
dita mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi seseorang.
" nanti jemput " rengek manja dita .
" abang ada kelas " balas sandi yang sedang berada di kampus.
" yaudah " rajuknya.
" iya iya di jemput cantiknya abang,jangan ngbambek dong " bujuk sandi dia tau suasana hati dita sedang tidak baik.
" makasih " dita bisa sedikit tersenyum.
" ok "
__ADS_1
dita menuput ponselnya dan kembali menelungkupkan kepalanya,isi kepalanya hanya memikirkan keadaan alvin dia kecewa tapi juga menyesal.
dalam benaknya bertanya tanya apa alvin baik baik saja atau tidak. sibuk dengan pikirannya tak terasa dita tertidur.
" eh tidur dia " kaget kyara saat memasuki kelas dan melihat dita tengah tertidur.
" udah biarin aja,mungkin capek " kata nindy lalu duduk di samping dita.
bel pulang pun berbunyi,dita yang mendengar itu bergegas membereskan barang barangnya.
" gue duluan " pamitnya pada ketiga sahabatnya.
" lo sama siapa? nggak bareng kita aja ?" tanya nindy.
" nggak gue dijemput bang sandi,bye guys " pamitnya lalu berjalan keluar kelas menuju gerbang dimana mobil abang kesanyangannya sudah terparkir rapi disana.
" udah lama bang ?" tanyanya pada sandu yang bersandar didepan mobil.
" belum lama kok sayangnya abang " katanya seraya mengacak rambut dita.
" ih abang berantakan kan jadinya " sungut dita tak terima.
" udah jangan ngambek jadi pulang nghak nih ?"
" ok silahkan tuan putri " kata sandi seraya membukan pintu mobil untuk dita.
" makasih " dita menampikan senyum manisnya ,sandi hanya bisa geleng geleng dengan tingkah adiknya itu.
sandi memutari mobil dan duduk dibelakang kemudi untuk mengemudikan mobilnya itu menuju rumah.
disepanjang jalan mereka terus mengobrol dan bercanda,hingga dering ponsel dita menghentikan obrolan mereka.
sekali dering tak diangkat oleh dita.
" siapa dek kok nggak diangkat ?" tanya sandi heran.
" bukan siapa siapa nggak penting " jawab dita acuh.
" angkat aja siapa tahu penting " nasehat sandi.
hingga dering ketiga akhirnya dita mengangkat panggilan yang ternyata dari alvin.
" hallo "
__ADS_1
deg
" dit.. " suara lemah alvin masuk dalam pendengaran dita yang membuat hati dita mencelos.
" vin " dita mencoba untuk tetap tenang.
" dit sssttt dittt " hanya dua kata itu yang keluar dari mulut lemah alvin.
" vin lo kenapa ?" tanya dita cemas karena suara alvin yang terputus putus.
" ding in ssttt dittt,dingin to ssst long dit " suara alvin seperti orang yang kesakitan dita semakin cemas air matanya mulai luruh.
" tunggu gue ,gue kerumah lo " kata dita dengan panik.
" bang puter balik kealamat ini cepet "
" kenapa ?" tanya sandi khawatir karena dita nangis.
" ntar aja jelasinnya cepet bang "
" ok ok tenang kamu tenang ok " sandi langsung menancap gas menuju alamat yang di berikan dita.
hanya butuh waktu 15 menit akhirnya mereka sampai dirumah alvin.dita bergegas turun dari mobil dan lari menuju kamar alvin.
sandi yang kawatir pun mengikuti langkah dita.dengan tidak sabar dita mendorong keras pintu kamar alvin. kebetulan pembantu dan satpam rumah alvin sedang libur makanya rumahnino sangat sepi.
" vin " panggil dita ,alvin yang tengah menggigil kedinginan diranjangnya hanya bisa menatap sayu kearh dita.
" dit " panggil lemah alvin hampir tak terdengar.
dita berjalan kearah ranjang alvin di sentuhnya kening alvin yang sangat panas. dita lalu mengambil beberapa selimut untuk mwnyelimuti tubuh alvin yang semakin menggigil.dita beranjak berdiri dari ranjang alvin tapi alvin menahan pergelangan tangan dita.
" jangan tinggalin gue dit " mata sayu alvin menatap penuh permohonan kearah dita yang berdiri disamping ranjangnya.
" gue cuma mau ambil kompresan sama buat bubur kok ,nggak kemana mana bentar yan " jawab dita lembut seraya melepaskan tangan alvin.alvinpun mengangguk setuju.
dipintu kamar alvin sandi memperhatiak itu,dia hanya bersidekap dada tanpa berniat ikut campur. saat dita berjalan kearah pintu mata alvin mengikuti setiap langkah dita.
dia terkejut mendapati seorang pria yang tak dikenal berada dipintu kamarnya. dia juga melihat dita menarik tangan pria itu.
entah kenapa hatinya sangat ngilu,ingin dia mengejar dita dan menanyakan siapa pri itu tapi tubuh lemahnya tidak bisa berbuat apa apa.
yang terpenting sekarang dita ada disini bersamanya prihal pria itu bisa dia tanyakan setelah sembuh nanti
__ADS_1