
Fani membuka matanya dan menatap sekeliling kamar namun tak menemukan sosok sang suami yang tadi menggempurnya habis habisan.
Wanita itu mendudukkan dirinya lalu bersandar di dasbor tempat tidur.Tubuhnya terasa begitu remuk redam dan kakinya terasa tak bertulang.Suaminya benar benar membuatnya tak bisa berjalan kali ini sebagai hukuman karena meninggalkan pria itu saat tidur.
Fani melirik kearah jendela kamar yang ternyata mulai gelap.Selama itukah ia tidur hingga saat ia terbangun langit telah berubah menjadi gelap.
Fani menatap kearah pintu kamar saat pintu itu dibuka dari luar.Tampak pria tampan yang tak lain adalah suaminya memasuki kamar dengan membawa troli berisi makanan.Entah dari mana pria itu mendapatkan makanan sebanyak itu ia pun tak tau.
"Sudah bangun,hum?",tanya Fero yang tampak makin tampan dimata Fani.
"Huumm..."
"Mandi dulu ya... setelah itu kita makan bersama",ujar Fero.
"Tapi kaki aku lemas banget Mas",rengek Fani.
Pria yang memakai baju kaos berwarna maroon itu tersenyum lalu mengangkat tubuh sang istri menuju kamar mandi.
Fani bukan bermaksud manja tapi kakinya benar benar lemas dan susah untuk berjalan.
"Mau aku bantu mandikan,hum",goda Fero menaikkan turunkan alisnya.
"Gak...yang ada aku seharian gak bisa jalan Mas",tolak Fani.Wanita itu bukan niat hati menolak tapi tubuhnya tak lagi sanggup melayani sang suami.
"Hahahaha... tenyata sebegitu perkasa nya aku sayang hingga bisa membuat kamu kayak gini",kekeh Fero yang sedang mengisi bathub dengan air hangat agar sang istri bisa berendam untuk merilekskan tubuhnya.
"Puas ketawanya...hum?.Besok gak ada jatah buat kamu",ujar Fani.
"Eh...Gak lagi sayang...aku minta maaf,oke",jawab Fero ketakutan karena diancam demikian.Mana bisa dia tak menyentuh istrinya yang begitu selalu membuatnya candu akan tubuh indah milik istrinya itu.
"Dasar maniak...",ujar Fani.
"Salah sendiri kenapa tubuhmu begitu seksi dan nikmat",jawab Fero mengecup singkat bibir Fani.
"Sudah... aku mau mandi dulu",ujar Fani.
"Mau dibantu masuk ke bathub gak?",jawab Fero.
"Iya dong Mas...",ujar Fani.
__ADS_1
Fero tersenyum penuh kemenangan karena ada kesempatan untuk melihat tubuh polos sang istri lagi karena saat ini tubuh Fani berbalut selimut.
"Awas...jangan modus",ancam Fani yang tau akal bulus sang suami.
"Modus sama istri sendiri gak apa apa sayang",jawab Fero mengangkat tubuh sang istri lalu memasukkan kedalam bathub yang sudah dipenuhi oleh busa sabun.
"Aku tinggal ya, nanti kalau udah selesai panggil aku aja, oke",ujar Fero mengecup pucuk kepala sang istri dengan lembut.
"Ya Mas...",jawab Fani.
Fero keluar dari kamar mandi lalu mengambil ponselnya diatas nakas lalu mengecek email yang dikirim Roby padanya.
Fero meski cuti beberapa hari namun pria itu tatap bekerja dari jauh melalui email yang dikirim oleh asistennya Roby.
Ting
Devan:Bro jangan lupa gue request baby twins
"Ck...dia pikir radio apa bisa request",kesal Fero mengabaikan peran dari sepupu sekaligus sahabatnya itu.
Fero kembali melanjutkan pekerjaannya yang tinggal sedikit lagi.Ia ingin pekerjaannya selesai sang istri pun selesai mandi.Pria itu tak ingin sang istri tau jika di hari hannymoon mereka ia masih tetap saja bekerja.Tapi mau bagaimana lagi tak semua urusan bisa diselesaikan oleh asisten apalagi Daddy-nya telah memutuskan pensiun.
"Mas...",teriak Fani dari dalam kamar mandi.
Gak telah menyelesaikan ritual mandinya dan telah memakai bathroff.Wanita itu tersenyum tipis melihat sang suami sudah berada dihadapannya.
Fero langsung mengangkat tubuh Fani keluar dari kamar mandi lalu mendudukkan wanitanya butuh dibibir tempat tidur.
"Ayo...kita makan bersama",ujar Fero menata makanan di atas meja.
"Ini kamu pesan dimana Mas?",tanya Fani menatap makanan lezat didepan matanya.
"Aku yang memasak khusus untuk kamu sayang.Ayo cicipi!",ujar Fero.
Fani menyendok salah satu makanan lalu menyuapnya."Ini sangat lezat Mas",puji Fani.
"Sungguh?",tanya Fero dengan mata berbinar karena sang istri menyukai masakannya.
"Huumm..."
__ADS_1
"Jika begitu makan yang banyak sayang",ujar Fero tersenyum tipis melihat sang istri makan dengan begitu lahapnya.
Tring...
"Siapa Mas?",tanya Fani saat Fero mengambilkan ponselnya.
"Gak tau sayang,gak ada namanya",jawab Fero.
"Angkat saja Mas",ujar Fani meminta sang suami untuk mengangkat panggilan telepon itu.
"*Hallo..."
"Fan...ini aku Alvian...aku---
Tut*.....
Fero mematikan panggilan itu secara sepihak.Ia kesal karena pria dari masa lalu yang istri masih saja meneror Fani.
"Siapa Mas?",tanya Fani melihat keruh sang suami.
"Alvian... sepertinya dia masih mengejarmu sayang",ujar Fero menahan rasa cemburunya.
Fani beralih duduk diatas pangkuan sang suami lalu menatap wajah tampan Fero yang lucu bagi Fani karena cemburu.
"Mas...dia masa laluku.Aku bahkan tak lagi memiliki rasa apapun padanya.Aku milikmu sekarang,apalagi yang kamu takutkan?",tanya Fani.
"Aku kesal karena dia masih saja menganggumu", kesal Fero.
"Biarkan saja sayang,asalkan dia tak menyentuhku",ujar Fani.
"Akan aku patahkan tangannya jika dia berani menyentuhmu sayang",jawab Fani.
Deg
"Kamu MILIKKU...",ujar Fero menekan kata milikku.
"Ya Mas... selamanya aku milikmu",jawab Fani mengecup bibir sang suami.
"Mulai berani, hum?",ujar Fero.
__ADS_1
"Bukankah kamu yang mengajariku Mas",jawab Fani.
...****************...