Izinkan Aku Mencintaimu

Izinkan Aku Mencintaimu
Episode 25: Kecewa


__ADS_3

...🖤🖤🖤...


...~~...


...🖤🖤🖤...


Rellys melangkah menuju kelas dengan semangat dan wajah penuh kegembiraan. Ia bahkan tidak menghiraukan tatapan beberapa teman yang menatapnya bingung.


Seusai kuliah, seperti biasa Rellys menuju taman belakang. Ia duduk di Gazebo sembari celingak-celinguk memastikan tidak ada Tian yang mengikutinya. Setelah dirasa aman, Rellys duduk dengan santai di Gazebo tersebut.


Rellys!" Rellys yang merasa namanya dipanggil menengok ke asal suara. Ia memejamkan mata saat tahu yang datang adalah Tian. "Iya kenapa, Tian?" Rellys memasang wajah datar. "Ikut aku!" Pinta Tian menarik paksa tangan Rellys.


"Tian, lepasin aku dong. Sakit tahu." Protes Rellys yang terpaksa mengikuti langkah Tian. Tian berhenti di depan gudang Kampus dan menarik Rellys masuk ke dalamnya. "Tian, ngapain sih?" Rellys panik melihat Tian menutup pintu gudang tersebut. Tian berbalik menghadap Rellys dengan tatapan tajam. Rellys balik menatapnya tak kalah tajam.

__ADS_1


"Rellys, sekarang aku mau kamu jawab jujur." Tian memulai pembicaraan. "Apa?" Rellys menatap Tian tak sabar. "Kamu kasih bunga yang aku bawa buat kamu ke Amanda ya?" Tanya Tian. Rellys tampak berpikir. "Iya, kenapa emang?" Rellys melipat tangan di dada.


"Kenapa bunga itu jelek sampai kamu kasih bunga itu gitu aja ke orang lain." Tian meminta penjelasan. Rellys hanya menatap Tian. Tak berniat menjawab. "Jawab Rellys!" Tian meninggikan suaranya. "Iya. Aku emang nggak suka bunga. Jadi, mau bunga itu bagus atau nggak. Aku tetap nggak suka bunga. Jelas?" Terang Rellys.


Tian mengusap wajahnya kasar. "Apa salahnya sih kamu terima. Nggak harus dibuang juga kan?"


Rellys memutar bola mata malas. "Tian, dengerin ya. Lain kali, kamu jangan bawain aku bunga deh. Lagian nggak ada yang meninggal kok ngapain bawain bunga segala." Pinta Rellys.


"Aku kecewa sama kamu, Rellys." Ucap Tian dengan wajah kecewanya. Rellys tidak bergeming. "Rellys, aku tanya sama kamu, kalau yang kasih pacar kamu itu, kamu terima nggak?" Tian membalikkan pertanyaan. Rellys mengerutkan kening. "Kalau pacar mah beda. Ya pasti aku terima lah." Jawab Rellys. "It's not fair tau nggak. Masa bunga dari dia kamu terima sedangkan bunga dari aku kamu kasih ke orang lain." Protes Tian.


"Ucapan aku nggak menyakitkan kan, ah bodo ah." Rellys memilih tidak peduli. Ia berjalan menuju halaman depan Kampus. "Ellys!" Seru seseorang yang Rellys yakini adalah Virzha.


"Hi kak." Sapa Rellys tidak bersemangat. "Kamu kenapa, Llys kok nggak bersemangat gitu?" Tanya Virzha melihat wajah lesu Rellys. "Nggak apa-apa. Lagi kesal aja." Jawab Rellys jujur. Ia menerima helm dari Virzha dan langsung naik ke motornya.

__ADS_1


"Ayo berangkat." Ajak Rellys. Virzha tak bergeming. "Kak, ayo berangkat." Rellys mengulang kalimatnya. "Aku nggak akan berangkat kalau kamu lesu gitu." Ujar Virzha. Rellys menghela nafas panjang. "Iya iya. Aku nggak apa-apa kok cuman capek aja." Rellys berbohong. "Ok." Virzha menancap gas pergi dari Kampus Rellys yang juga sebenarnya Kampus Tessa. Tapi, Tessa saat ini memang sedang mengambil cuti.


...🖤🖤🖤...


...~~...


...🖤🖤🖤...


.


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa tinggalkan jejak kalau kalian suka 😘😘


__ADS_2