
7 bulan kemudian...
Pagi ini Fani dan Fero mengelilingi mansion untuk berolahraga ringan.Kandungan Fani telah memasuki 35 minggu dan prediksi dokter satu minggu lagi akan melahirkan.Namun Fani ingin melahirkan secara normal oleh karena itu setiap pagi ditemani Fero ia berjalan santai mengelilingi mansion mereka agar memudahkan Fani nantinya untuk lahiran.Meski Fani mengikuti senam hamil tapi ia tak hanya fokus disana saja.
"Istirahat dulu sayang",ujar Fero diangguki oleh Fani.
Dengan hati hati Fero membantu Fani untuk duduk disebuah kursi.Lalu memberikan segelas air putih yang tega disiapkan oleh pelayan di sana atas permintaan Fero.
"Jangan membuat Mama sakit ya sayang",ujar Fero mengusap perut buncit Fani dengan lembut.
"Awh...", ringis Fani.
"Kenapa sayang,ada yang sakit?", tanya Fero tampak panik.
"Gak Mas....dia nendang cukup keras.Sepertinya dia merespon ucapan kamu tadi",jawab Fani ikut mengelus perutnya.
"Benarkah?",ujar Fero dengan senyuman sumringah.
"Iya Mas...",jawab Fani..
"Sayangnya Papa,jangan menendang perut Mama dengan keras Nak",ujar Fero yang berjongkok dihadapan Fani..
"Ish...",ringis Fani saat anak dalam kandungannya kembali menendang perutnya.
__ADS_1
"Sayang kamu benar,dia nendang",ujar Fero dengan mata berbinar lalu mengecup lembut perut buncit Fani saat melihat dengan mata kepalanya sendiri anaknya yang dikandung Fani menendang.
"Iya Mas...",jawab Fani.
"Terimakasih telah mau mengandung anakku",ujar Fero menciumi lembut kedua punggung tangan Fani dengan lembut.
"Anak kita Mas",ralat Fani.
"Ya anak kita",jawab Fero membenarkan ucapan sang istri.
"Masuk yuk sayang!, mataharinya sudah cukup terik",ujar Fero diangguki oleh Fani.Dengan sigap pria yang sebentar lagi resmi menjadi seorang ayah itu membantu Fani untuk berdiri dari duduknya.
Keduanya kembali memasuki mansion dengan saling bergandengan tangan.Fero begitu dengan perhatian selalu mendampinginya baik itu saat berjalan lagi ataupun senam hamil.
Beruntungkah Fani mendapatkan pria yang begitu menghargainya dan juga memujanya?. Jawabannya adalah iya.Dia begitu sangat beruntung diperistri oleh seorang Alexander.
"Udah jalan paginya?",tanya Arini yang dua bulan ini memutuskan tinggal bersama anak menantunya karena kehamilannya Fani yang sudah mendekati lahiran.
"Sudah Mom...",jawab Fani tersenyum hangat pada mertuanya itu.
"Ya sudah kamu mandi dulu sana, setelah itu kita sarapan bersama.Mommy akan membuat susu hamil kamu",ujar Arini mengusap lembut perut Fani.
"Ya Mom... terimakasih",jawab Fani diangguki oleh Arini.
__ADS_1
Fero membawa Fani ke kamar mereka yang kini sudah pindah kelantai dasar.Fero tak ingin Fani kesusahan naik turun tangga mansionnya.Apalagi Fani mengandung anak kembar dan kehamilannya berbeda dengan hamil anak satu.Perut wanita itu lebih besar dari kehamilan pada umumnya.Hal itu juga yang membuat Fero tak ingin istrinya itu kesusahan selama kehamilannya.
"Kamu duduk disni dulu biar aku siapkan airnya untuk kamu mandi",ujar Fero mendudukkan Fani dibibir ranjang.
"Ya Mas... terimakasih ya.Harusnya aku yang nyiapin air untuk kamu bukan--
"Sssttt...jangan mengatakannya lagi sayang.Kamu itu wanitaku dan aku akan melakukan apapun demi kebaikan kamu dan anak kita selagi aku bisa", sela Fero lalu melangkah meninggalkan kamar mandi menyiapkan air mandi untuk Fani.
Fani mengelus perut buncitnya dengan lembut."Sebentar lagi kita akan bertemu sayang",gumam Fani tersenyum tipis saat anaknya merespon dengan tendangan.
"Sayang ayo...",ujar Fero saat keluar dari kamar mandi.
"Ya Mas...",jawab Fani bangkit dari duduknya dengan pelan karena pergerakannya kini tak lagi leluasa karena kehamilannya yang sudah cukup besar.
"Hati hati sayang...",ujar Fero.
"Ya Mas...",jawab Fani.
"Pintunya jangan dikunci ya.Takutnya terjadi sesuatu",ujar Fero.
"Ya Mas...",jawab Fani lagi.
Fero melangkah menuju lemari untuk mengambilkan pakaian ganti sang istri.Pilihannya jatuh pada long dress berwarna navy lengkap dengan dalaman milik sang istri.
__ADS_1
Sebisa mungkin ia akan memanjakan Fani selama kehamilannya.Ia tak ingin istrinya itu kesulitan dan berharap nyaman menjalani kehamilannya.
...****************...