Izinkan Aku Mencintaimu

Izinkan Aku Mencintaimu
Panik


__ADS_3

Fero membuka matanya perlahan dan tak menemukan sang istri yang tadi malam masih ia peluk saat tidur.Pria itu mendudukkan diri lalu turun dari ranjang mencari keberadaan sang istri.


"Sayang...my wife...apakah kamu didalam?", teriak Fero di depan kamar mandi.


Fero membuka pintu kamar mandi yang ternyata tidak terkunci namun kamar mandi terlihat kosong.Ia tak menemukan sosok yang ia cari dimanapun dikamar itu.


Pria itu mulai panik memutuskan untuk turun ke lantai dasar mencari keberadaan sang istri.Ia langsung menuju dapur namun dapur tampak kosong.


"Sayang...kamu dimana?,jangan bercanda ini gak lucu sayang", teriak Fero yang mulai panik.


Fero memutari seluruh ruangan namun tak kunjung menemukan sosok sang istri.Pria itu mulai dilanda kepanikan memutuskan untuk mengecek cctv Villa yang terhubung dengan ponselnya.


Pria itu menatap layar ponselnya dimana sang istri diam diam turun dari ranjang kemudian masuk ke rumah ganti dan tak lama setelah itu terlihat sang istri keluar dengan pakaian yang rapi lalu keluar dari kamar.


Fero terus memantau sang istri dari cctv dan ternyata sang istri keluar dari villa.Fero melempar asal ponselnya ke atas sofa lalu berlari keluar dari Villa mencari keberadaan sang istri.


Dari kejauhan Fero melihat seorang wanita sedang bermain ombak dengan mamakai gaun bertali kecil yang disangkutkan dilehernya yang menampakkan punggung polos sang istri yang mengkilap akibat sinar matahari.


Pria itu berjalan mengahampiri wanitanya yang pagi ini membuatnya separuh gila karena tak menemukan sosok yang begitu ia cintai saat membuka matanya.Pria yang masih bertelanjang dada dengan memakai celana pendek itu melangkah menuju sang istri yang masih asyik bermain air.

__ADS_1


"Kenapa tak membangunkan ku,hum?",ujar Fero memeluk wanitanya itu dari belakang lalu melabuhkan kecupan di tengkuk dan bahu polos sang istri yang terekspos oleh gaun yang dikenakan Fani yang terbuka dibagian punggung hingga pinggang.


"Kamu tidur begitu lelap Mas,gak tega bangunin kamu padahal aku ingin sekali melihat sunrise",jawab Fani.


"Lihatlah kamu memakai gaun yang cukup terbuka,aku tak rela ada orang lain melihat keindahan tubuh kamu sayang,kamu milikku", ucap Fero mempererat pelukannya.


"Bukankah ini pulau pribadi kamu Mas.Mana ada orang selain kita dan salahkan Kayla yang memasukkan pakaian gak layak ini untukku kedalam koper",jawab Fani.


"Pulau ini milikmu sayang...bukan milikku.Ini adalah hadiah pernikahan kita", ujar Fero membalikan tubuh sang istri menghadapnya.


"Mas...kamu gak pakai baju",ujar Fani melihat penampilan sang suami yang begitu tampan dengan tubuh proporsional nya dan terlihat semakin seksi saat terkena pancaran sinar matahari membuat pria itu makin bertambah menggoda.


"Kenapa?,ini pulau pribadi bukan?",jawab Fero merapatkan tubuh sang istri padanya lalu mengusap lembut punggung sang istri menggunakan jarinya membuat Fani memejamkan matanya menikmati sentuhan dari sang suami.


"Mas..."


"Ya..."


"Aku...

__ADS_1


"Apa, hum?",ujar Fero terus menggoda sang istri dengan tangannya masih bermain dipunggung polos Fani.


Fero tau jika sang istri menginginkan lebih langsung mengangkat tubuh sang istri ala bridal style menuju salah satu pondok disana.Fero menarik tirai pondok itu hingga tertutup dan merebahkan tubuh sang istri dengan hati hati pada salah satu kasur mini yang ada disana.


Fero menatap wajah cantik sang istri dengan penuh cinta.Gadis yang baru satu hari resmi menjadi wanitanya itu semakin membuatnya tak bisa jauh dan selalu ingin berada didekat sang istri dan memeluknya.


"Kamu cantik...aku bahkan begitu tergila-gila dengan semua yang ada pada dirimu", bisik Fero lalu m****** bibir sang istri sementara tangannya bermain diarea favoritnya setelah menurunkan gaun yang dikenakan Fani.


Keduanya kembali hanyut dalam gairah yang begitu memabukkan khas pengantin baru.Bersama menikmati surga dunia yang halal berbuahkan pahala yang besar.


Fero tersenyum setelah aktivitas menyenangkan dan menguras tenaga memberikan k******* pada sang istri.Ia memeluk tubuh polos sang istri yang ditutup gaun milik Fani.


Sedangkan Fani kembali terlelap karena kelelahan melayani gairah sang suami yang tak ada habisnya itu.


Dengan perlahan Fero kembali memakaikan gaun Fani lalu menggendong sang istri kembali masuk kedalam Villa.Ia tak ingin ada yang melihat keadaan sang istrinya saat ini yang begitu menggoda bagi siapa saja yang melihat termasuk dirinya.


Fero meletakkan tubuh sang istri dengan perlahan diatas ranjang mereka lalu menyelimutinya.


Fero mengecup hangat kening sang istri yang begitu sangat biasa cintai itu.Fani adalah segalanya untuknya bahkan ia mencintai wanita itu melebihi dirinya sendiri.Rasa yang ia pendam dan begitu membuncah sejak lama akhirnya bersambut sudah dan kini semuanya telah ia miliki.Hati dan raga sang istri kini hanya miliknya dan akan ia jaga sampai sisa umurnya.

__ADS_1


Fero melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dari sisa pergulatannya dengan sang istri di pondok tadi.


...****************...


__ADS_2