Izinkan Aku Mencintaimu

Izinkan Aku Mencintaimu
Episode 33: Kencan lagi


__ADS_3

...🖤🖤🖤...


...~~...


...🖤🖤🖤...


Rellys melepaskan pelukannya dari Tian. Ia mengusap matanya. Ia menangis haru karena Tian mau memaafkannya. "Aku duluan ya." Ia menepuk bahu Tian dan tersenyum sekilas. Tian membelai rambutnya sejenak. "Hati-hati." Ucapnya singkat. Rellys mengangguk.


Ia melihat Virzha yang telah menunggunya di parkiran dan menghampirinya. Rellys menaiki motornya. "Ngapain aja?" Tanya Virzha. "Nggak ngapa-ngapain."


"Oh." Virzha ber-oh singkat. "Tadi teman kamu yang waktu itu?" Tanya Virzha lagi. Rupanya ia masih penasaran.


Rellys mengangguk dari jok belakang. "Kamu ngobrol apa sama dia?" Virzha melanjutkan pertanyaannya. "Nggak ngapa-ngapain, cuman minta maaf aja." Jawab Rellys seadanya. "Minta maaf kenapa?" Virzha melirik spion sekilas.


Rellys menggeleng. Tak ingin membahasnya. Virzha menyalakan mesin motor mengetahui Rellys yang tak lagi menanggapi.


Sesampainya di rumah, ia mengantar Rellys sampai di depan pintu. "Ellys, nanti malam siap-siap. Aku jemput." Pintanya membelai rambut Rellys penuh kasih.


Rellys mengerutkan kening. "Mau ke mana?" Tanyanya penasaran. "Pokoknya siap-siap. Pakai pakaian terindah yang kamu punya. Nanti jam tujuh aku jemput. Oke?" Pamitnya langsung menyalakan mesin motor.


"Ta... tapi..."

__ADS_1


'Cup'


Ucapan Rellys terpotong saat Virzha dengan cepat mengecup keningnya dan melajukan motor tanpa mengucapkan apapun lagi.


Rellys seketika mematung. Ia nyaris saja jatuh jika tidak segera sadar dari lamunannya. Ia mengusap keningnya yang tadi dikecup oleh Virzha lembut.


Ia berlari masuk ke rumah dan langsung menjatuhkan tubuh di ranjang. "Aaaa." Rellys menggoyangkan kakinya bahagia. "Aduh, aku kenapa, sih? Perasaan, aku nggak pernah gini sama cowok mana pun."


"Eh, tapi kak Virzha ngajakin aku ke mana, ya?" Rellys kembali harus berpikir. "Ah, udahlah. Mending aku siapin bajuku aja buat nanti malam.


💞💞💞


"Pokoknya siap-siap. Pakai pakaian terindah yang kamu punya. Nanti jam tujuh aku jemput. Oke?"


💞💞💞


"Wah, kalau emang se spesial itu tempatnya, aku harus memakai pakaian paling bagus." Rellys segera mengobrak-abrik isi lemari nya.


...🥧🥧🥧...


Virzha menunggu Rellys di ruang tamu dengan sabar. Ia menunduk memainkan jemarinya.

__ADS_1


Tak lama, Rellys muncul dari tangga. Ia menghampiri pemuda yang menunggu nya dengan pandangan menunduk di sofa.


"Kak!" Serunya. Virzha mendongak. Ia dibuat terdiam akan pesona gadis di hadapannya itu. "Kenapa? Bajuku jelek, ya?" Rellys heran melihat Virzha yang hanya diam tak menanggapi pertanyaannya barusan.


"Mm, aku ganti aja deh." Ia hendak membalikkan tubuhnya, namun, Virzha dengan cepat menahan tangannya.


"Ng... nggak kok. Kamu cantik dengan pakaian ini. Jangan ganti lagi." Pujinya pelan. Rellys tersenyum sekilas. Ia kembali membalikkan tubuh menghadap Virzha.


"Beneran kak? Kakak jangan bohong deh. Kalau jelek aku ganti aja." Bantah nya. Virzha kembali melarang. "Jangan. Udah cantik kok." Larang nya. Rellys menyembunyikan senyumnya.


Ia kembali mencoba memprotes. "Nggak ah kalau cantik doang. Aku mau tampil sempurna di depan kakak. Aku ganti baju aja ya." Rellys kembali membalikkan tubuh.


"Kamu ngapain, sih? Kamu itu udah sempurna. Dan akan selalu sempurna di mataku." Ucapnya tanpa sadar.


Rellys terkejut. Memang ini yang ia inginkan. Ia ingin mendengar kalimat ini diucapkan Oleg Virzha. Ia tahu, pakaiannya akan sangat cantik untuknya. Karena, ia memilihnya sendiri dengan bantuan internet tentunya. Ia hanya sengaja menggoda Virzha sebentar untuk melihat reaksinya.


"Oh gitu. Mm, ya udah kalau kakak menganggap gitu, aku nggak jadi ganti baju. Yuk jalan!" Ajak nya. Virzha kembali mematung. Dalam hati, ia mengutuk mulutnya yang tak sengaja mengucapkan kalimat tadi.


Sempurna di mataku, katanya? Itu benar-benar bukan dia. Ia tidak pernah mengucapkan kalimat indah seperti itu.


"Kak, kok diem? Ayo jalan!" Rellys menggandeng lengan Virzha. Memaksanya untuk segera jalan. Virzha merasa debaran di jantungnya bertambah saat Rellys menggandeng lengannya dan berdiri sangat dekat di sampai nya.

__ADS_1


"Aku kenapa, sih? Lagian, dia juga kenapa bisa secantik ini?"



__ADS_2