Izinkan Aku Mencintaimu

Izinkan Aku Mencintaimu
hamil


__ADS_3

Fero mengecup kening sang istri dengan lembut."Terimakasih telah mau mengandung anak anakku baby...",ujar Fero menangkup pipi Fani dengan kedua tangannya.


"Ya Mas...",jawab Fani tersenyum penuh kebahagiaan.


Fero membantu Fani turun dari tempat tidur lalu kembali duduk dihadapan sang dokter.


"Apakah keluhan Buk?, seperti mual dan sebagainya?",tanya Dokter itu.


"Gak ada Dok...",jawab Fani.


"Baiklah saya hanya akan meresepkan vitamin saja ya,ada pertanyaan?",tanya Dokter.


"Janin saya sehat kan Dok?",tanya Fani.


"Sehat.Tapi kandungan kembar biasanya sangat rentan jadi tolong dijaga ya Buk,Pak",ujar Dokter.


"Hmmm...apakah masih bisa melakukan hubungan seksual Dok?",tanya Fero membuat Fani menyikut sang suami.


"Maafkan ucapan suami saya Dok",ujar Fani.


Dokter itu tersenyum tipis."Itu pertanyaan yang biasa bagi pasutri Buk.Hubungan seksual tetap bisa dilakukan tapi tolong diatur temponya ya serta untuk tidak mengeluarkan di dalam yang dapat memicu kontraksi untuk kehamilan trisemester pertama.Apalagi kandungan ibuk sangat kuat jadi tak ada karnagbt apapun",jawab Dokter.


"Terimakasih Dok penjelasannya",jawab Fani.


"Sama sama",jawab Dokter.


Keduanya keluar dari ruangan dokter kandungan itu dan menuju apotik untuk menebus obat untuk Fani.Setelahnya mereka kembali pulang.


"Baby...kamu menginginkan sesuatu?", tanya Fero melirik sekilas Fani.

__ADS_1


"Gak Mas...aku hanya ingin tidur, ngantuk", jawab Fani.


"Tidurlah...nanti aku bangunkan",ujar Fero.


Fani memejamkan matanya karena rasa kantuknya yang sudah tak tertahankan lagi.


Fero menurunkan kursi duduk Fani agar wanitanya itu tidur dengan nyaman.Pria itu mengusap perut rata Fani dengan begitu lembut.


"Jangan membuat Mama kalian sakit sayang",gumam Fero.


Pria itu kembali fokus pada jalanan sesekali melirik sang istri yang tertidur begitu lelap.Ia sungguh bahagia karena bisa menghamili sang istri dalam waktu satu bulan.Tak ada lagu kebahagiaan melebihi ini karena dipercaya oleh Tuhan untuk menjadi seorang ayah.


Tak lama mobil mereka sampai di mansion milik Fero.Pria itu dengan hati hati menggendong sang istri agar tak terbangun dari tidurnya.


Fero membawa Fani ke kamar mereka dan merebahkan Fani diranjang dengan sangat hati hati.Feri menyelimuti tubuh sang istri lalu mengusap pelan rambutnya.


Fero segera memberikan kabar kepada kedua orangtuanya dan orang tua Fani tentang kehamilan sang istri.Pria itu memutuskan untuk tidak berangkat ke kantor hari ini dan meminta sang asisten mengirimkan pekerjaannya melalui email.


Fero mengganti pakaiannya dengan pakaian santai kau duduk di pinggir tempat tidur tepat disebelah sang istri yang tertidur.


Pria itu fokus pada laptopnya mengerjakan pekerjaannya dari rumah.Hari ini ia ingin menghabiskan waktu bersama sang istri di rumah.


Sementara itu di kediaman Alexander Mommy Arini bersorak gembira mendengar kabar kehamilan sang menantu.


"Daddy... sebentar lagi kita akan menjadi Oma dan Opa",pekik Arini pada sang suami yang baru saja turun dari lantai atas.


"Benarkah...apakah menantuku hamil?",tanya Aliando dengan wajah berseri-seri.


"Ya...dan kita akan mendapat dua orang cucu sekaligus",pekik Arini yang begitu bahagia dengan kehamilan Fani.

__ADS_1


"Kembar maksud kamu?",tanya Aliando.


"Ya Dad...", jawab Arini.


"Tokcer juga anak kita bisa dapat dua",ujar Aliando..


"Huumm...aku agar mengabarkan Mama,Dad.Dia pasti senang akan mendapatkan cucu buyut dua lagi dalam waktu satu tahun.Karena kemungkinan jarak kehamilan Fani dan Kayla hanya dua bulan",ujar Arini.


***


Fani membulat pekan kedua matanya dan mendapati sang suami yang duduk disebelahnya memangku laptop.


"Mas...."


"Ya sayang...ada apa?",ujar Fero mengalihkan pandangan ke arah Fani.


"Kamu gak ke kantor?", tanya Fani.


"Gak sayang...takutnya kamu nyari aku pas bangun dari tidur",jawab Fero.


Fani mendudukkan dirinya lalu bersandar pada bahu Fero membuat pria itu tersenyum dengan sikap manja sang istri.


"Mau makan sesuatu?",tanya Fero.


"Gak Mas...",geleng Fani.


"Mas aku mau ke tempat Mommy"


...****************...

__ADS_1


__ADS_2