Izinkan Aku Mencintaimu

Izinkan Aku Mencintaimu
Pulang


__ADS_3

Pagi ini Fero dan Fani bersiap kembali pulang karena hannymoon mereka sudah selesai.Kedunya saat ini sedang bersiap menunggu helikopter yang akan menjemput mereka untuk kembali pulang.


Tak lama yang ditunggu pun datang,Fero menyeret koper mereka menuju helikopter sedangkan Fani mengikuti dari belakang.Pria itu tak mengizinkan Fani untuk menyeret kopernya.


Kini keduanya tengah di dalam perjalanan pulang.Fani begitu menikmati perjalanan mereka.Hamparan laut biru menjadi pemandangan yang begitu menyejukkan mata.


"Lihat apa,hum?",tanya Fero meletakkan dagunya dibahu sang istri.


"Lihatlah Mas ...Villa kita semakin lama terlihat semakin kecil",ujar Fani.


"Iya sayang...",jawab Fero mengecup pucuk kepala Fani.


Setalah menempuh satu jam perjalanan akhirnya mereka sampai di mansion milik keluarga Alexander.


Helikopter telah terparkir di helipad yang berada tak jauh dari mansion.Keduanya telah ditunggu oleh kedua orangtua Fero.


"Hai anak cantik Mommy... bagaimana bulan madunya?.Fero gak nyakitin kamu kan?",tanya Arini pada menantunya.


"Mas Fero gak nyakitin aku kok Mom",jawab Fani tersenyum hangat pada mertuanya.


"Mom...mana mungkin aku menyakiti istriku sendiri", sungut Fero.


"Mommy gak bicara sama kamu Fero",jawab Arini mengamit menantunya.


"Lihatlah Dad... Mommy memonopoli istriku",adu Fero pada Daddy-nya.


"Biarkan saja Fero, mungkin Mommymu kangen dengan menantunya",jawab Aliando.


Fero tampak merenggut kesal karena tak ada satupun keluarganya yang berpihak padanya.

__ADS_1


"Ayo...kita susul duo wanita itu",ujar Aliando pada putranya.


"Bagaimana dengan pulau itu apakah Fani menyukainya?",tanya Aliando pada Fero saat akan memasuki mansion.


"Suka Dad...Fani bukanlah wanita kebanyakan Dad.Dia wanita sederhana yang tak begitu mengagungkan kemewahann.Itulah yang membuatku jatuh cinta padanya pada pandangan pertama",curhat Fero.


"Ya...kamu benar.Daddy juga melihat sebuah ketulusan dan sikap apa adanya pada Fani",ujar Aliando membenarkan ucapan Fero saat menatap menantu dan istrinya begitu klop.


"Apa rencanamu setelah ini Fero?",tanya Aliando mendudukkan bokongnya pada sofa ruang tamu.


"Maksud Daddy?",tanya Fero.


"Ya...apakah kamu akan tinggal disini atau di mansion milikmu?",tanya Aliando.


"Aku sudah berencana akan tinggal dimansion kami Dad,karena kami ingin mandiri",jawab Fero.


"Daddy ikut apa keinginan kalian saja.Jika ingin tinggal disini silahkan karena Mansion ini terlalu besar untuk kami tinggali bertiga dengan adikmu.


"Dia ada acara fashion show dengan Kayla di luar kota",jawab Aliando.


"Kayla jadi buka cabang di kota Padang?",tanya Fero melihat sang istri dari kejauhan begitu kompak dengan Mamanya.


"Iya...mereka lagi launching disana selain itu juga fashion show mempromosikan produk mereka disana",jawab Aliando.


"Dad...aku ke kamar dulu, capek",ujar Fero beranjak dari duduknya.


"Silahkan...bawa istrimu juga",jawab Aliando.


"Tentu Dad...",balas Fero tersenyum tipis pada Daddy-nya.

__ADS_1


"Baby...ayo kita ke kamar",ujar Fero pada sang istri yang tampak sedang asyik berbincang dengan Mommy-nya.


"Mom...aku ke kamar dulu",ujar Fani diangguki oleh Arini.


"Jangan digempur terus Fani nya Fero",yang Arini.


"Bukankah Mommy ingin cucu secepatnya?",ujar Fero menarik sang istri menuju kamarnya dilantai dua.


Sedangkan Fani tersipu malu dengan ucapan random mertuanya itu.


"Bicara apa saja dengan Mommy,hum?",ujar Fero saat pintu lift menuju lantai dua tertutup.


"Gak ada Mas...Mommy hanya menanyakan apakah aku menyukai pulau itu",jawab Fani.


"Kamu tidak mengatakan masalah ranjang kita ke Mommy kan?",tanya Fero mencium tengkuk sang istri dan meninggalkan jejak kepemilikannya disana.


"Ya gak lah Mas...itu rahasia kita berdua",jawab Fani menikmati sentuhan sang suami yang mulai membuatnya terhanyut.


Fero tak menyia-nyiakan kesempatan itu langsung menggendong sang istri menuju kamar pribadinya.


Fero meminta Fani untuk membuat pintu kamar dengan tangan wanita itu.Dan saat pintu terbuka aroma mint langsung menusuk Indra penciuman Fani.


Fero merebahkan tubuh sang istri dan mengunci otomatis kamarnya dengan sebuah remote control.Pria itu langsung menerkam sang istri karena dirinya juga menginginkan wanitanya saat ini.Tubuh Fani begitu candu baginya dan tak bosan bosannya ia memandangi pemandangan yang membuat gairah meningkat.


Fero memperlakukan Fani begitu lembut dan tak ingin wanitanya itu merasakan sakit sedikit saja.Dia akan melakukan apa saja demi kebahagiaan Fani.Tak ingin wanitanya itu kembali tersakiti untuk kedua kalinya.


"Kamu sumber kebahagiaanku Baby...aku akan melakukan apa saja agar tak ada air mata yang jatuh dipipi mulusmu ini",ucap Fero mengusap pipi mulus Fani setelah aktivitas ranjang mereka.


"Cepat tumbuh Nak,Papa tak sabar kamu ada disini",gumam Fero mengusap perut rata sang istri.

__ADS_1


Akhirnya ia ikut menyusul sang istri yang telah tertidur lebih dahulu.Fero membawa Fani kedalam pelukannya dan mendekapnya begitu erat.


...****************...


__ADS_2