
dirumah sakit dita cs masih didepan pintu perawatan, karena sedari tadi dokter belum keluar dari ruangan itu. dita berulang kali mondar-mandir di depan ruang rawat alvin dia sangat cemas akan keadaan alvin. entah kenapa perasaannya sangat tersiksa saat ini.
teman-teman dita hanya diam saja mereka mengerti kecemasan dita karena mereka juga sama cemasnya. setelah beberapa saat menunggu akhirnya dokter pun keluar.
" gimana keadaan alvin dok" tanya dita seketika setelah dokter keluar dari ruangan alvin.
" pasien tidak papa hanya kakinya saja yang cidera dan keadaan tubuh pasien memang sedang tidak stabil dan mengakibatkan pasien pingsan" tutur dokter menjelaskan keadaan alvin.
" maksud dokter ?" tanya dita yang masih kurang paham akan penjelasan dokter karena setahu dita,alvin sehat-sehat saja tidak terlijat sedang sakit.
" jadi pasien memang sedang kurang sehat dan ditambah aktifitasnya yang berat itu memicu kondisi tubuh pasien sehingga pasien pingsan" kata dokter menjelaskan lagi.
" baiklah dok, apa saya boleh melihat keadaan pasien?" tanya dita yang sudah tidak sabar melihat keadaan alvin.
"silahkan, kalo gitu saya permisi dulu" pamit dokter pada dita cs.
"baik dok terimakasih" kata dita sebelum dokter itu pergi meninggalkan dita dan teman-temannya.
dita pun bergegas masuk kedalam ruangan sempit itu, matanya langsung tertuju pada pria yang tergletak lemah di kasur rumah sakit, hatinya sakit melihat pria itu tak berdaya sekarang. dita melangkahkan kakinya mendekati tempat tidur alvin, setelah sampai di samping alvin ,dita bisa melihat wajah pucat pria itu dan tangan yang dipasangi selang infus,di elusnya tangan itu dengan lembutnya. lalu dita mendudukan tubuhnya di kursi samping tempat tidur alvin,masih memegang tangan dingin alvin.
~
setelah menyelesaikan pertandingan, fakri,rasya dan vino pun bergegas menuju rumah sakit. mereka tidak sabar melihat keadaan alvin.
sesampainya mereka dirumah sakit mereka langsung menuju ruangan alvin, karena tadi nindy sempat mengirimkan nomer kamar alvin pada fakri. entah sejak kapan mereka mulai bertukar nomor telephone hanya mereka berdua yang tahu.
sesampainya di depan kamar alvin mereka langsung masuk keruangan alvin.
" gimana keadaan alvin? " tanya rasya dengan nafas ngos-ngosan karena mereka lari dari parkiran hingga ruangan alvin.
" sst " kata nindy memberi kode mata kepada mereka beempat agar melihat kearah tempat tidur alvin. dan mereka melihat dita yang terdiam di samping tempat tidur alvin seraya memegang tangan alvin. dan mereka bertiga pun mengangguk tanda mengerti lalu duduk di sofa samping cewek-cewek.
" kenapa ngos-ngosan gitu sih? " tanya kyara yang heran melihat mereka bertiga ngos-ngisan bahkan mereka belum berganti baju.
__ADS_1
" iya bauk lagi, kenapa nggak ganti baju sih?" tambah rista yang aneh melihat mereka masih berkeringat.
" ya kita kan kawatir sama alvin jadi kita lupa ganti baju terus kita lari dari parkiran kesini" jawab rasya lalu menyandarkan punggungnya pada sandaran sofa.
" alvin gak papa cuma cidera ringan aja, terus dia pingsan emang karena dia lagi sakit " kat nindy menjelaskan tanpa melihat kearah merka karena dia masih fokus pada hpnya.
" sakit? " tanya mereka bertiga barengan.
" jadi kalian juga nggak ngeh kalo alvin sakit" tanya rista dan mereka menggeleng serempak.
" tadi pagi dia semangat banget pas berangkat nggak keliatan kalo lagi sakit " kata fakri yang ada di samping nindy.
" iya tuh, tapi emang waktu sampe kelas dia langsung tidur kita tanya juga diem aja" kata vino menambahkan.
" yaudah lah yang penting alvin udah gak papa" kata kyara sambil beranjak berdiri menghampiri dita.
" dit gue mau cari makan nih lo nitip nggak? "
"dit" panggil kyara lagi seraya menyentuh pundak dita karena dia rasa dita belum menyadari kehadirannya.
" eh Gimana kya? " tanya dita yang langsung menoleh kaget kearah kyara yang baru disadari kehadiranya.
" lo kenapa nglamun gitu? " tanya kyara yang melihat wajah sembab dita dan sorot kekawatiran yang terlihat dari mata dita.
" gue gak papa kok, lo tadi tanya apa? " kata dita mengalihkan pembicaraan.
" gue mau cari makan mau nitip nggak? " ulang kyara
" beliin buah sama bubur aja buat alvin ya" kata dita seraya mengambil dompet di dalem tasnya.
"udah pakai uang gue aja ,lo mau makan apa gue beliin sekalian lo kan belum makan dari tadi siang" kata kyara yang kawatir akan keadaan dita.
" gue nggak mau makan, lo aja sana sama temen-temen" kata dita dengan suara lemasnya.
__ADS_1
" yaudah nanti gue beliin aja ya, gue tinggal dulu " pamit kyara pada dita dan dita hanya menganggukan kepalanya pertanda menyetujui kyara. kyara pun berjalan menuju teman-temannya.
" kalian pulang terus mandi gih, ntar balik lagi" kata nindy pada fakri dan temannya karena melihat muka kelelahan mereka dan bau kringat yang masih menempel.
" gue mau cari makan nih kalian mau nitip nggak " tanya kyara setelah sampai di samping teman-temannya.
" gue ikut dong " kata rista yang memang sedari tadi sudah menahan lapar.
" yaudah kita anterin yuk sekalian kita pulang, mau mandi nih udah nggak tahan gue " kata vino yang sedari tadi sudah tidak tahan merasakan lengket pada tubuhnya.
" gue nitip pizza aja sama cemilan " kata nindy yang masih sibuk dengan ponselnya.
" yaudah yuk " ajak kyara seraya berlalu oergi dari sana lalu keluar dari kamar alvin.
"kita balik dulu ya, pamitin sama dita " pamit fakri pada nindy
" kalo ada apa-apa kabarin ya " tambah fakri lagi dan nindy hanya menanggapinya dengan berdehem ,merekapun bergegas keluar dari ruagan alvin meninggalkan keheningan dalam ruangan itu.
~
setelah beberapa saat dilanda keheningan, nindy yang sudah bosan dengan ponselnya lalu beranjak berdiri menghampiri dita.
" lo kenapa diem aja sih? " kata nindy yang berdiri di samping dita sambil merangkul pundak dita.
" gue bingung gue harus gimana, nglihat dia lemah kayak gini gue nggak tega " kata dita yang masih terus memandang wajah pucat alvin.
" ya jangan kayak gini lah, gue kan jadi ikut kawatir sama lo " tambah nindy yang sebenarnya sedari tadi mengkhawatirkan keadaan dita namun hanya diam karena masih banyak teman-temannya.
" gue nggak papa cuma ngrasa bersalah aja" kata dita lemah. nindy pun langsung menarik dita kedalam pelukannya untuk memberikan ketenangan pada sahabatnya itu.
" lo tenang ya, gue yakin alvin bakal baik-baik aja, besok dia juga sadar kok " kata nindy menenagkan dita yang masih ada dalam pelukannya.
" makasih ya lo emang sahabat terbaik gue " kata dita seraya melepaskan pelukan nindy.
__ADS_1