Izinkan Aku Mencintaimu

Izinkan Aku Mencintaimu
Menikahlah


__ADS_3

Oek oek oek


Semua orang menatapnya salah satu bayi lucu yang tiba tiba menangis kencang.Dengan sigap Fero mendekati boks bayi dan meraih tubuh mungil itu dan memberikannya pada Fani.


"Sepertinya dia haus sayang",ujar Fero.


"Haus ya sayang, hum?",ucap Ara tersenyum penuh bahagia melihat wajah lucu sang putra.


"Kita tunggu diluar...",ujar Devan yang mengerti tatapan Fero lalu mengajak adik iparnya untuk keluar dari ruangan itu.


"Fan...yang ini namanya siapa?",tanya Kayla mendekati ranjang Fani.


"Ziyyan...",jawab Fero yang bisa membedakan putranya itu saat lahir tadi.Ziyyan memiliki tanda lahir tepat dirahang bayi itu.


"Kuat banget dianya nyusu Fan",ujar Kayla.


"Ya...kamu benar Key",jawab Fani membenarkan ucapan sahabatnya itu.


"Kamu ASI kan Fan?",tanya Kayla.


"Rencananya iya Key.Doain aja ASI aku banyak nya,soalnya yang mau ASI dua",jawab Fani.


"Kamu salah,tiga sama Bapaknya juga",kekeh Kayla.


Hal itu membuat Fero cengengesan dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Fani mengulum senyumannya menatap sang suami yang menatapnya tajam.Ia tau betapa mesumnya sang suami yang selalu tak pernah membiarkan dia tidur dengan nyenyak setiap malamnya.


"Fan...aku pamit dulu ya.Takutnya Kevin bangun.Gantian Nenek juga mau kesini katanya",ujar Kayla.


"Ya Key... terimakasih bingkisannya",jawab Fani.


"Aku juga ya Kak,Mas Erick juga mau kerumah sakit lagi setelah ini",ujar Lyra.

__ADS_1


"Ya Ra... terimakasih ya",jawab Fani.


"Hati hati ya...Key",ujar Fani.


"Ya...", jawab Kayla.


"Tante...kita pamit dulu ya",ujar Kayla dan Lyra bersamaan pada Arini dan ibu dari Fani.


"Ya Nak.Terimakasih ya sudah datang",jawab Arini.


"Ya Tan...",jawab keduanya.


Sepeninggal keduanya Fani fokus menyusui sang putra sedangkan Fero menatap wanitanya itu dengan penuh cinta.Pria yang resmi menjadi seorang ayah itu sangat bahagia dengan kelahiran kedua anaknya yang melengkapi kebahagiaan mereka.


Kehadiran kedua anaknya merubah semua dunianya nantinya.Ia dan Fani telah memutuskan untuk merawat kedua anaknya tanpa memakai jasa baby sitter.Dan ia tak mungkin membiarkan Fani sendirian merawat anak mereka.Ia juga akan ikut membantu untuk merawat baby Z itu.


"Fero...Mommy dan Ibunya Fani mau cari makan dulu ya.Kamu mau nitip gak?", tanya Arini yang begitu sangat lapar karena tadi pagi belum sempat sarapan.


"Boleh deh Mom",jawab Fero yang juga lapar.


"Ya Mom",jawab Fani dan Fero bersamaan.


"Mas...Baby Ziyyan udah kenyang nih",ujar Fani.


Fero bangkit dari duduknya mengambil baby Ziyyan dari dekapan sang istri lalu meletakkan kembali ke dalam boks.


"Saatnya kamu yang makan sayang",ujar Fero pada sang istri mengambilkan makanan yang disediakan oleh pihak rumah sakit khusus untuk ibu melahirkan.


"Ya Mas..."


"Sini aku suapi",ujar Fero.


"Aku aja Mas...",jawab Fani.

__ADS_1


"Ya baiklah...aku akan mengecek email sebentar sayang",ujar Fero.


"Ya..."


Mereka sibuk dengan kegiatan masing masing.Fani dengan makanannya sedangkan Fero dengan ponselnya.Sesekali Fero membantu sang istri jika membutuhkan sesuatu seperti minuman.


Tok tok tok


Fero meletakkan ponselnya dan membuka pintu.Tampak Roby sang asisten dan kekasihnya datang menjenguk baby Z.


"Rob... silahkan masuk!",ujar Fero.


"Terimakasih Tuan.Maaf meninggalkan kantor sebentar karena Dania gak sabaran ingin bertemu baby twins",jawab Roby menatap sang kekasih yang tersenyum tipis pada Fero.


"Tak apa",jawab Fero dengan wah datarnya.


"Selamat ya Buk",ujar Dania pada Fani sembari memberikan bingkisan yang ia bawa pada Fani


"Iya.. terimakasih ya", jawab Fani.


"Sama sama buk", jawab Dania tersenyum hangat menatap baby twins yang tertidur pulas di boks bayi.


"Mereka sangat tampan",ujar Dania dengan mata berbinar.


"Terimakasih aunty...",jawab Fani.


"Menikahlah segera Rob,agar kamu bisa juga memiliki anak yang tampan",ujar Fero pada sang asisten.


"Eh?"


...****************...


__ADS_1


Inilah baby Zayyan dan Ziyyan ya


__ADS_2