Jerat Kakak Angkat

Jerat Kakak Angkat
Part 52


__ADS_3

Alvaro menggeram marah, Iren raib entah di mana bersama pria itu. Bodohnya dia menjadikan Iren sebagai umpan dan akhirnya dia malah kehilangan gadis itu.


"Apa masih lama?" tanya Alvaro tak sabaran. Kenan tak menyahut, dia tetap focus pada laptop di depannya.


"Dapat." ujar pria itu sembari mengendurkan tubuhnya yang terasa kaku.


"Dimana mereka?"


"Lihat saja sendiri. Ini masih wilayah mu, tapi kau bisa kecolongan. Kinerja anak buahmu benar benar payah." ujar Kenan.


"Bukan begitu, aku sengaja mengendurkan pengamatan agar lelaki itu tak waspada."


"Tapi kau malah kecolongan begini."


"Tidak masalah, kalau bisa menangkap pria itu." Sahut Alvaro sembari mengamati layar monitor di depannya.


"Siapkan beberapa orang untuk ku bawa ke tempat ini. Aku ingin menangkap pria itu dengan tanganku sendiri." titah Alvaro pada orang suruhannya. Dia tak sabar ingin menghajar lelaki itu di depan Iren.


Satu jam kemudian Alvaro sudah berada di tempat yang di tuju. Sebuah apartemen mewah di tengah kota A. Mereka sedikit mengalami kesulitan saat akan masuk kesana, sebab keamanan apartemen yang lumayan ketat. Beruntung Kenan memiliki kenalan di gedung ini. Alvaro pun akhirnya bisa masuk kedalam.


Dua kosong satu, nomor apartemen yang Kenan sebut sebagai tempat persembunyian lelaki itu.


Salah satu anak buahnya yang memakai baju seragam jasa antar makanan berdiri di depan pintu. Setelah menekan Bell beberapa kali, barulah pintu di buka dari dalam.


"Ayam geprek satu, mi level satu. Pesanan atas nama Betrant kamar dua kosong satu." ujar pria bertubuh krempeng itu pada wanita muda yang baru saja membukakan pintu.


"Oh bentar ya, orangnya lagi di kamar mandi." sahut wanita itu.


"Iya mbak gak apa apa."


Alvaro menghela nafas kasar, dia sudah tak sabar ingin menerobos masuk.


"Kenapa ada wanita lain di sini. Apa mereka sedang pesta se x?" gumam Alvaro. Dia tak dapat melihat rupa gadis yang membukakan pintu itu, sebab gadis itu hanya membuat daun pintu sebagian saja.


Tak berapa lama, pria bernama Betrant itu datang menghampiri anak buah Alvaro.


"Betapa totalnya?" tanya pria itu dengan suara berat.


"Tujuh puluh lima ribu sama ubahnya." sahut pria ceking itu, sembari memberi kode pada Alvaro bahwa benar pria ini adalah target mereka.


Setelah memberi aba aba mereka langsung mengebrak masuk. Betrant yang tak waspada tak bisa berbuat banyak.

__ADS_1


Alvaro dan orangnya masuk dengan mudah tanpa perlawanan.


Begitu masuk Alvaro langsung melayangkan bogem mentah ke wajah Betrant.


Bukk...


Tubuh Betrant terorong kebelakang hingga membentur sofa. Tapi cepat dia berdiri, sembari menyeka sudut bibirnya yang berdarah dia menatap Alvaro. Betrant tampak kaget melihat siapa yang sudah memukul wajahnya barusan.


"Di mana Iren?! Apa kalian melakukan pesta se ks disini?!" tanya Alvaro dengan rahang mengeras.


Wajah Betran berubah pias. "Dia tidak ada disini." sahut Betran.


Alvaro menyeringai. "Kau pikir aku percaya, bukankah kau yang membawa Iren pergi dari mini market kemarin? Periksa tempat ini, temukan gadis itu. Bawa dia kemari." titah Alvaro dengan wajah mengelam.


Anak buah alvaro berpencar mencari keberadaan Iren. Dari kamar tamu kamar utama ruang kerja dapur bahkan kamar mandi sudah mereka periksa, tapi hasilnya nihil. Iren tak di temukan dimanapun.


"Kami tidak menemukan nona Iren tuan."


"Apa?" Alvaro langsung beralih menatap Betran. Dengan tinjunya yang kokoh dia memukul rahang Betrant hingga pria itu tumbang kebelakang.


"Kau sembunyikan dimana dia, hah?!" bentak Alvaro, sembari menarik kerah jubah mandi Betran hingga pria itu kembali berdiri.


Alvaro tertawa sinis, pria bertubuh kekar itu semakin mengeratkan cengkramannya. "Kau pikir aku percaya setelah apa yang lakukan pada Iren?! Lancang sekali kau menyentuh wanitaku bahkan menanamkan benih di rahimnya. Kau benar benar mencari ajalmu." Alvaro kembali melayangkan tinjunya tepat ketulang rusuk Betrant. Tak ayal tubuh Betrant terjerembab kebelakang menghantam dinding.


Alvaro menggeram marah, merasa di permainkan oleh orang orang Tery.


"Habisi wanita itu. Pria bereng sek ini biar jadi urusanku." ujar Alvaro, membuat wanita yang sedari tadi berusaha diam itu menjerit histeris. Tapi anak buah alvaro cepat mengarahkan tangannya mendekap mulut dan leher wanita itu, hingga tubuhnya kelojotan sesaat lalu tak bergerak sama sekali.


Mata Betrant nyalang menatap pemandangan mengerikan itu. Wanita yang baru saja dia reguk kenikmatannya meregang nyawa tepat di depan matanya.


Dia memang pria dengan kehidupan yang kotor. Tapi membunuh orang secara langsung begitu, tidak pernah dia lakukan. Ini benar benar bukan hal yang baik.


"Alvaro, sepertinya ada kesalahan pahaman disini. Aku memang mendekati Iren atas perintah seseorang. Tapi aku belum pernah menyentuhnya sama sekali." ujar Betrant, setelah menemukan kesadarannya yang sempat hilang.


Alvaro terdiam, dengan sorot matanya yang tajam Alvaro berusaha mendekteksi kejujuran Betrant.


"Aku bersumpah demi apapun. Aku tidak pernah menyentuh Iren."


"Lalu sekarang dimana dia? Bukankah kau yang membawa Iren sebelum dia menghilang."


"Itu benar, aku memaksanya ikut denganku. Tapi saat kami sampai di tempat tujuan, sekelompok orang mengambil Iren. Aku pikir itu adalah orang mu, jadi aku tidak berani mengejar mereka. Percayalah padaku aku tidak bohong. Aku bisa menunjukkan rekaman cctv di tempat kejadian bila kau mau." jelasnya.

__ADS_1


Kalau dia tak pernah di sentuh Betran, lalu dia hamil dengan siapa?


Alvaro kembali menghampiri Betran. "Kau pikir dengan mengatakan semua itu, membuatmu lepas dari hukuman. Kau salah." ujar Alvaro sembari menatap Betrant dengan sorot mata tajam.


"A-Aku hanya ingin kau tau kebenarannya. Aku benar benar tidak menyentuh Iren secuilpun. Lagi pula dia bukan gadis yang gampang di dekati. Aku akui aku sempat tertarik padanya, karena berbeda dengan wanita simpanan yang lain."


"Apa maksudmu dengan wanita simpanan?" tanya Alvaro sembari mengerutkan keningnya.


Bukankah dia hanya wanita simpananmu?"


"Bangsat, berani sekali mulutmu bicara begitu pada wanitaku, hah!" bentak Alvaro, kembali dia melayangkan tinjunya ke tubuh Betrant. Pukulan yang membabi buta, membuat Betran terlihat seperti samsak tinju. Dia hanya mampu melindungi tubuhnya dari pukulan Alvaro tanpa bisa melawan.


Tubuh Betrant luruh kelatai tak sadarkan diri. Barulah Alvaro berhenti memukul.


"Bereskan semua ini jangan ada jejak yang tertinggal." ujar Alvaro sebelum keluar dari tempat ini.


* * * * * *


Alvaro mondar mandir di depan jendela kamarnya sembari mengumpat geram. Sesekali dia melayangkan pukulan pada apa saja dihadapannya.


Sudah dua hari ini dia menyekap Betran di markasnya. Apa yang di ucapkan Betran ternyata benar. Berkat keahlian Kenan, Alvaro bisa melihat rekaman cctv yang sudah di hapus Tery. Rekaman yang memperlihatkan pertemuan Iren juga Betran belum lama ini. Ucapan pria itu benar, tidak ada yang terjadi antara mereka.


Yang membuat Alvaro tak tenang adalah keterangan Dokter Ana. Menuturnya wanita bisa hamil walau sudah minum pil kb. Dalam kasus ini, Dokter Ana sendiri pernah menemukan kasus seperti ini pada pasien yang dia tangani.


Menurut Dokter Ana, kemungkinan besar anak dalam kandungan Iren adalah anaknya. Mendengar itu Alvaro hampir gila memikirkannya.


"Jadi dia benar anakku." gumam Alvaro sembari ngusap wajahnya kasar.


Bayangan wajah marah Iren saat dia menuduh gadis itu berselingkuh membuat dadanya sesak. Tapi kenapa dia mengakui perbuatan yang tak pernah dia lakukan sama sekali. Bukankah ini gila.


"Itu caranya melepas diri dari cengkramanmu. Dia bukan gadis nakal yang dengan senang hati mau di jadikan simpanan. Kau harusnya menyadari itu." Itu yang di ucapkan Kenan tempo hari saat dia mengatakan unek unek nya. Membuat kepalanya mau pecah memikirkannya.


"Cari gadis itu, walau harus menggali lubang semut sekalipun."


.


Bersambung


Hay readers emak 👋👋 terimakasih atas dukungan di karya emak sampai sejauh ini. Emak mohon bantuannya buat para readers agar ninggalin jejak di setiap eposod. Karena like dan komen dari pembaca sangat membantu pertumbuhan karya emak.


Sekali lagi terimakasih buat dukungannya 🙏🙏🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2