Jeratan Cinta Tuan Mafia

Jeratan Cinta Tuan Mafia
Eps 104 Drama kehamilan


__ADS_3

Mike akhirnya menyerah, ia tidak bisa bertahan dengan pikirannya sendiri apalagi setelah Embun mulai mendekat dan menyatukan kedua bibir mereka


Logikanya pun seakan berganti dengan kenikmatan yang juga ia inginkan. Kelembutan bibir ranum istrinya serta sentuhan-sentuhan istrinya seakan menyentuh titik-titik sarafnya yang perlahan membuat kejantanan menegak bangkit


Mungkin karena sudah lama tidak melakukannya atau karena percintaan kali ini istrinya terasa berbeda dari biasanya, caranya menatap seakan begitu memujanya padahal hampir setiap malam Embun tidak melewatkan ritualnya mengelus tubuh kekar suaminya


Ciuman terlepas dengan nafas Embun yang sedikit terengah juga dengan bibir yang sedikit membengkak


Embun membantu melepaskan pakaian yang di kenakan suaminya, padahal biasanya Mike yang akan selalu melakukannya ketika mereka bercinta


Tapi hormon kehamilan lagi-lagi membuatnya tidak sabar ingin menyentuh setiap sudut tubuh suaminya. Ia bahkan tidak membiarkan Mike melakukan apa-apa karena ia sudah lebih dulu menikmati keindahan yang terpampang di depan matanya


Mike mengerang pelan, saat bibir Embun menyapu lembut keperkasaannya. Ia seakan terbang akan permainan Embun yang ia sendiri tidak tau dimana istrinya itu pelajari


Mungkin bila di biarkan, Mike bisa saja memuntahkan benihnya dalam bibir yang kini tengah memijat lembut miliknya namun Mike tentu saja lebih menginginkan sesuatu yang lembut milik istrinya di bawah sana


Ia merubah posisi dengan mengungkung Embun di bawah lengan kekarnya. Merobek asal lingerie yang di gunakan Embun dan melemparkannya

__ADS_1


Membenamkan wajahnya pada benda padat berisi yang terlihat semakin menjulang menantangnya. Memainkan puncaknya yang kemerahan hingga suara parau pemiliknya kembali terdengar


Ia tidak berlama-lama disana, karena sadar mereka berdua menginginkan pelepasan yang sesungguhnya


Penghalang yang terakhir pun sudah tersingkir, seakan memberikan jalan bagi miliknya untuk segera bertemu dengan sesuatu yang basah dan sudah mendambanya sejak tadi


Keduanya pun terlarut dalam ritme dan irama yang membawa mereka sampai pada titik kenikmatan yang sesungguhnya.


"Perutmu tidak sakit kan? apa anak kita baik-baik saja?" Mike terdengar khawatir saat ia baru saja tersadar dengan apa yang sudah mereka lakukan


"Tidak apa-apa. Dia baik-baik saja" Embun mengusap wajah suaminya menenangkan


Melihat hal itu, Mike menarik selimut dan membungkus tubuh polos istrinya. Sebenarnya ia pun sama lelahnya hanya saja ada beberapa pekerjaan yang harus ia selesaikan.


*


*

__ADS_1


Pagi harinya, Embun di bangunkan dengan perutnya yang bergejolak. Sedikit berlari ia menuju ke toilet untuk mengeluarkan isi perutnya


Saking asiknya semalam, ia sampai lupa untuk mengisi perutnya setelah sebelumnya sempat ia keluarkan alhasil rasa perih makin menjadi di tenggorokannya saat tidak ada lagi yang bisa ia keluarkan dari sana


Mike membantu memapah tubuh Embun yang lemas. Ia tidak tega melihat wajah pucat istrinya seakan tidak ada darah yang mengalir disana


Dengan iba, Mike mengangsurkan gelas berisi air mineral pada istrinya setelah itu membantunya untuk kembali berbaring.


"Makan sedikit saja, aku khawatir dia kenapa-napa di dalam sana karena perut ibunya tidak terisi makanan" Mike menyodorkan sepiring nasi beserta lauknya kehadapan Embun yang langsung menutup hidungnya karena bau menyengat makanan itu


"Sedikit saja, aku mohon sayang" pinta Mike saat melihat gelagat istrinya yang seperti hendak menolak makanan yang di bawanya


Dengan hidung yang masih tertutup, Embun membuka mulutnya dan mengunyah makanan itu dengan terpaksa karena tidak tega dengan anak serta suaminya


Namun, baru dua kali suapan perutnya kembali menolak makanan yang baru saja menyentuh lambungnya. Kembali berlari Embun meninggalkan Mike untuk mengeluarkan makanan yang bahkan belum lima menit bertahan dalam perutnya


Mike ikut menyusul di belakangnya. Dengan sabar memijat tengkuk Embun karena hanya itu yang bisa ia lakukan.

__ADS_1


Embun berusaha berdiri untuk mencuci mulutnya di wastafel dengan bantuan suaminya, tapi belum juga tegak berdiri ia merasa pandangannya berputar dan gelap hingga akhirnya ia ambruk dengan lengan Mike yang menahannya


__ADS_2