
Sore harinya seperti yang sudah di katakan oleh Mike, mereka mengunjungi sebuah butik ternama yang memiliki koleksi gaun pernikahan untuk memilih gaun yang nantinya akan mereka kenakan saat pernikahan
Embun mencoba beberapa jenis pakaian, dan Mike lah yang menjadi juri tentang pakaian mana yang nantinya akan kekasihnya itu kenakan
Akhirnya setelah hampir dua jam memilih, Mike menjatuhkan pilihannya pada dua buah gaun yang tidak begitu seksi menurut pandangan matanya karena ia tidak mau tubuh calon istrinya akan menjadi santapan mata para tamunya
Gaun-gaun itu akan Embun gunakan pada siang dan malam hari karena pesta pernikahannya kali ini akan di adakan selama seharian penuh sehingga Mike memilih untuk memberikan dua gaun indah sebagai hadiah pertama pada calon istrinya
Embun hanya menekuk wajahnya ketika mereka meninggalkan butik. Ia merasa Mike keterlaluan karena membuatnya harus bergonta-ganti pakaian berkali-kali
"Tidak lama lagi kita akan menikah, kenapa wajahmu malah terlihat murung?" Mike mengusap pipi Embun dengan sebelah tangannya yang masih berada di kemudi mobil
Embun tidak menjawab, ia masih merasa kesal sehingga mengabaikan pertanyaan dari calon suaminya itu
__ADS_1
"Marah?" Mike menepikan mobilnya. Meski merasa keterlaluan tapi tadi ia merasa harus memberikan yang terbaik bagi Embun
"Aku hanya tidak enak karena merasa pesta pernikahan yang kamu persiapkan terlalu berlebihan untuk diriku yang bukan siapa-siapa ini"
Embun merasa rendah diri, dirinya hanyalah seorang gadis yang datang dari sebuah desa kecil bahkan tidak memiliki apa-apa untuk di banggakan. Ia merasa takut kalau kekurangannya itu akan menjadi cambuk untuk menjatuhkan Mike nantinya
"Lihat aku!" Embun mengangkat wajah yang sedari tadi ditundukkannya
"Semua yang aku lakukan semata-mata untuk menunjukkan bahwa aku sepenuhnya memilihmu bukan karena aku menginginkan tubuhmu melainkan karena aku benar-benar mencintaimu"
"Aku akan menunggu sampai nanti kamu bisa menerima kehadiranku di sisimu. Tidak perlu terburu-buru karena aku yang akan membuatmu bisa menerima cintaku yang tulus"
Embun mengangguk sembari tersenyum pada Mike. Kini ia yakin kelak ia juga akan mencoba untuk mulai membuka hatinya untuk pria yang sebentar lagi akan menjadi suaminya
__ADS_1
"Hmm…apa salah kalau aku berbahagia dalam masa berkabung begini?" tanya Embun ragu, karena bagaimanapun juga sebulan itu masih dalam masa dirinya berduka
"Semua orang berhak bahagia termasuk kamu. Mungkin pemilihan waktunya yang salah tapi tidak semua hal harus kita beritahukan alasannya pada orang lain"
"Ingat yang menjalani semua ini kita berdua, orang lain cukup tau kebahagiaan kita tanpa perlu tau bagaimana proses kita mencapai kebahagiaan itu"
Embun tersenyum. Pria yang ia kenal menyebalkan saat awal pertama bertemu ternyata memiliki sisi lain yang cukup membuatnya terkesan
Perkataan Mike setidaknya membuatnya sedikit bernafas lega. Kekhawatiran tidak beralasan yang dirasakannya perlahan menguap.
"Apa aku boleh ikut mempersiapkan pernikahan kita? bagaimanapun ini yang pertama buatku dan aku selalu ingin mempersiapkan pernikahanku sendiri"
Kini bergantian Mike yang tersenyum. Kalau cuma hal sepele seperti itu tentu saja Mike akan menyetujuinya
__ADS_1
"Lakukan apapun yang kau inginkan"
Setelahnya, keduanya pun kembali pulang kerumah karena mulai besok mereka akan mulai pada kesibukannya masing-masing