
Bersembunyi bagai seorang pengecut bukan lah bagian dari diri James, hanya saja keadaan membuatnya harus melarikan diri dari kehidupannya yang sesungguhnya untuk sementara waktu
Kota Den Haag yang merupakan salah satu kota di Belanda yang memiliki jumlah penduduk terpadat ketiga di negara tersebut menjadi tempat yang dipilih James untuk tinggal
Pernah memiliki kenangan masa kecil yang menyenangkan disana, membuat James tidak terlalu merasa bosan karena ia seperti kembali ke masa dimana neneknya masih hidup
Erik yang menemaninya selama disana, sekaligus orang yang selalu memberikan informasi terkait dengan kelompok mereka yang kini masih dirundung duka akibat kehilangan banyak anggotanya
Luka yang di alami James sudah mulai membaik setelah mendapat penanganan yang tepat dari dokter. Meskipun luka tusukan itu mengakibatkan beberapa sarafnya terputus dan membuatnya kesulitan berjalan, namun dokter mengatakan pria itu dapat kembali berjalan normal tapi dalam waktu yang lama
Karena luka itu juga lah yang membuatnya harus menyembunyikan dirinya untuk sementara waktu hingga nanti ia akan kembali untuk menemui Mike dan merebut gadis itu kembali
Sebenarnya ia tidak tau apakah rasa sukanya pada Embun hanya sebuah obsesi atau kah memang benar-benar perasaan yang tulus dari dalam hatinya
Tapi satu yang pasti, ia tidak pernah menerima kekalahan yang sama untuk kedua kalinya dalam hidupnya terlebih lagi terhadap musuh bebuyutannya
__ADS_1
*
*
Mike membawa Embun pulang ke rumahnya setelah dokter mengatakan kondisinya sudah lebih baik. Meski kehadirannya tidak membuat gadis itu histeris seperti saat ia bertemu dengan orang yang tidak di kenalnya namun Mike tetap menjaga jaraknya dan berusaha untuk tidak menyentuh gadis itu
Di rumahnya Embun menempati kamar yang biasa di gunakan olehnya ketika menginap disana. Ia hanya ingin Embun merasa nyaman serta kembali mengingat kenangan manis ketika mereka bersama
Berharap Embun bisa mengingat bahwa sentuhannya tidak akan pernah menyakitinya tetapi justru akan membawa rasa aman di dalam hatinya
Kembali berharap Embun bisa percaya padanya dan harapan-harapan lain yang ia sendiri tidak tau kapan akan terwujud
Kasur yang waktu itu hanya tertutup oleh selembar seprei putih kini telah berganti warna, lemari di kamar itu pun kini telah berisi pakaian perempuan yang sepertinya di beli untuknya
Ia menikmati tiap kenyamanan yang di rasakan nya saat menyentuh seisi kamar tersebut dalam tatapan sayu Mike yang tidak lekat memandangnya
__ADS_1
Meski hingga kini ia enggan untuk berbicara sekalipun terhadap Mike, pria yang sudah menyelamatkannya. Namun, ia tetap bersyukur tubuhnya tidak menolak kehadiran pria itu di sisinya
"Beristirahat lah, keadaanmu masih belum pulih" Embun tidak berbalik atau pun menjawab perkataan Mike, ia hanya mengangguk mengiyakan
"Sore nanti dokter Niken akan berkunjung kesini untuk melihat keadaanmu" Embun terdiam di tempatnya.
Sejujurnya ia belum siap bertemu siapapun yang tidak di kenalnya. Meskipun Mike sudah mengatakan kalau dokter Niken merupakan seorang psikiater yang akan membantunya untuk mengobati trauma yang di alaminya saat ini, namun tetap saja ia tidak mengenal dokter itu sehingga rasa tidak nyaman menyelimuti hatinya
"Maaf, aku belum siap" lirih Embun
Mike memaklumi dan tidak akan memaksakan kehendaknya. Setidaknya Embun sudah mau mengatakan keinginannya meskipun berapa hari ini baru kata-kata itu saja yang keluar dari mulutnya
"Tidak apa-apa. Aku akan mengatakan padanya untuk kembali besok saja. Kau mungkin lelah jadi beristirahatlah. Kalau butuh sesuatu aku ada di kamar"
Embun kembali mengangguk tanpa melihat ke arah Mike yang tengah berjalan keluar dari kamarnya itu
__ADS_1
Ia yang tidak menyukai kesendirian kini justru merasa nyaman dengan hal itu. Ia yang tidak mau mengingat kejadian menakutkan itu tapi ingatan itu selalu saja mengusik dirinya
Ia menangis terisak, mengeluarkan segala yang terhimpit di dadanya. Berharap bisa melegakan hatinya meskipun tidak akan bisa membuat hidupnya kembali seperti sebelumnya