Jeratan Cinta Tuan Mafia

Jeratan Cinta Tuan Mafia
Eps 53 Khawatir


__ADS_3

Mike masih berdiri di balik pintu kamar Embun yang telah menutup. ia bisa mendengar suara Isak tangis dari gadis itu namun ia hanya bisa mendengarkan saja melalui pintu yang memisahkan mereka


Ia tidak bisa memberikan pelukan untuk menenangkannya,hal itu yang membuat hatinya sakit, terlebih di setiap malam Embun akan memimpikan kejadian itu berulang kali dan hanya bisa di tenangkan oleh sebuah suntikan


Mike menyeka sudut matanya, ia mengambil ponselnya dan mengabarkan kepada dokter Niken tentang penolakan Embun atas kedatangannya hari ini


"Tidak apa tuan, kita harus memberikan waktu pada pasien untuk menenangkan dirinya sendiri" ucap dokter Niken saat mengetahui maksud Mike menghubunginya


"Dokter bisa berkunjung kesini keesokan harinya, apa dokter tidak keberatan?" Tanya Mike ragu


"Baiklah bila tuan mengizinkan, besok saya akan datang untuk menemui nona Embun"


"Kalau begitu terimakasih dok, saya tunggu kehadirannya besok"


"Sama-sama tuan"


Sambungan telepon terputus. Mike melangkah menuju kamarnya yang terletak di lantai dua rumah tersebut. 


Untuk sementara ia hanya akan menggunakan kamar itu untuk mandi dan berganti pakaian saja selebihnya ia akan mempergunakan kamar yang berada di dekat kamar Embun untuk beristirahat dan tidur 


Walaupun kurang nyaman tapi ia lebih memilih tetap berada di dekat gadis itu hingga nanti keadaannya bisa kembali seperti semula


*

__ADS_1


*


Max sudah kembali ke Jakarta dengan membawa kabar baik tentang kemenangan mereka di sidang terakhir kemarin. Namun, kemenangan itu masih belum ia sampaikan pada Mike karena mengetahui kalau putranya itu baru saja mengalami hal yang buruk


Meskipun terkesan cuek dan tidak perduli tapi Max selalu mengetahui apa yang selalu putranya itu lakukan, sehingga ketika mengetahui putranya itu menyukai seorang gadis ia memberikan kebebasan padanya untuk mengejar kebahagiaannya


"Bagaimana keadaan gadis itu?" tanya Max pada asistennya


"Nona Embun masih menjalani pengobatan untuk mengatasi trauma yang di alaminya tuan. Saat ini juga nona Embun berada di kediaman tuan muda"


"Jadi Mike membawa gadis itu pulang ke rumahnya?"


"Benar tuan. Sepertinya kali ini tuan muda memiliki perasaan khusus pada nona Embun"


"Tentu saja sudah tuan. Semua datanya sudah berada di meja anda"


Max mulai membaca data diri Embun. Ia tidak akan mempermasalahkan Embun yang berasal dari keluarga biasa untuk menjalin hubungan dengan putranya. Selama Mike menyukainya, ia akan mendukung sepenuhnya pilihan putranya itu


"Kapan sidang Edwar akan di gelar?"


"Minggu depan rencananya sidangnya akan di langsungkan tuan"


"Kalau begitu, antar aku kesana. Aku ingin menemuinya"

__ADS_1


Pak Abbas mengangguk kemudian berjalan lebih dulu keluar dari dari ruangan tuannya untuk mempersiapkan kendaraan


Sementara itu di sebuah restoran yang letaknya tidak begitu jauh dari Jarvis Company, Nabila tengah menikmati makan siangnya dengan Bian.


Hubungan keduanya tidak lagi di tutupi sehingga mereka sekarang lebih leluasa menunjukkan kemesraannya.


"Embun akan baik-baik saja, kau tidak perlu khawatir seperti itu" Bian menggenggam tangan Nabila yang sejak kehilangan Embun lebih banyak diam dan mengabaikannya


"Pak Lio mengatakan kalau Embun baik-baik saja tapi kenapa perasaanku mengatakan kalau Embun tidak dalam keadaan baik" lirih Nabila


"Pimpinan kita pasti akan menjaga Embun dengan baik. Kamu pasti bisa melihat bagaimana pimpinan begitu mengkhawatirkan Embun ketika ia menghilang hari itu?"


Mereka sudah sering membicarakan tentang hubungan Embun dan Mike yang mereka anggap mustahil karena setahu mereka Embun bukanlah tipe pasangan yang di inginkan oleh pimpinan mereka


Namun melihat betapa Mike begitu menyayangi Embun, membuat mereka kembali berfikir kalau selama ini bukan Embun yang mengejar Mike melainkan sebaliknya


"Pimpinan masih belum membolehkan aku untuk bertemu dengan Embun, padahal aku hanya ingin melihat keadaannya saja"


Bian bisa memahami perasaan Nabila saat ini. Sedikit banyaknya ia sudah tau tentang kehidupan yang Embun jalani dari cerita Nabila padanya


Merasa menjadi kakak sekaligus orang tua yang menjaga gadis itu tentu saja menjadi beban tersendiri bagi Nabila


"Aku percaya,tidak lama lagi kau pasti akan bertemu dengan Embun"

__ADS_1


__ADS_2