Jeratan Cinta Tuan Mafia

Jeratan Cinta Tuan Mafia
Eps 35 Menunda keberangkatan


__ADS_3

Embun merasa belum begitu lama tertidur, namun sesuatu yang hangat tiba-tiba mengusik tidurnya. Ia membuka mata dan mendapati Mike sudah memejamkan matanya, namun dengan kedua bibir mereka yang saling bertaut


Malam ini ia ingin sedikit egois, menikmati kehangatan yang Mike berikan sekalipun ia sadar apa yang ia lakukan ini bisa saja membawanya pada kejadian yang akan ia sesali seumur hidupnya


Tapi Embun tidak lagi memperdulikan hal itu, dengan ujungnya jarinya Embun menyusuri bulu halus yang membingkai wajah tampan Mike


Cukup lama ia menikmati keindahan di depan matanya, begitu juga dengan jarinya yang seakan tidak ingin berpindah dari sana


Hingga kedua mata dengan manik coklat itu membuka dan beradu pandang dengannya. Perlahan Embun menarik tangannya dari wajah Mike, namun Mike menghentikan gerakannya dengan semakin memperdalam ciuman mereka


Meski sedikit menuntut, entah mengapa Embun tidak merasa kesal akan hal itu. Tangganya yang semula menggantung pun sudah ia lingkarkan ke belakang leher Mike


Merasakan Embun yang juga menyambut sentuhannya, Mike makin mendekap erat tubuh Embun hingga ia bisa merasakan kedua benda kenyal yang masih terbungkus baju itu menyentuhnya


Terdorong hasrat dan juga rasa penasarannya, Mike mulai melepaskan tiap kancing kemeja yang di gunakan Embun hingga memperlihatkan sesuatu yang masih terbungkus dalaman berwarna hitam seperti akan mencuat keluar dari tempatnya


Mike mulai menyentuh sesuatu yang ternyata cukup penuh di tangannya padahal melihat tubuh mungil Embun, tidak akan ada yang bisa membayangkan bahwa miliknya akan seperti ini


Sentuhan Mike membuat Embun tidak bisa lagi menahan mulutnya untuk tidak mengeluarkan suara khas percintaan, bahkan tangannya mulai mengacak rambut pria itu


Sapuan bibir Mike yang menyentuh kulitnya, membuat darahnya berdesir hingga keinginan untuk melakukan yang lebih dari ini pun seakan menari dalam otaknya


Kemahiran dan pengalaman Mike ternyata benar-benar ia gunakan pada Embun yang selama ini tidak pernah melakukan kontak fisik dengan lelaki manapun


Embun merasa melayang ke angkasa padahal yang Mike lakukan masih setengah jalan menuju kepuasan yang sebenarnya tapi Embun yang baru saja merasakan hal itu sudah merasa tubuhnya lemas tidak berdaya

__ADS_1


Mike yang menyadari Embun telah sampai pada klimaksnya, hanya bisa tersenyum bangga ternyata tanpa harus menyentuh sesuatu yang juga ingin ia sentuh itu sudah bisa membuat gadis itu merasakan gejolak yang baru kali ini ia rasakan


Mike menarik selimut untuk menutupi tubuh bagian atas Embun, cukup sampai disitu saja untuk malam ini. Ia tidak mau melakukan hal yang lebih dari pada ini walaupun ia juga bersusah payah untuk menahan dirinya sendiri


Ia hanya tidak ingin berbuat bejat pada gadis polos yang belum menjadi apa-apanya. Mungkin nanti ketika gadis itu menerima perasaannya baru lah ia berani melakukan hal yang lebih dari ini


Embun sudah tertidur, dan Mike merebahkan dirinya di samping gadis itu memejamkan matanya sambil memeluk tubuh gadis itu


*


*


*


Embun memicingkan matanya saat sinar matahari mulai masuk di balik celah gorden di dalam kamar yang ia tempati


Kilatan kedekatannya dengan Mike semalam menari di kepalanya. Ia menutup mulutnya, ketika mengingat bagaimana ia begitu menikmati setiap sentuhan yang pria itu berikan


Hingga akhirnya tangannya menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang polos, ia merasa malu apalagi harus bertemu muka dengan keadaannya yang seperti itu


Embun sebisa mungkin bergerak tanpa menimbulkan suara yang bisa membuat pria itu terbangun, dengan segera ia menyambar kemeja serta ********** yang teronggok di lantai kemudian berjalan keluar dari kamar itu


Di dalam kamar kecil, Embun mencuci mukanya dan bisa ia lihat disebagian tubuhnya Mike telah memberikan cap tanda kepemilikan yang Embun sendiri tidak tau kapan Mike meninggalkannya disana


Merasa malu akan hal itu, Embun segera mengenakan kemejanya kemudian keluar dari sana untuk membuat sarapan buat Mike yang semalam sudah menolongnya.

__ADS_1


Mike terbangun namun tidak mendapati Embun berada di sampingnya, setelah meregangkan badannya Mike berjalan keluar dan melihat Embun tengah berada di dapur seperti sedang menyiapkan sesuatu


Tidak mau menggangu gadis itu, Mike memilih membersihkan dirinya dan bersiap karena sebentar lagi ia harus segera berangkat ke kantor


"Aku akan ke kantor, apa kau mau ikut atau mau tetap berada disini?" tanya Mike yang telah duduk di meja makan dengan pakaian kerjanya


"Aku pulang saja, tidak enak kalau harus merepotkan anda disini" jawab Embun meletakkan secangkir kopi dan roti bakar di hadapan Mike, tapi dengan wajah menunduk menghindari kontak mata dengan Mike


"Aku tidak merasa direpotkan, lagipula apa kau yakin akan pulang dengan keadaan begitu?"


"Maksud anda?" tanya Embun tidak mengerti


"Matamu bengkak dan di lehermu penuh dengan tanda dariku."


Embun memegang lehernya mengerti akan maksud Mike, ia juga sebenarnya takut Nabila mempertanyakan hal itu padanya sedangkan ia tidak tau cara menghilangkan tanda itu. Tapi untuk mengatakan ingin tetap berada di rumah pria itu rasanya tidak enak, apalagi ia takut akan khilaf seperti semalam


"Kau tidak perlu takut kejadian semalam akan terulang, aku tidak akan menyentuhmu lebih dari itu. Aku akan menunggu melakukan hal yang lebih dari itu, saat nanti kau sudah menjadi milikku"


Embun tertegun mendengar perkataan Mike, ia masih mencerna setiap kata yang di ucapkan Mike padanya. Rasanya baru saja pria itu mengatakan isi hatinya pada Embun, namun Embun tidak mau salah menanggapi dan lebih menganggap kalau tadi ia salah dengar


"Bersihkan dirimu dan gunakan salah satu bajuku yang ada di kamar. Aku harus ke kantor karena masih banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan. Aku usahakan secepatnya kembali agar kau tidak kesepian"


Mike mengecup puncak kepala Embun yang masih mematung di tempatnya karena gerakan tiba-tiba yang Mike lakukan


Setelah itu ia berjalan keluar dengan perasaan yang membuncah menuju mobil yang sudah terparkir dan Lio yang berada di balik kemudinya

__ADS_1


"Batalkan keberangkatan ku hari ini"


__ADS_2