Jeratan Cinta Tuan Mafia

Jeratan Cinta Tuan Mafia
Eps 17 Alasan Max


__ADS_3

Setibanya Mike di Jakarta ia tidak langsung beristirahat padahal waktu tidur yang terkadang hanya beberapa jam saja selama di Kalimantan tidak membuatnya merasa kelelahan, ia masih saja terus terlihat sibuk dengan berkas-berkas yang berserakan di atas meja kerjanya


Apalagi saat ia membaca email yang di kirimkan Lio tadi pagi padanya makin membuat kepalanya seakan ingin meledak, tidak ia sangka setengah dari pekerjanya melakukan kecurangan yang telah merugikan perusahaan dalam jumlah yang mengejutkan


Dengan membawa bukti-bukti yang ia temukan, Mike berangkat menuju ke mansion Jarvis tempat papanya tinggal karena saat ini cuma papanya yang bisa menjelaskan tentang permasalahan yang sedang di alami oleh perusahaannya itu


Mansion Jarvis merupakan salah satu mansion mewah yang berada di Jakarta, kesan mewah sendiri mulai terlihat saat memasuki pelataran mansion yang di dominasi dengan kendaraan mewah yang berbaris rapi


Terdapat dua bangunan di Mansion ini yang mana bangun terbesar merupakan Mansion utama tempat tuan Jarvis dan istrinya serta anak perempuannya tinggal sedangkan bangunan yang lebih kecil dan berada di belakang mansion utama biasanya di peruntukan bagi tamu yang ingin menginap


"Hai Mike, lama tidak bertemu bagaimana kabarmu nak?" sapa Amber istri papanya


"Baik, papa mana?" jawab Mike acuh sambil duduk di sofa besar di mansion itu


"Papa lagi mandi, biar mama panggil papa dulu tapi sambil menunggu kau mau minum apa biar mama siapkan"


"Tidak perlu repot, aku hanya sebentar disini"


"Baiklah tapi kalau kau butuh sesuatu bilang saja pada pelayan" ucapnya lagi seraya meninggalkan Mike sendirian disana


Mata Mike kembali menelusuri mansion yang tidak berubah sejak terakhir kali ia tinggalkan. Di mansion ini dulu ia tinggali bersama mama dan papanya namun saat mamanya meninggal dan papanya kembali menikah ia memilih untuk keluar dari sana dan menempati rumah orang tuanya dulu saat mereka baru menikah


Ada kenangan indah yang masih membekas di ingatannya namun tidak sedikit juga kenangan buruk yang tersisa dari bangunan besar itu

__ADS_1


"Papa menunggu di ruang kerjanya, kamu kesana dulu nanti mama bawakan minuman untuk kalian berdua" ucapan Amber menyadarkannya dari lamunan, papanya selalu saja tau apa yang dipikirkannya padahal ia belum mengatakan apa-apa mungkin itulah alasannya mengajaknya berbicara berdua disana


"Sejauh mana papa mengetahui tentang kecurangan yang terjadi di perusahaan?" tanya Mike seraya meletakkan setumpuk dokumen di hadapan papanya, ia tidak pernah mau berbasa basi karena selama ini pembicaraan dengan papanya hanya sebatas hal yang serius tidak seperti kebanyakan anak dan orang tuanya


"Tidak papa sangka kau menyadarinya begitu cepat" max menatap putranya yang kini duduk di kursi di depannya


"Apa alasan papa membiarkannya selama ini?"Max menghela nafas panjang, bukan berarti ia sengaja menutup mata dengan permasalahan ini hanya saja ia memiliki pertimbangan sendiri yang membuatnya berat menjatuhkan hukuman pada pekerjanya yang bersalah karena akibat bila ia salah dalam membuat keputusan berdampak besar pada perusahaan yang sudah ia bangun susah payah itu


"Papa memulai usaha itu saat papa dan mama menikah, bukan satu dua kali saja papa mengalami kegagalan saat membangun sebuah usaha namun pahit manisnya bisa terlewati berkat kehadiran mamamu disisi papa"


Mike terdiam, ia hanya menjadi pendengar yang baik tanpa berniat memotong sedikitpun perkataan papanya


"Waktu itu saat kelahiran mu, usaha papa mengalami kerugian dan berada di ambang kehancuran hingga Edwar datang memberikan bantuan pada papa"


"Semenjak Edwar bergabung, perusahaan pulih sedikit demi sedikit.Ia mengatur keuangan perusahaan yang selama ini berantakan bahkan ia juga yang memperkenalkan papa pada orang-orang yang bekerja sama dengan perusahaan kita hingga saat ini"


"Papa tidak tau darimana Edwar mengenal orang-orang itu karena setiap papa tanyakan ia hanya menjawab kalau dulu ia pernah bekerja di perusahaan yang bergerak di bidang yang sama dengan perusahaan papa"


"Lama kelamaan perusahaan makin berkembang pesat itu pun tidak luput dari bantuan tangan dingin Edwar namun suatu hari papa di buat terkejut dengan laporan Abbas mengenai kecurangan yang di lakukan Edwar selama ini"


"Ia memanipulasi laporan keuangan perusahaan hingga perusahaan mengalami kerugian yang begitu besar bahkan ia juga menempatkan beberapa orang kepercayaannya di anak cabang perusahaan kita dengan tujuan untuk menggelapkan hasil tambang yang nantinya akan ia jual dan hasilnya ia nikmati sendiri"


Obrolan itu kembali terhenti saat Amber membawakan minuman untuk mereka berdua

__ADS_1


"Awalnya papa mengira ia melakukan semua itu karena papa yang tidak memberikan gaji yang sesuai dengan bantuannya selama ini makanya papa diam dan berpura-pura tidak mengetahui yang ia lakukan tapi keserakahan sepertinya sudah menguasai hatinya"


"Papa sempat mencari informasi tentang Edwar meskipun harusnya papa melakukan itu jauh sebelum papa menerimanya bekerja dan dari informasi itu papa tau kalau Edwar sebenarnya berasal dari keluarga kaya yang karena adanya permasalahan membuat Edwar di usir dari rumah"


"Dendam serta amarah yang menyelimuti hatinya membuat ia berusaha keras untuk bisa berada sejajar dengan keluarga yang telah membuangnya itu sayangnya ia mengorbankan papa demi mencapai tujuannya itu"


Mike akhirnya mengerti alasan yang mendasari papanya tidak bisa berbuat banyak mengenai hal ini, pertemanan serta rasa terima kasih menjadi penghalang ia menjatuhkan hukuman pada orang yang bersalah itu


"Maaf papa sudah menempatkan mu pada posisi yang sulit" meskipun terdengar aneh namun Mike bisa melihat ketulusan dari ucapan papanya


"Aku tetap akan melakukan hal yang bertolak belakang dengan yang papa lakukan"


"Terserah padamu, papa yakin kamu mampu menyelesaikan permasalahan ini dengan baik"


"Meskipun nasib perusahaan yang menjadi taruhannya?"


"Papa tidak keberatan kalau nantinya harus kehilangan perusahaan ini"


"Aku tidak berjanji bisa menyelamatkan perusahaan ini tapi aku akan berusaha untuk bertahan sampai akhir"


Max tersenyum lembut, ia selalu bisa menaruh harapan besar terhadap putra semata wayangnya itu meskipun hubungan keduanya tidak harmonis namun kasih sayangnya tidak sedikitpun berkurang sekalipun dalam penyampaian yang sedikit berbeda


Ia menatap punggung tegak itu berlalu dari hadapannya, tanpa ucapan perpisahan namun penuh kelegaan karena akhirnya bisa menceritakan hal yang selama ini ia sembunyikan

__ADS_1


__ADS_2