Jeratan Cinta Tuan Mafia

Jeratan Cinta Tuan Mafia
Eps 43 Di sandera


__ADS_3

Embun terbangun di sebuah tempat yang sangat asing baginya. Kepalanya sedikit pusing, namun sekuat tenaga ia berusaha untuk mengangkat tubuhnya yang sedang berbaring di ranjang dengan kedua tangan dan kaki terikat


"Akhirnya kau bangun juga nona!"


Embun menatap pria yang menyapanya, ia tidak mengenali pria itu dan juga orang-orang yang berada di sekitarnya


"Siapa kau? aku tidak merasa mengenalmu"


Pria yang tidak lain adalah James itu menarik sudut bibirnya. Menurutnya Embun sangat menarik karena gadis itu sepertinya tidak takut melihatnya,tidak seperti gadis lain yang langsung ketakutan setiap bertemu dengannya


"Apa penting untukmu mengetahui siapa aku?"


"Setidaknya kalau kau sampai membunuhku disini, aku sudah mengetahui namamu dan rohku nanti tidak akan gentayangan karena penasaran"


Semua orang yang mendengar ucapan Embun tertawa, di tengah ketakutannya gadis itu ternyata masih bisa membuat lelucon untuk menghibur dirinya sendiri


"Baiklah, perkenalkan namaku James. Apa ada lagi yang ingin kau tanyakan nona?" James menarik kursinya mendekat di samping ranjang yang di gunakan Embun


"Kenapa kau membawaku kesini?" Meski ketakutan Embun berusaha untuk menutupinya, ia sadar berhadapan dengan orang jahat setidaknya tidak boleh memperlihatkan kelemahan diri kita


"Kalau aku menjawabnya, apakah kau mau menjadi kekasihku cantik?"

__ADS_1


Embun mencibir, tidak ia sangka seseorang seperti Mike muncul lagi di hadapannya. Memaksa seorang perempuan untuk menjadi kekasihnya, padahal perempuan itu belum tentu mau dengannya


"Terserah kalau kau tidak mau menjawabnya" Embun memalingkan wajahnya, ia tidak mau menatap wajah tampan tapi membuatnya ketakutan hanya karena memandangnya


"Aku paling tidak suka kalau seseorang memalingkan wajahnya dariku!" desis James sembari mencengkram wajah Embun


Embun meringis, cengkraman tangan pria itu sangat kuat seakan ingin mematahkan tulangnya


"Kalau kau tidak mau berakhir buruk, jangan pernah membuatku kesal karena aku tidak akan segan untuk melukai wajahmu yang cantik ini" James menghempaskan tangannya hingga membuat Embun kembali terjerembab di kasur


Ia tidak menyangka akan bernasib buruk seperti ini, di sandera oleh seseorang yang bahkan tidak di kenalnya dan di perlakukan dengan kasar


Ia hanya bisa berharap Mike datang dan membebaskannya meskipun ia juga tidak yakin kalau Mike sudah mengetahui kalau dirinya di culik


*


*


Sudah sejam lebih, namun kabar yang di tunggunya tidak juga datang. Ia ingin turun langsung mencari Embun, tapi Lio melarang karena kondisi bahunya yang masih sakit sehingga ia hanya bisa mempercayakan semuanya pada asistennya itu


Drrrt!drrrt!

__ADS_1


Mike mengambil ponsel yang ia letakkan di atas meja, disana tertera sebuah nomer yang tidak di kenalnya. Ia tidak pernah memberikan nomer ponselnya pada sembarang orang, namun kali ini ia berharap nomer yang menghubunginya bisa menjelaskan tentang keadaan kekasihnya


"Apa kau tidak mau mendengar kabar tentang kekasihmu, Mike?"


"Kalau kau menyentuhnya, aku pastikan akan membunuhmu!" geram Mike saat mengetahui yang menghubunginya adalah James


"Kau tidak akan pernah bisa mengancam ku, apa kau lupa keselamatan pacarmu ada di tanganku?" James terkekeh, menculik Embun ternyata keputusan yang tepat


"Apa mau mu?"


"Kematian mu tentu saja!" jawab James dengan seringai di wajahnya


"Lepaskan dia! dia tidak ada urusannya dengan masalah kita"


"Dia kekasihmu, dan hanya dia yang mampu membuatmu kalang kabut seperti ini"


Mike hanya bisa mengepalkan tangannya menahan marah. Ia tidak bisa memprovokasi James kalau mau keselamatan Embun terjaga. Ia sangat tau bagaimana bengisnya perbuatan James selama ini terhadap para sanderanya sehingga ia hanya bisa berharap anak buahnya segera menemukan keberadaan gadisnya itu


"Aku akan mengembalikannya padamu setelah aku puas menikmati tubuhnya!"


"B*jingan! jangan sentuh dia!" Mike melempar ponselnya asal ke atas meja, kemarahannya memuncak membayangkan Embun yang ketakutan saat James menyentuhnya

__ADS_1


Ia tidak bisa menunggu lebih lama lagi, membayangkan apa yang bisa menimpa Embun membuatnya nekat untuk mendatangi markas James sekalipun nantinya ia akan kehilangan nyawa akibat kecerobohannya itu


__ADS_2