Jeratan Cinta Tuan Mafia

Jeratan Cinta Tuan Mafia
Eps 86 Kawan lama


__ADS_3

Embun merasakan matahari telah mengintip di balik tirai jendela kamarnya. Kelelahan selama perjalanan serta kegiatan mereka yang seakan tidak ada habisnya membuatnya terlelap begitu lama bahkan tidak menyadari kalau Mike sudah berangkat ke kantor tanpa membangunkannya


Seharusnya ia bangun dan membersihkan sisa keringat yang masih menempel di tubuhnya tapi rasanya ia enggan melakukan itu karena tubuhnya saat ini terasa sakit dan kepalanya pun sedikit pusing


Drrt! drrt!


"Kau sudah bangun, sayang?" suara Mike terdengar lembut di sebrang sana


"Baru saja. Maaf aku terlambat bangun sampai tidak menyiapkan keperluan mu ke kantor"


"Tidak perlu minta maaf, sayang. Aku tau kamu lelah makanya aku tidak tega membangunkan mu"


Embun tersenyum. Betapa beruntungnya dia memiliki suami sebaik Mike yang selalu mau menerima kekurangan dirinya


"Kalau begitu, aku akan mengantarkan makan siang untukmu. Pasti tadi kamu belum sarapan karena terburu-buru"


"Baiklah sayang. Aku akan menyuruh Lio untuk menjemputmu"


"Tidak perlu! aku akan naik taksi kesana" pasti akan repot kalau Lio harus bolak balik mengantarnya, pikir Embun


"Ya sudah kalau begitu. Sampai ketemu, sayang!"


Embun meletakkan ponselnya begitu sambungan telepon berakhir. Ia memaksa menyeret kakinya menuju ke kamar mandi karena secepatnya ia harus bersiap memasak makanan untuk dibawanya siang nanti


...*...


...*...

__ADS_1


Sedari pagi, Mike sudah berhadapan dengan pekerjaannya yang menumpuk. Kerja sama dengan perusahaan baru, belum lagi rapat bulanan dengan para pemegang saham serta berkas-berkas yang menunggu untuk di periksa membuat Mike terlupa dengan sekitarnya


Terlebih ia juga bahkan melupakan Embun yang mengatakan akan mengantar makan siang untuknya padahal waktu hampir menunjukkan pukul satu, dimana waktu makan siang sudah lewat


"Nona Embun belum tiba, tuan?" tegur Lio yang sedikit terkejut mendapati tuan mudanya masih bergelut dengan sejumlah berkas di tangannya


Mike melirik jam di pergelangan tangannya. Ia memang tidak sadar kalau waktu sudah bergulir dengan cepat, tapi ia juga sedikit heran karena Embun sama sekali belum menghubunginya


"Embun belum menghubungiku lagi. Apa dia mengatakan sesuatu padamu?"


"Tidak tuan. Mungkin nona Embun sedang di perjalanan menuju kesini. Kenapa tuan tidak menghubungi ponsel nona saja?"


Mike mengangguk, ia pun mengambil ponselnya dan menghubungi Embun. Sudah beberapa kali ia mencoba, namun istrinya itu tidak juga menjawab telepon darinya


Baru saja ia berniat menghubungi melalui telepon rumahnya, ponselnya lebih dulu berdering dan tertera nomer telepon rumahnya disana


Percakapan yang singkat terhenti, menyisakan tanda tanya di benak Lio yang masih tidak mengerti dengan situasi yang terjadi


"Cepat siapkan mobil! kita pulang sekarang!"


Lio mengangguk dan secepat kilat mengikuti apa yang tuannya perintahkan


"Batalkan semua jadwal hari ini!" perintah Mike pada sekertaris yang baru beberapa bulan bekerja padanya.


Setelah mengalami beberapa kejadian yang tidak menyenangkan dan menyita waktunya, Mike memilih mempekerjakan seorang sekertaris untuk membantu pekerjaannya di kantor


Meskipun hingga saat ini perusahaan yang di pegangnya belum mengalami kemajuan yang signifikan, namun ia juga merasa sudah sewajarnya ia memiliki seseorang yang membantunya sewaktu Lio sedang tidak ada di sampingnya

__ADS_1


"Baik, pimpinan" ucap Niken dengan tertunduk


Mike kemudian mempercepat langkahnya. Ia mendapat kabar kalau saat ini Embun sakit, tetapi ia melarang Bi Eni untuk menghubungi dokter keluarga yang selalu memeriksa mereka karena ia berencana membawa dokter Mey kesana


Beruntung lokasi klinik tempat dokter Mey praktek dengan rumahnya berada di arah yang sama sehingga ia bisa menghemat waktu mengingat padatnya jalanan ibu kota di saat jam istirahat seperti sekarang ini


"Kau akan membawaku kemana Mike? pasienku masih banyak yang menunggu" gerutu dokter Mey saat tiba-tiba Mike datang dan membawanya pergi


"Istriku sakit dan kau harus membantuku memeriksanya"


"Embun sakit apa? bukannya kalian belum sebulan menikah? apa jangan-jangan kau bertindak tidak senonoh pada gadis di bawah umur makanya ia rela menikah denganmu?" selidik Mey dengan tatapan penuh kecurigaan


Sebuah sentilan mendarat di kening dokter Mey membuatnya meringis sembari memegang keningnya yang terasa sakit


"Buang pikiran burukmu itu! aku mengajakmu untuk memeriksa Embun karena aku tidak tau istriku itu sakit apa"


"Bukannya kau memiliki dokter keluarga? kenapa tidak memintanya untuk mengobati istrimu?" sungut Mey kesal


"Hhh…setelah menikah, ternyata kau bertambah cerewet saja Mey" cibir Mike


"Wajar kalau dokter menanyakan banyak hal pada keluarga pasien. Lagipula, mana ada orang yang meminta tolong tapi menyakiti seperti ini" Mey memasang wajah cemberut, namun sebenarnya ia merasa senang karena sudah lama tidak mengobrol dengan seseorang yang dulu pernah menjadi bagian dari hatinya


"Ternyata tanganku tidak lupa dimana tempatnya berada dulu" kekeh Mike yang di balas dengan tawa oleh Mey


Keduanya bersyukur keadaan membawa mereka bisa kembali seperti dulu ketika cinta tidak berada di antara persahabatan yang sudah lama mereka jalin


Meskipun dengan jalan yang tidak mereka inginkan, setidaknya kecanggungan selama ini akhirnya bisa mereka singkirkan

__ADS_1


__ADS_2