
Sama seperti sebelumnya, Mike mengantar Embun hingga ke depan pintu kosannya. Namun, yang berbeda kali ini pria itu tidak lupa mengecup bibir Embun sebelum ia pergi
Setelah Mike telah hilang dari pandangannya, baru lah Embun memasuki kosannya yang telah sepi karena saat itu waktu telah menunjukkan pukul sebelas malam
Tapi satu hal yang tidak di ketahui gadis itu, di kejauhan ada sepasang mata yang menatapnya dengan tatapan yang tidak dapat di artikan
"Gadis yang cantik" seringainya kemudian berlalu dari sana
*
*
Tepat hari ke sepuluh pencarian, Mike pun menerima kabar tentang keberadaan Edwar yang ternyata berada di sebuah villa kecil miliknya di daerah Dieng yang terkenal dengan udaranya yang dingin
Cukup sulit untuk mengetahui tempat persembunyian pria tua itu karena James dan anak buahnya selalu berhasil mengelabui mereka
Berdasarkan laporan tersebut, Mike beserta dengan pihak kepolisian tengah melakukan pertemuan rahasia untuk membicarakan tentang hal itu
Mengingat Edwar yang selalu berpindah tempat dalam dua hari, membuat Mike menyarankan untuk secepatnya bertindak sebelum mereka kembali kehilangan jejak
Kepolisian setuju dan mengatakan kalau mereka akan berangkat hari ini juga, namun dalam kelompok yang berbeda.
Mike dan anak buahnya akan berangkat lebih dulu untuk melihat situasinya sementara kepolisian akan berangkat setelahnya.
Mereka pun berangkat dua jam kemudian, perjalanan kesana memakan waktu sembilan jam lamanya sehingga bisa di pastikan mereka akan tiba disana tengah malam nanti
__ADS_1
Ketika tiba disana, udara dingin langsung menyambut. Apalagi di malam hari udara di Dieng bisa mencapai lima derajat celsius sehingga siapapun yang berniat untuk berkunjung kesana harus bersiap dengan cuaca yang sedikit ekstrim untuk wilayah tropis seperti Indonesia
Tapi sepertinya cuaca yang dingin itu tidak berpengaruh terhadap Mike, dengan sebuah air gun yang ia simpan di balik punggungnya Mike mengendap mendekat kearah rumah yang menjadi target mereka
Setelah tadi mendapat gambaran singkat dari anak buahnya, bisa di pastikan saat ini James sedang tidak bersama dengan Edwar. Meskipun begitu, tetap ada beberapa anak buahnya yang berjaga disana sehingga bila di total hampir sekitar dua puluh orang ada di dalam villa tersebut setelah di tambah dengan para bodyguard Edwar
Mike merasa ada sedikit kejanggalan karena mengetahui anak buah James hanya sedikit yang di tempatkan untuk menjaga Edwar, padahal setahu Mike rivalnya itu tidak pernah setengah-setengah dalam melakukan pekerjaannya
Namun, pikirannya itu teralihkan saat AKBP Heru datang dan mengatakan kalau ia sudah menyebar anak buahnya dan bersiap untuk melakukan penangkapan
Mike pun mengangguk, mereka segera memberikan tanda kepada anggotanya masing-masing. Mike serta AKBP Heru berada di barisan depan, dengan sebuah senjata yang masing-masing berada dalam genggaman tangan keduanya
Pintu berhasil di buka, Mike beserta anak buahnya menyerbu masuk dan langsung terlibat adu jotos dengan para pengawal itu. Sedangkan AKBP Heru beserta anggotanya menuju ke lantai dua dimana Edwar berada
Edwar yang kala itu tengah tertidur, langsung membuka matanya saat mendengar adanya suara keributan yang terjadi di villanya
Ia pun berbalik arah menuju ke balkon kamarnya, tidak lupa ia mengunci pintu kamarnya untuk menghambat langkah para polisi itu
Sudah setengah jalan ia turun menggunakan tambang yang sudah ia persiapkan ketika polisi berhasil mendobrak pintu kamarnya.
Dor!dor!
Suara tembakan terdengar bersahutan, Edwar yang terus berayun berhasil menghindari tembakan polisi yang di arahkan padanya.
Mike yang mendengar suara tembakan, segera berlari menuju ke lantai dua. Ia berharap tembakan itu hanya berupa peringatan saja karena bagaimanapun ia tidak mau kalau sampai Pamannya itu terluka bahkan sampai meregang nyawa
__ADS_1
"Menyerah saja Paman! kau sekarang sudah di kepung!" teriak Mike, namun Edwar justru hanya menatapnya tajam tanpa berniat untuk mengikuti perkataannya
Edwar sadar kalau ia sebenarnya sudah tidak memiliki celah untuk lari, tapi menyerah begitu saja bukan lah bagian dari dirinya sejak dulu
Sedangkan James yang katanya akan melindunginya tidak juga menampakkan batang hidungnya, membuatnya tidak berhenti mengumpat kesal terhadap pria itu
Mike ikut turun menggunakan tambang yang sama dengan Edwar, ia tidak peduli kalau pun tambang itu nantinya tidak akan mampu menahan bobot tubuh mereka berdua
Harus ada yang memaksa pria tua itu untuk turun sebelum bantuan dari James datang. Begitu berada dekat dengan Pamannya itu, Mike memberikan tendangan yang mengincar tengkuk pria tua itu
Edwar menangkis dengan tangannya dan terus menggoyangkan tambang sehingga Mike sedikit susah menyeimbangkan tubuhnya bahkan beberapa kali tangannya hampir terlepas dari tambang tersebut
Berkali-kali tendangannya meleset, hingga akhirnya Mike melepaskan tangannya dan membiarkan dirinya meluncur kebawah.
Edwar merasa di atas angin ketika melihat Mike melepaskan genggamannya, tapi tidak pernah ia sangka ketika Mike melewatinya sebuah pukulan mendarat dengan telak mengenai kepala bagian kirinya sehingga membuatnya tidak sadarkan diri saat itu juga
Mike jatuh berguling di tanah sedangkan Edwar tidak sadarkan diri dengan posisi menggantung karena tambang masih melilit di pinggangnya
"Anda tidak apa-apa tuan?" tanya Lio yang langsung membantu tuannya berdiri
"Tidak apa-apa, yang penting semua sudah selesai" ucap Mike sembari menahan sakit di pundaknya
Kepolisian berhasil menurunkan Edwar dan memasukkannya ke dalam mobil tahanan beserta dengan para pengawalnya yang berhasil anak buah Mike kalahkan
Para petugas itu tidak mau menunda kepulangan mereka sehingga malam itu juga mereka berpisah disana. Sementara
__ADS_1
Mike memutuskan untuk beristirahat dan kembali ke Jakarta keesokan harinya