
Keesokan paginya, Embun membantu suaminya yang kesulitan untuk keramas. Tentu saja Mike tidak akan menolak, ia menganggap hal itu sebagai latihan ketika nanti mereka melakukan kesenangan itu bersama
Mike sudah berada di bathtub yang sudah berisi air hangat. Sedangkan Embun tengah memijat lembut kepalanya
"Merasakan pijatan mu rasanya aku malas untuk bekerja hari ini" gumam Mike dengan matanya yang terpejam
Siapapun yang baru menikah akan merasa sayang kalau harus melewatkan hari tanpa bertemu dengan pasangannya. Begitu pula yang di rasakan oleh Mike, menjalani masa pacaran setelah menikah merupakan hal yang tidak ingin ia lewatkan
Tetapi ada urusan mendesak yang harus ia kerjakan sehingga ia harus bisa mengesampingkan urusan pribadinya itu
"Sudah selesai. Lanjutkan mandinya, aku mau menyiapkan sarapan." Embun mencuci tangannya di wastafel
"Kenapa buru-buru sayang? apa kamu tidak penasaran dengan tubuhku yang tertutup sabun ini?" Mike mengerlingkan matanya nakal kearah Embun
"Hhh…jangan mengatakan hal yang aneh kalau tidak mau terlambat bekerja"
"Perkataan mu melukai perasaanku" lirih Mike dengan ekspresi muka yang menyedihkan
Embun terkekeh. Meski tau tentang keramahan suaminya tapi ia tidak menyangka kalau suaminya itu bisa bertingkah menggemaskan seperti ini
"Aku tidak akan bisa menahan diri lagi kalau sampai melihatnya" bisik Embun masih dengan tawanya
"Memang apa yang akan kau lakukan kalau melihatnya, sayang?" Mike menegakkan duduknya hingga tubuh kotak-kotaknya yang seksi terlihat
__ADS_1
Embun menelan salivanya dengan susah. Matanya terlalu mengagumi keindahan di hadapannya bahkan sedetikpun ia menyayangkan bila matanya harus berkedip hingga membuatnya tidak melihat tubuh indah itu lagi
"Liurmu hampir saja menetes, sayang!" terkekeh, Mike menyentuh sudut bibir Embun yang sedikit terbuka
"A-aku hanya mengagumi ciptaan Tuhan saja. Lagipula sayang kalau ada keindahan tapi di lewatkan begitu saja" gelagapan Embun memalingkan wajahnya
Mike semakin bersemangat untuk menggoda istrinya. Wajah polos yang terkesan malu-malu, namun terang-terangan mengatakan kalau ia juga menginginkan hal yang sama dengannya terlihat sangat lucu di matanya
"A-apa yang kau lakukan?" pekik Embun saat menyadari Mike kini tengah berdiri dengan busa sabun yang masih menempel di sebagian tubuhnya
"Aku hanya menjawab penasaranmu selama ini,sayang! apa kau menyukainya?"
"Ah…mataku!" Embun berlari keluar dari kamar mandi. Ia merasakan panas di wajahnya serta degup jantungnya yang berdetak dengan kencang
Ia mengakui kalau selama ini ia penasaran dengan hal itu, tapi ia tidak mau melihatnya dalam keadaan seperti ini.
...***...
Setibanya di kantor, Mike masih sama seperti saat mereka keluar dari rumah membuat Lio menggelengkan kepalanya karena merasa tingkat kebucinan sang majikan yang sudah masuk dalam kondisi akut
Bagaimana Lio tidak mau mengatakan seperti itu kalau sedari tadi Mike selalu berbicara sendiri sambil tertawa dan Lio bahkan tidak mengerti apa yang dibicarakan oleh tuannya itu
Tapi ia bisa mengerti sesuatu hal yang baik telah terjadi, meskipun saat menjemput Mike ia melihat wajah nyonya barunya yang di tekuk seperti seseorang yang tengah kesal akan sesuatu
__ADS_1
"Lio!"
"Ada apa tuan?"
"Carikan dokter patah tulang terhebat yang ada disini"
"Apa anda berniat menyembuhkan tangan anda secepatnya,tuan?" tanya Lio dengan tatapan menyelidik
"Ckckck…Untuk apa mempertanyakan hal yang kau sudah tau jawabannya"
"Sepertinya anda harus bersabar untuk masalah itu tuan. Setahu saya patah tulang memiliki waktu penyembuhan sekitar 3 sampai 6 minggu"
Mike menatap tajam pada Lio. Suasana hatinya baru saja membaik, namun secepat itu juga Lio merubahnya jadi buruk
"Aku hanya menyuruhmu untuk mencarinya, bukan untuk mendengar ocehan mu yang tidak berguna itu"
"Maafkan saya tuan. Saya hanya mengatakan sesuatu yang pernah saya baca"
"Ya… kau memang memiliki pengetahuan yang luas. Tapi bisakah lakukan apa yang saya perintahkan secepatnya?"
"Ba-baik tuan." Lio segera berlalu dari hadapan Mike setelah mendapat tatapan membunuh yang seakan bisa melenyapkannya saat itu juga
"Hhh…baru sebentar tapi aku sudah merindukan istriku" desah Mike sambil menelungkup kan wajahnya di meja
__ADS_1
Ia bahkan melupakan tujuan utamanya ke kantor hari ini. Mungkin perkataan orang-orang tentang jatuh cinta akan membuatmu terlihat bodoh sedang melandanya
Bagaimana tidak, kalau yang selalu diinginkannya hanyalah berada di rumah bersama dengan wanita yang di cintainya