
Secara bergantian, pihak keluarga dan juga rekan dekat datang mengunjungi Embun saat mengetahui bahwa gadis itu sudah sadar dari komanya
Beberapa dari mereka pun sempat terkejut dengan perubahan Embun yang berbeda dari terakhir kali mereka temui. Meski begitu, perubahan itu di sambut bahagia oleh mereka yang mengatakan kalau ini adalah balasan bagi kesabaran dan cinta Mike pada Embun
Begitu juga dengan Nabila yang merasa sangat bahagia saat pimpinannya itu mengabarkan soal membaiknya kondisi Embun
Tidak henti hentinya ia memeluk Embun dan mengucap syukur karena adik yang di rindukannya akhirnya kembali bersamanya
Rey dan istrinya pun tidak ketinggalan hadir untuk merayakan kebahagiaan sahabat mereka itu. Mereka berdua juga lah yang menjadi saksi besarnya cinta Mike pada Embun, sehingga mereka bisa merasakan kebahagiaan yang saat ini Mike rasakan
"Jadi, dokter mengatakan kalau istrimu mengalami trauma psikologis akibat kecelakaan hari itu?" tanya Rey saat keduanya duduk di sofa di ruangan rawat Embun sementara istri mereka tengah asik berbincang
"Ya. Kecelakaan itu membuat sebagian ingatan Embun menghilang, mungkin ingatan yang menghilang itu adalah ingatan menyakitkan yang ingin ia hilangkan dari pikirannya. Tapi ingatan itu tidak hilang selamanya, melainkan bisa kembali kapan saja kalau ada hal yang memicu ingatan itu kembali"
"Apa yang akan kau lakukan bila suatu hari ingatan Embun kembali?" Rey tidak ingin sahabatnya itu terpuruk hanya karena melihat kondisi terburuk istrinya
__ADS_1
"Aku belum memikirkan hal itu" Mike menghela nafasnya kasar. Ia memang belum memikirkan sampai kesana, karena ia berharap tidak akan pernah mengalami kejadian itu lagi
"Kau harus ingat, di internet nama istrimu menjadi daftar pencarian terbanyak saat ini jadi tidak akan sulit untuk mendapatkan informasi tentang dirinya. Kau harus berhati-hati, Jangan sampai ada orang yang memanfaatkan kondisi ini untuk merenggut keuntungan dari kalian"
"Hhh… aku pikir hidupku akan damai setelah kepergian bajing*an itu"
"Semoga bajing*an itu tidak pernah datang lagi sekalipun nanti ingatan Embun kembali" Rey menepuk pundak Mike yang sedang menyandarkan tubuhnya di sofa.
...****************...
Begitu juga dengan tangan Mike yang kini sudah tidak memerlukan penyangga lagi namun masih harus di balut untuk membantu proses pemulihannya
"Administrasinya sudah saya selesaikan tuan. Mari kita pulang"
Mike menggenggam mesra tangan istrinya mengikuti Lio yang berjalan lebih dulu sembari menarik koper milik tuan dan nyonya nya itu
__ADS_1
Sepanjang perjalanan Lio tidak henti menarik sudut bibirnya melihat kemesraan pasangan baru itu. Dalam hati ia tidak henti bersyukur karena tuannya itu akhirnya memiliki pawang yang bisa menjinakkan keliarannya selama ini
Kepulangan mereka di sambut suka cita oleh para pekerjanya tidak ketinggalan Bi Eni yang sampai menunggu di depan pintu hanya untuk menyambut kedatangan mereka
"Alhamdulillah, nona dan tuan akhirnya pulang. Bibi senang!"
"Embun juga senang bisa ketemu bibi lagi" Embun memeluk tubuh gempal bi Eni yang sudah berlinang air mata. Meski belum lama mengenal sosok renta itu tapi bagi Embun bi Eni tidak ubahnya seperti ibunya sendiri
"Non mau makan? bibi sudah siapkan makanan kesukaan non"
Embun menatap suaminya yang mengangguk kepadanya. Ternyata tanpa berbicara pun suaminya itu seakan mengerti apa yang ingin istrinya itu katakan
"Kebetulan saya juga sudah lapar bi. Makanan di rumah sakit tidak ada yang seenak masakan bibi" bi Eni tersenyum sembari merangkul tangan Embun, mereka bersama-sama menuju ke meja makan yang telah terhidang banyak makanan
Itu lah Embun, gadis yang selalu bisa membawa kebahagiaan dimana pun ia berada. Dan Mike merasa beruntung karena gadis itu kini telah menjadi bagian penting dalam hidupnya
__ADS_1