Jeratan Cinta Tuan Mafia

Jeratan Cinta Tuan Mafia
Eps 80 Bulan madu


__ADS_3

Lio sudah menemukan dokter seperti yang tuannya perintahkan, namun kenyataan pahit langsung menyerang tuannya itu manakala semua penjelasan dokter hampir sama dengan yang diucapkannya saat itu


Meski begitu, ada angin segar yang sedikit bisa membuat Lio bernafas lega karena dokter tersebut juga memberikan jawaban untuk kegundahan hati tuannya dalam mempercepat penyembuhan pergelangan tangannya yang patah


Walaupun tidak instan seperti yang tuannya harapkan, setidaknya cara itu adalah cara terbaik untuk mempercepat pemulihan


Terhitung mulai hari itu, tuannya akan melakukan latihan untuk melatih tulangnya yang patah dan mengembalikan fungsinya seperti sebelumnya


Selain itu juga, dokter menyarankan untuk mengonsumsi makanan tinggi protein serta kalsium untuk membantu proses penyembuhan bisa berjalan dengan baik


Meskipun Lio tidak tau apa yang membuat tuannya itu berusaha keras untuk segera sembuh, tapi melihat semangat tuannya membuat Lio turut mendoakan kesembuhannya


"Sepertinya anda terlihat sangat senang,tuan?"


"Tentu saja Lio! Hasil memang tidak pernah mengkhianati usaha, terbukti dokter mengatakan kalau tanganku ini sudah sembuh!" Mike menatap takjub pada pergelangan tangannya yang sedang diputar-putarnya


Lio tersenyum senang. Ia bersyukur dengan kabar yang di dengarnya walaupun kesenangan yang di rasakan tuannya terasa berlebihan baginya


"Selamat tuan, saya senang mendengarnya!" ucap Lio tulus


"Siapkan penerbangan! Sore ini juga kita berangkat ke pulau milik Rey" Mike sudah mempersiapkan bulan madu yang indah seperti keinginan istrinya, meskipun terlewat dari waktu yang ia perkirakan tetapi ia tidak mempermasalahkan karena akhirnya hari yang ia tunggu tiba juga


Lio yang terkejut, perlahan mulai mengerti akan semua rencana yang sudah di persiapkan oleh Mike.


"Baik tuan, akan saya persiapkan" meski awalnya terkejut tapi Lio bisa memahami seberapa besar hasrat yang selama ini tuannya tahan mengingat sudah sangat lama tuannya itu tidak menyentuh seorang bernama wanita


Setelah kepergian Lio, Mike kembali menyelesaikan pekerjaannya. ia akan mengajukan cuti untuk bulan madunya yang tertunda sehingga ia berusaha untuk tidak meninggalkan banyak pekerjaan

__ADS_1


...***...


Embun sedang berada di taman bunganya ketika Mike datang dan memeluknya dari belakang.


Matahari masih bersinar tetapi Mike justru sudah berada di rumah. Padahal biasanya ia akan kembali saat matahari telah berganti tugas dengan bulan


"Aku ingin mengajakmu pergi"


"Pergi? kemana?" tanya Embun bingung karena seingatnya mereka tidak berencana untuk berpergian dalam waktu dekat ini


"Kamu akan mengetahuinya nanti. Tapi aku pastikan kamu akan menyukainya"


Embun menatap senyum misterius di wajah suaminya. Beberapa hari ini Mike seperti menyembunyikan sesuatu darinya, namun ia belum menanyakan apa-apa karena biasanya Mike akan mengatakannya langsung padanya


"Baiklah. Kalau begitu aku akan bersiap"


Embun meletakkan semua perkakas yang di pegangnya ketempat semula. Ia lalu membersihkan dirinya dan memilih pakaian yang dirasanya bisa membuat dirinya terlihat berbeda hari itu


"Aku sudah siap" Embun terlihat canggung saat mata Mike menatap menyeluruh pada tubuhnya


"A-apa aku berdandan berlebihan?" tanyanya ragu


"Kamu terlihat cantik, sayang." ucap Mike sembari mengecup puncak kepala Embun


"Kita berangkat sekarang" Embun mengangguk. Sepanjang perjalanan Mike terus menggenggam tangannya, bahkan ketika mereka tiba di depan sebuah jet pribadi pun tidak sekalipun Mike melepaskan tangannya


Pengalaman pertama bepergian dengan burung besi itu cukup membuat Embun melupakan pertanyaan seputar tujuan Mike membawanya

__ADS_1


Mike yang mengerti ketakutan istrinya itu terus memeluknya menenangkan. Ia harus mulai membiasakan istrinya naik pesawat mulai sekarang karena ia juga memiliki keinginan untuk mengajak istrinya itu ke luar negeri suatu saat nanti


"Kita sudah sampai, sayang"


Ketika Embun membuka matanya yang sedari tadi sengaja ia pejamkan, pemandangan pantai yang diterangi oleh cahaya rembulan menyambutnya


Seperti anak kecil yang mendapat mainannya, Embun berlari membasahi kakinya dengan air laut yang dingin tidak peduli kalau sendal yang di pakainya akan rusak karena terkena air laut itu


Sudah sangat lama ia tidak bermain di pinggir pantai. Padahal dulu dalam setahun papanya pasti membawanya kesana, karena kenangan itu pula yang membuatnya sangat menyukai laut


"Kau bisa sakit kalau bermain air malam-malam begini!" teriak Mike yang hanya mendapat kekehan dari istrinya


"Ayo kesini,sayang! disini sangat menyenangkan!" Embun terus berlarian tanpa memperdulikan bajunya yang kini telah basah


Mike tersenyum sembari menatap wajah bahagia istrinya. Tidak ada salahnya membiarkan Embun menikmati kebahagiaannya meskipun ia tetap mengkhawatirkan kesehatan Embun setelahnya


Cukup lama ia duduk di atas pasir sambil melihat Embun yang seakan tidak lelah terus berlarian menikmati ombak yang membawa air laut menyentuh kakinya


Hingga dirasanya cukup, ia pun mendekati Embun kemudian menggendongnya seperti sekarung beras. Tetapi yang di gendong justru tertawa kencang karena tidak menduga kalau Mike akan menggendongnya dengan cara itu


Masih dengan posisinya tersebut, Mike membawa Embun masuk ke dalam sebuah villa yang ketika memasukinya mereka di sambut oleh sepasang pria dan wanita paruh baya


"Selamat datang tuan. Tuan Rey memerintahkan kami untuk melayani kebutuhan tuan dan nyonya selama berada disini" ucap Pak Man seraya tersenyum


"Bisa tunjukkan dimana kamar tidurnya? istrinya ingin mengganti pakaiannya"


"Silahkan ikuti saya tuan" Bu Elis berjalan lebih dulu sedangkan Mike mengikuti dari belakang sambil tetap menggendong Embun

__ADS_1


"Ini kamarnya tuan. Bila ada yang tuan dan nyonya perlukan, silahkan memanggil saya atau pak Man"


"Terima kasih" Bu Elis mengangguk kemudian meninggalkan sepasang pengantin baru itu yang sempat mengingatkannya akan masa lalunya


__ADS_2