
Mengetahui Mike yang pasti akan mendatangkan anak buahnya kesana, James mengajak orang tua Embun untuk bepergian ke suatu tempat sebelum nantinya ia menghabisi nyawa ketiganya
Sewaktu dalam perjalanan kesana, ia melihat sebuah gedung tua yang terletak begitu jauh dari pemukiman warga yang merupakan tempat paling tepat untuk melenyapkan nyawa seseorang
Ia tidak mau mengambil resiko dengan melakukan hal keji itu di rumah Embun karena bila warga desa itu tau, sekuat apapun dia pasti tidak akan bisa lepas dari kejaran mereka
Sebelumnya, James mengajak keluarga itu untuk bersenang-senang. Mendatangi daerah wisata yang terkenal disana, menghabiskan waktu bersama hingga tiba waktu malam dan ketiganya sudah lelah karena perjalanan
Tanpa mereka sadari, Erik membelokkan mobilnya ke arah gudang kosong tersebut. Setibanya disana, ketiga orang yang tertidur itu di ikat pada kursi yang telah mereka persiapkan
Papa Embun memberontak ketika menyadari apa yang telah terjadi pada mereka. Ia berteriak membangunkan istri serta putranya yang berada di sampingnya
"Apa yang kalian lakukan pada kami, hah?" teriak Adam pada kedua pria yang telah ditolongnya
"Tidak perlu takut paman, saya hanya menjalankan tugas sebagai malaikat yang akan mencabut nyawa kalian" seringai James sambil mengelus pisau kecil yang dibawanya
"Ka-kami tidak melakukan kesalahan padamu. Kenapa kau malah mau mengambil nyawa kami?" tanya Adam terbata. Ketakutan sedang menggelayut pada mereka bertiga terlebih saat melihat seringai di wajah James
"Sebelum Paman pergi, ada baiknya kalau saya mengatakan kebenaran supaya nantinya Paman tidak penasaran. Semua ini karena putri Paman menolakku dan lebih memilih Mike kekasih yang akan menikahinya"
Pak Adam mengerti arah pembicaraan pria di depannya itu, namun ia masih tidak percaya kalau sebentar lagi nyawanya akan hilang hanya karena masalah yang di anggapnya sepele
"Embun? kau menyukai putriku?"
"Ya Paman. Saya menyukai putri anda, tapi putri anda ternyata lebih memilih kekasihnya dari pada nyawa kalian" James tertawa sumbang. Ia tidak menyangka sampai harus mengorbankan banyak nyawa hanya untuk seorang gadis yang awalnya di anggap biasa olehnya
"Tidak mungkin! putriku tidak akan seperti itu! ia terlalu menyayangi kami, bahkan rela menukar nyawanya demi kami!" ibu Embun angkat bicara, ia tidak suka kalau mendengar sesuatu yang buruk tentang putrinya
"Kalau yang anda katakan benar, lalu kemana putri tercinta kalian saat ini? bukankah seharusnya dia sudah ada disini untuk menggantikan kalian?" cibir James
__ADS_1
"Aku tidak akan membiarkan putriku menikah dengan pria kejam seperti dirimu!" pekik Adam. Meski masih kecewa pada putrinya itu, tapi ia juga tidak akan tega melepaskan putrinya hidup bersama pria menakutkan seperti James
"Anda terlalu banyak bicara Paman!"
Bug!
Sebuah pukulan mendarat dengan telak di wajah papa Embun mengakibatkan darah mengalir deras karena adanya gigi yang terlepas dari tempatnya dan terlempar entah kemana
"Papa!" teriak istri dan putranya histeris. Mereka tidak bisa melakukan apa-apa karena tangan dan kaki mereka yang terikat
"Sebaiknya kalian tidak lagi memancing kemarahan ku kalau kalian mau mati tanpa rasa sakit!" desis James
"Kami tidak butuh belas kasihan dari bajing an macam dirimu! cepat bunuh kami kalau itu yang kau inginkan!" ibu Embun berteriak histeris. Akal sehatnya sudah terkalahkan oleh keputusasaan, ia sudah pasrah seandainya harus berakhir seperti ini
"Hahaha… kau cukup berani juga nyonya. Baiklah kalau itu yang kau inginkan, saya akan mengabulkannya"
"Ibu! tidak!"
Dua buah peluru telah bersarang di dada dan perut ibu Embun membuatnya harus kehilangan nyawanya saat itu juga
"Kepa rat! aku tidak akan melepaskan mu! aku akan membunuhmu!" teriakan adik laki-laki Embun menggema seiring dengan air matanya yang mengalir deras menangisi kepergian tragis ibunya
"Melihatku saja tubuhmu sudah bergetar ketakutan. Bagaimana kau mau membunuhku anak kecil?" cibir James sembari mencengkram wajahnya
"Kakakku pasti akan membalas dendam atas kematian kami. Kau pasti akan mati di tangan kakakku!"adik Embun terus berteriak, ketakutannya telah menguap seiring kebenciannya terhadap James
"Bukankah kelebihan kakakmu hanya melepaskan pakaiannya di depan pria breng sek sepertiku? lalu apa yang kau harapkan dari kakakmu yang lemah itu?"
James makin mencengkram erat wajah adik Embun hingga teriakan kesakitan kembali memenuhi ruangan tersebut
__ADS_1
"Cuih! lepaskan putraku!" papa Adam membuang ludah bercampur darahnya tepat di wajah James
James pun melepaskan cengkraman tangannya, namun berjalan mendekat kearah Adam sembari menyeka ludah yang sudah mengotori wajahnya
Ia menarik pisau kecil yang tadi dibawanya kemudian menancapkan di kedua paha Adam secara bergantian
Ia tertawa kencang saat teriakan kesakitan terdengar beriringan dengan darah yang membanjiri kedua kaki pria paruh baya itu
Sungguh pemandangan indah yang sudah lama tidak ia saksikan. Menikmati kesakitan dari tiap korbannya selama ini selalu menjadi kesenangan tersendiri baginya
"Maaf bos, sepertinya anak buah Mike sudah menuju kesini. Kita harus secepatnya pergi dari sini" Erik yang sedari tadi berjaga di luar, melihat kedatangan sekelompok orang ke tempat mereka berada
"Kau mengganggu kesenanganku saja! Tunggu di luar, aku akan menyelesaikan ini dengan cepat"
Erik mengangguk lalu ia melangkah keluar untuk mempersiapkan kendaraan yang akan mereka gunakan untuk melarikan diri
"Sayangnya waktu kita bersenang-senang sudah habis. Sampai jumpa lagi di akhirat Paman!"
Dorr!dorr!door!
James menembakkan sebuah peluru ke kepala adik Embun dan dua peluru ke dada papa Embun. Setelah itu ia bergegas keluar tanpa sempat untuk memastikan kematian keduanya
Mobil yang di kendarai Erik telah menunggu di depan pintu. Saat James keluar dari gudang tersebut, ia di sambut oleh sebuah tembakan yang dengan gesitnya dapat ia hindari
Beruntung jarak mobil yang begitu dekat memudahkannya untuk segera masuk kesana. Meski pintu mobil belum menutup sempurna, Erik segera menginjak pedal gas dan mobil pun melaju dengan kecepatan tinggi membuat mereka yang semula ingin menghadang segera menjauh supaya terhindar dari tabrakan mobil tersebut
Tidak ada yang mengejar kepergian James karena sesuai dengan instruksi Mike mereka harus lebih dulu mengutamakan keselamatan orang tua Embun
Lio yang langsung masuk ke gedung tua itu, segera membawa papa Embun menuju ke rumah sakit karena kondisinya yang kritis. Sementara adik serta ibunya mereka temukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa
__ADS_1