
Mike sudah memasuki kantornya,setelah tadi ia terlebih dahulu menemui para pendemo yang seketika berteriak dengan kata-kata yang kurang mengenakkan untuk di dengar ketika ia datang
Ia tidak bisa menjanjikan apa-apa pada mereka,hanya saja Mike berusaha mencari solusi tentang tuntutan mereka terhadap dirinya yang merupakan pemimpin perusahaan ini
Entah karena perkataannya atau karena kelihaian pihak kepolisian, tidak butuh waktu lama para pendemo itu akhirnya bisa di bubarkan secara perlahan
Ketika baru tiba di ruangannya yang berada di lantai tertinggi dari gedung tersebut, ia mendapat telepon dari cabang perusahaan yang terletak di Kalimantan yang mengatakan kalau pendemo disana sedikit anarkis sehingga kepolisian meringkus beberapa orang yang dianggap sebagai dalang kerusuhan dan menggiringnya ke kantor polisi
Itu hanya satu dari ratusan telepon yang sudah mengganggu ketenangan paginya. Ia hanya terduduk sembari memegang tengkuknya, belum juga permasalahan yang kemarin ia selesaikan hari ini ia harus kembali menghadapi masalah baru
"Di beberapa kota, para pendemo sudah berhasil di bubarkan tuan," Lio memberikan laporannya setelah tadi ia juga terlihat sangat kerepotan menerima panggilan teleponnya
"Pastikan tidak ada yang terluka akibat insiden ini,"
"Iya tuan, saya akan memastikan hal tersebut" dengan lincah, tangan Lio kini sudah sibuk mengirim email ke cabang perusahaan mereka mengenai perintah tuannya itu
"Beritahukan juga pada mereka, untuk membawa salinan bukti terkait banyaknya hasil yang kita ambil setiap harinya serta surat perjanjian kita pada pemerintah setempat setelah itu temui perwakilan pendemo itu"
__ADS_1
"Oh ya, jangan lupa pertemuan itu harus di hadiri pemerintah setempat, pengacara kita serta pihak kepolisian untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan. Setidaknya hanya itu cara untuk meredam kemarahan mereka, sambil menunggu hasil penyelidikan kita nantinya"
"Baik tuan, akan saya laksanakan. Mengenai pengacara kita, apa tidak sebaiknya kita mengganti mereka dengan orang baru? mengingat saat ini kita tidak tau apakah mereka masih berpihak pada kita atau tidak"
Mike sependapat dengan Lio tentang hal tersebut, namun untuk saat ini mengganti mereka dengan yang baru bukan pilihan yang tepat
"Kalau alasanmu mengganti mereka karena hal itu, bukankah seharusnya kita juga mengganti semua pegawai kita dengan yang baru saja?"
Lio mencerna perkataan Mike dalam diam, tidak lama kemudian terlihat kepalanya mengangguk seakan membenarkan sesuatu
"Mencari orang bisa kita percayai dalam waktu singkat tidak mudah, apalagi saat ini kita sedang bertaruh dengan waktu. Terlambat sedikit saja maka bisa di pastikan kita akan kalah"
"Kita masih bisa mengawasi mereka dari sini, yang terpenting sekarang perintahkan orang suruhan kita untuk menyelidiki seberapa besar hasil tambang yang di ambil tiap harinya karena menurutku laporan tertulis serta hasil di lapangan sungguh bertolak belakang"
"Saya mengerti tuan, kalau begitu saya pamit karena saya harus bisa memastikan semuanya berjalan sesuai yang tuan perintahkan"
Mike mengangguk,beruntung ia memiliki seorang asisten yang bisa di andalkan seperti Lio. Paman Abbas tidak sia-sia mengajarkan segala hal pada putranya itu, terbukti semua itu berguna di saat seperti ini
__ADS_1
***
Di ruangan kerjanya, Max yang sedang melihat berita yang menampilkan putranya yang sedang berbicara di hadapan ratusan manusia hanya bisa menghela nafasnya dengan berat
Setelah pertemuannya hari itu dengan Mike, tidak pernah lagi putranya itu mengunjungi atau pun sekedar menghubunginya
Ia tau, saat ini Mike sedang menghadapi masalah besar yang bahkan ia sendiri masih beranggapan kalau masalah-masalah yang bermunculan ini hanya berupa gertakan saja
Meskipun ia berharap suatu saat nanti, Mike datang dan meminta bantuannya karena sejujurnya ia ingin tetap terlihat peduli dengan putranya itu
Saat ini ia menaruh harapan besar di pundak Mike, menyelesaikan apa yang ia mulai meskipun ia sadar tidak seharusnya beban seberat itu ia limpahkan begitu saja pada putranya
Sejujurnya Max hanya sedang menunggu waktu yang tepat untuk mengungkap sebuah kebenaran yang selama ini sahabatnya itu tidak ketahui
Persahabatan yang cukup lama, membuat Max bisa mengetahui seperti apa sahabatnya itu. Selama ini ia hanya diam, karena ia bingung akan menyelesaikan semua permasalahan ini darimana
Tidak ia sangka, kebingungannya itu justru menjerumuskannya dalam permasalahan pelik yang tidak berkesudahan ini
__ADS_1
Max mengambil foto istrinya yang ia letakkan di laci mejanya beserta dengan sebuah buku serta sebuah surat yang masih terbungkus oleh sebuah amplop putih yang warnanya sudah menguning
"Sabar sayang, sebentar lagi Ed akan mengetahui kebenarannya" lirihnya sembari mengusap foto di tangannya itu