Jeratan Cinta Tuan Mafia

Jeratan Cinta Tuan Mafia
Eps 87 Kelelahan


__ADS_3

"Apa yang terjadi?" tanya Mike sembari mengikuti langkah tergopoh-gopoh bi Eni


"Non tadi memasak makanan katanya buat tuan tapi melihat wajah non yang pucat saya menyuruhnya untuk istirahat saja. Pas makanannya sudah siap saya ke kamar menemui non Embun ternyata badan non Embun panas makanya saya langsung telpon dokter" ucap bi Eni dengan nafas yang terengah-engah karena berusaha mensejajari langkah tuannya


"Dokternya sudah datang bi?"


"Sesuai perintah tuan, saya sudah mengatakan pada dokternya kalau tidak perlu datang kesini"


"Bagus bi. Ini saya bawa dokter Mey biar dia yang periksa Embun. Bibi tolong siapkan air minum untuk dokter Mey"


"Baik tuan!"


Bi Eni kembali ke dapur setelah mengantarkan tuannya ke kamar. Sementara dokter Mey langsung memeriksa keadaan Embun dengan peralatan medis yang di bawanya


Mike duduk di samping Embun sambil memegang telapak tangan istrinya yang masih terasa panas. Ia sengaja mengabaikan tatapan membunuh Mey yang selalu terarah padanya, setiap kali wanita itu selesai memeriksa Embun


"Tidak perlu khawatir, Embun hanya kelelahan. Aku akan menuliskan resep obat dan vitamin, jadi pastikan Embun meminumnya"


Mey baru mengerti, mengapa dirinya yang seorang dokter kandungan harus memeriksa seseorang yang sakitnya tidak berhubungan dengan pekerjaannya


Sudah pasti, Mike tidak mau kalau ada yang melihat hasil karyanya yang hampir menutupi seluruh tubuh istrinya itu sehingga ia mempercayakan pemeriksaan Embun padanya


Seandainya tidak mengingat posisinya yang seorang tenaga medis, mungkin sudah dari tadi telinga Mike berpisah dari tempatnya. Ia kesal karena pria yang sudah membuat pasiennya sakit justru berpura-pura bodoh di depannya

__ADS_1


Bisa ia bayangkan, seberapa lelahnya Embun harus melayani hasrat Mike yang diketahuinya sangat besar itu.


Terlebih ia pun tau cerita tragis setelah pernikahan mereka, dan dapat di pastikan tubuh Embun belum mampu untuk di paksa bekerja terlalu keras sehingga dampaknya akan seperti ini


"Ini minumannya dokter, silahkan di minum!"


Mey berterima kasih dan tersenyum ramah. Ia pun menitipkan Embun sejenak karena ada hal penting yang harus ia dan Mike bicarakan berdua


"Aduh! apa yang kau lakukan Mey?" Mike meringis karena Mey langsung menghujaninya dengan pukulan saat mereka telah berada jauh dari kamar itu


"Memberimu pelajaran bodoh! Embun masih masa pemulihan dan kau malah menyiksanya untuk melayani hasrat mu itu!" geram Mey


"Aku tidak menyiksanya tapi memberikan kenikmatan padanya. Sejak kapan menuntaskan hasrat di katakan penyiksaan?" ujar Mike membela diri


Mendengar hal itu, Mey sedikit berjinjit menarik telinga Mike dan melepaskannya setelah ia merasa puas telah memberikan pelajaran pada temannya itu


"Orang-orang saja mengatakan kalau aku dan Rey adalah pria yang jenius tapi kau malah mengatakan kami berdua bodoh, apa kau tidak salah, Mey?" dengus Mike memegangi telinganya yang terasa panas


"Kalau bukan bodoh, apa namanya orang yang tidak memikirkan pasangannya hanya karena tidak bisa menahan hasratnya untuk sementara?"


"Kami melakukannya karena sama-sama menginginkannya, bukannya kau juga melakukannya dengan alasan yang sama. Terus salahnya dimana?"


"Aku tau kau adalah orang yang tidak bisa menahan diri saat melihat wanita tanpa busana berdiri di hadapanmu, apalagi kalau itu istrimu sendiri. Tapi untuk kasus Embun dan Serena, kondisi fisik mereka tidak seperti kebanyakan perempuan yang kalian kenal selama ini. Sekarang dia sakit karena kau terlalu memaksanya, jadi coba untuk memberi Jedah pada kegiatan kalian setidaknya untuk membiasakan tubuhnya karena aku tau ini pasti yang pertama bagi Embun"

__ADS_1


Mike terdiam berfikir, ia bukan sengaja melakukannya hanya saja saat ini ia berharap mereka secepatnya memiliki buah hati untuk membuat Embun terus berada disisinya selamanya karena ia tau hal itu sulit mengingat masih adanya rahasia besar yang disembunyikannya


"Hhh… aku mengaku salah, tapi aku hanya berharap secepatnya memiliki anak dari Embun" lirih Mike dengan pandangan menerawang


"Bukan kah, itu kegunaannya memiliki teman seorang dokter kandungan sepertiku! aku akan memberikan cara supaya kalian bisa segera memiliki anak, tapi kau harus membayar ku mahal untuk itu!" ucap dokter Mey dengan wajah bangga sembari menepuk pundak Mike yang duduk di sampingnya


"Cih! aku tidak yakin akan berhasil mengingat kau sendiri saja belum memiliki anak"


Plak!


"Kau memang mencari mati denganku, hah!" dokter Mey kembali memukuli tubuh Mike hingga tangannya terasa kebas akibat terlalu banyak memukul temannya itu


Sebenarnya ia tidak memungkiri kebenaran ucapan Mike karena sudah hampir lima tahun menikah ia memang belum di karuniai anak, sedangkan Rey saja sudah merencanakan untuk memiliki anak kedua


Tapi ia pun sama dengan kebanyakan wanita di luar sana yang sudah mengupayakan segala cara untuk bisa segera memiliki momongan,hanya saja sepertinya Tuhan belum memberinya kesempatan


"Ya ampun! aku hanya bercanda Mey…" Mike segera menjauh. Belum satu jam mereka bersama tapi temannya itu sudah menyiksanya seperti ini, apalagi bila mereka bersama sedikit lebih lama ia khawatir akan kehilangan nyawanya


"Ini resep obatnya, pastikan istrimu beristirahat dengan cukup dan ingat jangan lagi melakukan hal bodoh seperti itu lagi"


Mike mengambil resep obat yang di berikan Mey dan menyuruh Lio untuk segera menebusnya


"Aku harus segera kembali, masih banyak pasien yang menungguku. Jangan lupa, nanti ajak Embun untuk menemui ku!"

__ADS_1


"Terima kasih Mey. Biar Lio yang sekalian mengantarmu pulang"


"Baiklah. Semoga Embun cepat sembuh dan jangan lupa bayaran ku" kekeh Mey sembari melambaikan tangannya


__ADS_2