
Sepanjang perjalanan hingga ke depan pintu rumahnya, Embun melihat bendera kuning yang berkibar seakan menyadarkannya bahwa kabar yang di dengarnya adalah kenyataan
Semakin mobil mendekat ke arah rumahnya, wajah Embun makin memucat. Tangannya saling bertaut gelisah, gerakan tubuhnya ikut memperlihatkan kegelisahan hatinya
Belum juga mobil terparkir dengan sempurna, Embun sudah melompat turun lalu masuk kedalam rumah setelah melewati kerumunan orang yang menghalangi jalannya
Di depan ketiga jenasah yang tertutup dengan kain kafan, Embun terduduk lemas. Air matanya sudah berderai, namun tidak ada suara yang bisa ia keluarkan dari bibirnya seakan suaranya itu tercekat di tenggorokannya
Ia memandang wajah pucat milik orang tua dan adiknya bergantian, terlintas kenangan indah yang pernah mereka lewati bersama. Tidak luput juga penyesalan-penyesalan karena kejadian di masa lalu yang belum sempat termaafkan
Dadanya makin terasa sesak, bisikan-bisikan tidak mengenakkan yang terdengar turut menambah beban di hatinya. Ingin rasanya ia ikut bersama orang tuanya tapi tidak mungkin menyalahi takdir yang sudah tertulis
Penglihatannya makin buram. Suara-suara di sekitarnya makin sayup terdengar. Ia tidak kuat lagi untuk tetap tersadar di tengah himpitan yang menekannya. Tubuhnya lunglai di depan jasad ketiga orang yang di cintainya
*
*
Mike dengan sigap mengangkat tubuh Embun yang tidak sadarkan diri dan membawanya masuk ke dalam kamar milik gadis itu
Kehilangan sekaligus seperti ini tentu membawa duka yang mendalam bagi Embun. Seandainya pun ia berada di posisi Embun mungkin ia akan berlaku terbalik dari apa yang Embun lakukan
__ADS_1
Ia akan berteriak, memukul bahkan menyalahkan dirinya sendiri demi melepaskan beban yang ada di hati dan pikirannya
"Pemakamannya sebentar lagi akan di laksanakan, pimpinan" ucap Nabila, membuyarkan lamunan Mike
"Tolong jaga Embun, biar aku yang mewakilinya untuk melakukan proses pemakaman itu" Nabila mengangguk kemudian Mike berjalan keluar dan menemui orang-orang yang akan membantu dalam proses pemakaman keluarga itu
Kehadiran Mike tentu menjadi pembicaraan di antara para pelayat yang datang. Pasalnya wajah tampan Mike serta perawakannya yang ramah membuat para gadis memujanya, namun kebanyakan pria secara terang-terangan menatap tidak suka padanya
Terlebih keluarga mantan calon suami Embun yang seperti akan mengibarkan bendera perang padanya karena merasa tersaingi dengan kehadirannya
Maklum lah, kepergian Embun saat hari pernikahan membuat wajah mereka tercoreng, apalagi saat ini Embun datang kembali membawa seorang pria tampan dan kaya yang mengaku sebagai calon suaminya.
Tentu hal itu lebih mencoreng wajah mereka karena merasa Embun mendapatkan keberuntungan setelah lepas dari putra mereka
Selesai melakukan semua prosesi, Mike menemui Embun yang sudah tersadar dari pingsannya namun hanya bisa menangis sendirian di kamarnya
Nabila tidak ada disana karena Embun yang meminta waktu sendiri untuk menenangkan dirinya.
"Makan dulu sayang. Bukan kah untuk menangis juga butuh tenaga?" Mike tersenyum sambil menyodorkan senampan makanan
Embun tidak menjawab ataupun membalikan badannya. Perutnya tidak lapar bahkan untuk menelan makanan pun terasa sulit baginya
__ADS_1
"Aku pun tidak akan makan apapun sampai kamu mau memakan makanan ini"
Mike berharap dengan sedikit merajuk, Embun mau merubah pikirannya karena tubuh gadisnya itu terlihat sangat lemah dan tidak bertenaga
Embun tetap tidak bergeming, selain mengabaikan perkataan Mike tangisannya pun makin kencang hingga membuat kedua bahunya bergetar
Mike meletakkan makanan itu di atas meja lalu ikut berbaring di sisi Embun. Memeluk kekasihnya dengan begitu erat. Mungkin dengan pelukan Embun akan merasa sedikit lebih tenang
"hiks…Siapa yang tega melakukan ini semua pada papa dan ibu?" tanya Embun di sela isakannya
Mike hanya terdiam, ia tidak mungkin mengatakan kebenarannya karena bisa saja Embun akan nekat menemui James dan pengorbanan orang tuanya akan menjadi sia-sia
"Aku tidak akan memaafkan orang-orang yang sudah melakukan ini pada orang tuaku! aku akan membalas mereka!" teriak Embun histeris
Pelukan Mike makin erat, perkataan Embun membuatnya sulit untuk menelan salivanya. Ia bisa membayangkan apa yang akan Embun lakukan ketika tau kalau dirinya penyebab kematian kedua orangtuanya
"Kamu tidak akan bisa balas dendam kalau tubuhmu saja tidak bertenaga seperti itu. Makan dan tetap sehat supaya kamu bisa mencari orang-orang yang sudah berbuat buruk pada keluargamu"
Embun membenarkan perkataan Mike, bila ia terus seperti ini sampai kapanpun ia tidak akan pernah bisa membalas dendam akan kematian orang tuanya
Perlahan Embun menyandarkan tubuhnya di sandaran tempat tidur yang seharusnya hanya bisa di gunakan oleh seorang saja, meminta makanan pada Mike dan memakan makanannya
__ADS_1
Ia telah berjanji pada dirinya sendiri untuk mencari pelaku kejahatan yang sudah berlaku keji pada keluarganya dan semua niatnya itu ia mulai dari saat ini