
Tinggal sehari acara pernikahan Mike dan Embun akan di selenggarakan. Di rumah Mike sudah terlihat banyak orang hilir mudik untuk menyiapkan kesuksesan acara besok
Tidak hanya dari pihak keluarga, rekan media juga sangat antusias dengan pernikahan seorang pewaris Jarvis Company yang selama ini lebih banyak menyembunyikan dirinya dari sorotan media
Meskipun begitu, tidak semua rekan media yang di perbolehkan untuk meliput hari bahagia dari salah satu orang berpengaruh di negara tersebut
Tentu saja alasan keamanan, sehingga hanya media besar saja yang berkesempatan untuk melihat langsung prosesi pernikahan itu
Begitu juga dengan keluarga besar Mike yang sangat antusias saat mengetahui kabar bahagia tersebut. Mereka pun mulai berdatangan untuk menjadi saksi kebahagiaan keluarga itu
Sedikit berbeda dengan Embun, yang tidak menampakkan kebahagiaan sedikitpun di wajahnya. Semenjak kedatangan kiriman bunga itu, antusiasnya menyambut pernikahan seakan menguap begitu saja
Ia bahkan lebih banyak mengurung dirinya di kamar. Meskipun keadaan fisiknya sudah lebih baik tapi tidak dengan pikirannya yang masih saja dihantui kecemasan
"Besok kau pasti menjadi pengantin wanita yang tercantik di dunia" canda Nabila membuyarkan lamunan Embun
Embun hanya tersenyum tipis menanggapi candaan Nabila. Ia sudah tidak memikirkan akan secantik apa dirinya besok, ia hanya berharap pria yang selalu membuatnya takut itu tidak akan datang untuk merusak hari bahagianya
__ADS_1
"Kau tidak bahagia dengan pernikahan ini,bun?"
"Mike pria yang baik, tidak mungkin aku tidak bahagia menikah dengannya. Hanya saja, tiap detik terasa menakutkan untukku" lirih Embun
Nabila hanya bisa menatap iba pada perempuan yang sudah dianggapnya adik itu. Tidak mudah menerima kematian tidak wajar yang di alami orang tuanya, belum lagi teror dari pria yang sudah meninggalkan trauma mendalam padanya
Membayangkannya saja Nabila tidak sanggup apalagi bila ia berada di posisi Embun, ia tidak yakin akan bisa tetap hidup hingga saat ini.
"Mike pasti akan selalu melindungi mu dari apapun. Aku percaya padanya, dan aku harap kamu juga bisa percaya padanya" setelah melewati banyak kesulitan bersama, Nabila meyakini kalau hanya Mike saja yang bisa menjaga Embun dengan baik selain dirinya
"Aku hanya akan membawa kesialan untuknya kak. Semenjak pertemuan kami, hidupnya selalu saja di penuhi dengan pertaruhan nyawa. Dan sampai kapanpun aku hanya akan menjadi beban untuknya"
Buliran bening kini menggenang di pelupuk mata Embun. Permintaannya tidak banyak, hanya ingin hidup bahagia setelah banyaknya kesedihan yang di lewatinya tapi rasanya keinginan sederhananya itu tidak akan pernah terwujud
"Sebentar lagi, Tuhan pasti akan membalas semua kesedihanmu dengan kebahagiaan. Semua hanya masalah waktu, tetap bersabar sampai nanti semua doamu akhirnya di kabulkan oleh Tuhan"
Embun menumpahkan air matanya dalam dekapan hangat Nabila.
__ADS_1
"Pria jahat itu tidak akan berhenti sebelum mendapatkan apa yang ia inginkan. Selama itu juga, hidupku tidak akan bisa tenang kak! dia akan selalu datang untuk mengganggu kehidupan kami" pekik Embun sedih.
Embun mengira, mungkin kematiannya lah yang di inginkan oleh James. Ia sebenarnya tidak keberatan karena ia sudah terlalu lelah dengan drama hidup yang ia alami toh di dunia ini ia juga hidup sebatang kara
Tapi, di lain sisi ia juga merasa berat untuk meninggalkan Mike begitu saja. Mungkin perasaan sayang itu perlahan menyelimuti hatinya, sehingga ia berharap bisa hidup bahagia setelah pernikahannya kelak
"Tidak selamanya orang jahat itu menang, dan tidak selamanya juga kita akan selalu kalah dari pria itu. Hidup itu berputar Bun. Suatu saat hukum karma itu akan terjadi, yang menyakiti pasti akan tersakiti"
Suara isak tangis Embun perlahan mereda. Menceritakan apa yang ia rasakan pada seseorang memang cara paling ampuh untuk mengurangi beban yang ia rasakan
"Aku sudah memanggil pihak salon untuk datang kerumah. Sebentar lagi mereka akan datang kesini" Nabila menghapus sisa air mata yang masih nampak di wajah Embun. Keengganan Embun untuk keluar rumah, membuat Nabila berinisiatif membawa pihak salon kesana untuk memanjakan Embun
Ia telah berjanji, untuk mejadikan Embun pengantin yang sangat cantik di hari yang paling membahagiakan dalam hidupnya itu
"Kalau begitu, aku ke kamar mandi dulu kak. Malu kalau sampai mereka menemukanku masih berlinangan air mata begini"
Nabila mengangguk. Ia pun meninggalkan Embun sendirian disana, karena masih ada banyak hal yang harus ia lakukan untuk acara besok
__ADS_1