
Keadaan Embun sudah sedikit membaik meskipun selama beberapa hari ini tidak terhitung sudah berapa kali dirinya tidak sadarkan diri
Tapi sejauh ini ia sudah berhasil menguasai dirinya sendiri dan berhasil membuktikan bahwa ketakutan Mike dan Nabila tidak terbukti adanya
Selepas hari ketujuh kepergian orang tuanya, Embun berencana bahwa besok ia akan kembali ke Jakarta dan memulai kembali hidupnya
Sekiranya ia akan mulai menata kembali kehidupannya yang berbeda jauh ketika kedua orangtuanya masih ada
Ia akan kembali bekerja untuk membiasakan dirinya bertemu dengan orang-orang baru sembari tetap pada niatnya menemukan orang yang sudah mencelakai keluarganya
Sementara Mike sudah menyiapkan rencana untuk menggelar acara pernikahannya dengan Embun. Walaupun terkesan mendadak, semua itu Mike lakukan untuk tetap membuat Embun berada di sisinya
Bukan tanpa alasan Mike memajukan acara sakral mereka mengingat percakapan Embun dan Nabila yang tanpa sengaja ia dengarkan dimana saat itu Embun mengatakan akan kembali tinggal bersama Nabila di kostan mereka
Sebelum nantinya Embun mengutarakan keinginannya, Mike akan lebih dulu mengikat gadis itu dalam hubungan yang tidak akan lagi bisa memisahkan mereka berdua
Dan sesuai dengan rencana awal mereka, keesokan harinya mereka kembali pulang ke Jakarta dengan menggunakan mobil yang sama saat mereka datang kesana namun kali ini Lio yang berada di belakang kemudinya
Nabila tidak ikut bersama mereka karena Bian mengatakan akan mengantar kekasihnya itu pulang bersamanya
Di mobil baik Mike maupun Embun tidak ada yang bersuara, membuat Lio yang berada di tengah-tengah mereka seakan merasakan atmosfir yang berbeda
"Semua persiapan pernikahan sudah hampir selesai tuan, tinggal nona dan tuan mencoba gaun pengantinnya saja" ucap Lio mencoba mencairkan suasana
Embun langsung menoleh kearah Mike yang sedang memberikan senyuman terindah padanya
"Sore nanti kami kesana" sanggah Mike sembari mengecup punggung tangan Embun yang sedari tadi di genggamnya
"Apa tuan sudah membicarakan hal ini dengan tuan besar?"
__ADS_1
"Sesampainya kita di rumah, aku akan menemui tua Bangka itu dan mengatakan tentang pernikahanku padanya"
Mata Embun membulat sempurna. Benar tebakannya kalau Mike tengah merencanakan sebuah pesta pernikahan untuk mereka berdua, tapi Mike bahkan tidak mengatakan apapun padanya
"Pernikahan? secepat ini? orang tuaku saja baru tiada seminggu yang lalu, apa kau tidak memikirkan pendapat orang tentangku nantinya?" cerca Embun kesal
"Aku hanya mempersiapkan tentang pernikahan kita, sayang. Tentu saja tanggal pernikahannya sesuai dengan keinginanmu" jawab Mike sambil mencubit gemas pipi Embun
"Aku tidak ingin menikah sebelum mengetahui siapa pembunuh orang tuaku!"
"Itu terlalu lama sayang. Aku akan menunggu sebulan setelah hari pemakaman papa dan ibu, bagaimana?"
Tentu saja Embun langsung menolak, sebulan itu tidak akan cukup untuk bisa mengetahui siapa orang yang menghabisi nyawa orang tuanya
Paling tidak setahun, baru ia akan memikirkan untuk melaksanakan pernikahan seperti yang di inginkan oleh Mike
"Kamu kan tau kalau aku tidak pernah menerima penolakan sayang. Sebulan lagi kita menikah, aku pasti akan membantu mencari orang yang ingin kamu temui" Mike mengecup pipi Embun lembut sambil melirik Lio yang juga melihatnya seakan mempertanyakan kebenaran ucapannya
"Dua bulan lagi!"
"Sebulan lagi dan kita akan bersama selamanya"
"Cih…kalau akhirnya kau yang memutuskan semuanya, untuk apa meminta pendapat padaku" Embun membuang mukanya. Berdebat dengan Mike hanya akan membuatnya lelah, dan berakhir semua keinginan pria itu yang terpenuhi
Mike tertawa melihat raut kesal Embun. Dirinya sangat mencintai gadis itu sehingga apapun yang Embun lakukan selalu terlihat menggemaskan di matanya
Perjalanan pun di lalui dengan lancar, kini mereka telah sampai di depan pintu rumah milik Mike.
Setelah mengantar Embun beristirahat di kamar, Mike langsung mengajak Lio untuk mengunjungi papanya dan langsung di setujui Lio meskipun ia merasa lelah karena belum sempat beristirahat tapi ia tidak bisa menolak permintaan tuannya itu
__ADS_1
"Apa anda akan mengatakan pada nona bahwa James lah pelaku pembunuhan kedua orangtuanya?" tanya Lio penasaran, mengingat sekeras apa mereka menyembunyikan kenyataan yang sebenarnya
"Saya tidak mungkin melakukan hal itu. Mungkin setelah berhasil membalaskan dendam Embun pada bajing an itu baru saya akan menceritakan semua padanya"
"Tapi tuan, bagaimana kalau nona mengetahui semuanya sebelum kita berhasil menemukan James?" Lio tidak mau resiko terburuk itu nantinya akan melukai tuannya
"Biarlah itu kita pikirkan nanti, yang pasti untuk saat ini saya harus segera menikah dengan Embun supaya James tidak lagi berusaha merebutnya dariku"
"Hhh… saya cuma khawatir, James justru makin semangat ingin mendapatkan Embun setelah anda menikahinya" lirih Lio hampir tidak terdengar
Mereka lantas terdiam dan kembali fokus pada pikirannya masing-masing. Hingga mobil mereka memasuki kawasan tempat tinggal papa Mike
Lama tidak bertemu, nyatanya membuat Max terlihat makin muda karena senyuman yang lebih sering terlihat tergambar di wajahnya
Entah karena pria paruh baya itu sudah mengetahui niat Mike untuk menikah atau karena hubungan keduanya yang sudah mulai membaik. Yang pasti Mike lebih bersyukur akan perubahan papanya itu
"Papa turut berduka atas kematian calon mertuamu" ucap Max setelah perbincangan ringan keduanya
"Terimakasih pa. Maaf belum sempat mengenalkan Embun pada papa tapi aku berharap papa mau merestui pernikahanku dengan Embun"
"Bukankah kau yang selalu menolak untuk menikah, lantas kenapa tiba-tiba datang dan meminta restu dariku? sudah yakin dengan pilihanmu kali ini?" sindir Max sambil menatap putra semata wayangnya itu
"Yakin pa, sangat yakin. Pokoknya papa cukup merestui ku saja, aku pastikan akan hidup bahagia dengan Embun" Mike mengatakan itu dengan wajah berbinar. Ia bahkan sudah tidak sabar ingin segera melangsungkan pernikahannya
"Tentu saja papa merestui mu. Oh ya bagaimana dengan kasus Edwar?" saking sibuknya membantu mengendalikan perusahaan saat Mike tengah diterpa cobaan membuat Max tidak lagi mengikuti perkembangan kasus sahabatnya
"Paman Ed harus mendekam di penjara selama lima tahun dan mengembalikan dana yang sudah di ambilnya kepada perusahaan"
"Bagus lah kalau begitu. Sebenarnya papa sudah mengikhlaskan dana yang di ambil Ed setidaknya hukuman kurungan itu sudah cukup untuk membuatnya jera" ada kelegaan dari ucapan Max
__ADS_1
"Tapi aku heran, kenapa paman Ed tiba-tiba mengakui kesalahannya tanpa melakukan perlawanan?"
Max hanya tersenyum, tentu ia tau jawaban dari pertanyaan putranya. Hanya saja semua itu cukup menjadi rahasia antara dirinya dan Edwar sahabatnya yang kini sudah kembali baik seperti saat pertama kali mereka bertemu