
Ancaman Edwar ternyata bukan sekedar ucapan belaka, ia membuktikan dengan membuat perusahaan X tiba-tiba memutuskan kontrak kerja sama dengan mereka
Padahal selama ini hubungan kedua perusahaan termasuk baik, mengingat kerja sama yang terjalin sudah berlangsung cukup lama
Namun dalam hal ini, Edwar seperti menunjukkan kekuasaannya pada Mike sekalipun posisinya masih berada di bawah kepemimpinan Mike
Tentu saja bukan Mike namanya kalau akan gentar hanya karena gertakan kecil seperti itu. Dari jauh hari ia sudah yakin hal ini akan terjadi, karena itu ia sudah memiliki cara untuk menangani permasalahan ini
Sejak pertemuannya saat itu dengan Edwar, Mike mulai mengunjungi setiap perusahaan yang bekerja sama dengannya. Mencari tau perusahaan mana saja yang sudah berada dalam kendali Edwar dan mana yang tidak
Meskipun terkesan melelahkan serta merepotkan, namun ia berhasil mendapatkan dukungan lebih dari setengah dari banyaknya perusahaan yang bekerja sama dengan mereka
Mike tau aturan mainnya, sebelum membuat orang bersekutu dengan kita terlebih dahulu berikan tawaran yang bahkan tidak bisa di tolak oleh mereka
Dan itu lah yang Mike lakukan, kehilangan materi yang tidak sedikit masih bisa termaafkan asalkan perusahaan tetap bisa berjalan sebagaimana mestinya
Sekalipun kehilangan kolega besar merupakan bumerang bagi perusahaan, tapi dalam dunia bisnis apapun bisa saja terjadi dan semua itu tergantung dari cara menyikapi serta menangani permasalahannya
"Pemasukan kita sekarang akan jauh banyak berkurang, tuan" Lirih Lio yang sedari tadi berdiri di sisi Mike
"Tidak apa-apa. Kita masih beruntung setidaknya saat ini kita memiliki alasan untuk mengurangi pegawai tanpa harus merasa bersalah"
"Kapan rencananya tuan akan melakukan rencana yang sudah tuan susun?"
"Kita tunggu sampai semua perusahaan yang bersekutu dengan Paman Ed memutuskan kerja sama dengan kita"
"Apa itu tidak terlalu lama tuan? saya khawatir mereka akan bertindak lebih jauh dari ini"
"Biarkan mereka menentukan pilihannya terlebih dahulu, mau tetap mendukung Paman Ed atau tetap menjalin kerjasama dengan perusahaan kita. Bila terlalu lama, kita tinggal mendesak mereka saja"
"Apa kita akan menunggu seperti ini saja tuan?" tanya Lio dengan nada khawatir, melihat tuannya yang terkesan santai padahal lawannya kali ini tidak bisa di anggap remeh
"Saya tau apa yang saya lakukan jadi tidak perlu terlalu khawatir"
"Maafkan saya tuan"
__ADS_1
"Apa kau sudah menemukan orang-orang yang nantinya akan bekerja bersama kita mengisi kekosongan kursi para penghianat itu?"
"Sudah tuan"
"Kalau begitu temui direktur pemasaran, dan katakan padanya untuk menawarkan batu bara milik perusahaan X yang belum sempat di salurkan pada perusahaan lain."
"Baik tuan, apa ada lagi yang tuan butuhkan?"
"Tanyakan perkembangan laporan kita pada pengacara. Saya berharap mereka secepatnya melakukan penyelidikan sebelum keadaan menjadi bertambah kacau"
"Baik tuan, kalau begitu saya permisi"
Mike memijat tengkuknya, ia sudah merasa sangat lelah padahal perjuangannya baru saja akan di mulai
***
Di dalam ruangan kerjanya, Edwar sedang tersenyum penuh kemenangan. Rencana awalnya sudah ia lakukan dan berharap Mike menghentikan hal yang ia lakukan karena menurutnya itu hanya sia-sia saja
Direktur perusahaan X merupakan teman lama Edwar semasa di bangku kuliah dulu. Melalui Edwar juga lah, perusahaan X akhirnya bisa bekerja sama dengan perusahaan milik Max.
Berbekal kepercayaan diri yang tinggi serta otak yang encer, membuat Edwar mampu membantu Max membangun kembali perusahaannya yang hampir saja mengalami kebangkrutan
Awalnya Edwar tidak pernah berniat untuk berhianat kepada Max yang juga secara tidak langsung menolongnya, namun niat itu berubah saat pertama kali ia berjumpa dengan Talia di kediaman Max
Talia yang merupakan istri Max sekaligus wanita yang pernah mengisi relung hati Edwar dulu
Hubungan kekasih keduanya kandas hanya karena Talia mengatakan akan menerima perjodohan dari orangtuanya dan memilih untuk mengakhiri hubungan mereka
Edwar sempat menaruh harapan besar pada hubungannya dengan Talia saat itu, apalagi Talia merupakan semangat terbesarnya untuk bangkit di saat seluruh keluarga membuangnya
Ia mengira kesakitan di tinggal kekasih merupakan hal paling menyakitkan yang pernah ia rasakan, tapi sepertinya ia salah besar karena melihat seseorang yang kita cintai berbahagia dengan orang lain justru menjadi hal yang jauh lebih menyakitkan
Cukup lama ia memendam perasaan cemburu tiap kali melihat kemesraan Talia dan Max, namun ia mencoba menepis perasaanya itu mengingat hanya disana lah dirinya dapat di terima dengan tangan terbuka
Lama kelamaan ia bisa berdamai dengan keadaan dan hatinya, hingga kematian Talia akibat sakit yang di deritanya membuat kemarahan yang sempat padam akhir kembali berkobar
__ADS_1
Ia menyalahkan kematian Talia akibat kelalaian dan kurangnya perhatian Max pada wanita itu
Max yang terlalu sibuk dengan dunianya, dianggapnya melupakan istri yang dengan setia mendampinginya selama ini.
Kematian Talia pertama kali di ketahui oleh Mike yang masih berusia 10 tahun kala itu. Mike menangis histeris di samping tubuh ibunya yang sudah tidak bernyawa
Mendengar tangisan Mike, Edwar yang baru tiba disana segera mendekat kearah mereka berdua dan tentu saja mendapati wanita yang di cintainya sudah meregang nyawa seketika membuat Edwar bersumpah untuk membalas dendam pada Max
Sejak hari itu, Edwar mulai melakukan penyelewengan dana perusahaan. Menyabotase saham milik Max serta melakukan kecurangan-kecurangan lainnya
Tidak sedikit yang sudah ia ambil, malah sudah sangat cukup untuk membangun sebuah perusahaan
Tapi keserakahan sepertinya sudah menutup pintu hatinya sehingga tujuan terakhirnya hanyalah melihat kehancuran Max dan perusahaannya
Sejujurnya ia tidak berniat melibatkan Mike dalam dendam pribadinya, karena begitu besarnya kasih sayang yang ia miliki untuk anak dari wanita yang di cintainya itu
Tapi ia tidak bisa berbuat banyak karena takdir mempertemukan mereka kembali dalam keadaan yang tidak mengenakan seperti ini
Drrrt drrrt drrrt
Edwar mengambil ponselnya yang berada di atas meja, dan melihat nama orang kepercayaannya tertulis di layar ponsel tersebut
"Pihak kepolisian akan melakukan penyelidikan terhadap anda tuan"
"Ternyata anak itu tetap mau melawanku"
"Apakah kita akan tetap menjalankan rencana awal kita,tuan?"
"Ya, lakukan seperti yang saya perintahkan"
"Baik tuan"
Sambungan telepon pun terputus. Edwar lalu mengambil rokok dari laci mejanya dan mulai menyalakannya
"Mari ikuti permainanmu Mike karena nantinya kau yang akan hancur dengan permainanmu sendiri" seringai Edwar di sela hembusan asap rokok yang di keluarkannya
__ADS_1