
Pencarian terhadap Edwar masih terus di lakukan, sudah sepekan namun masih belum menemukan titik terang. Semua tempat yang sempat mereka curigai pun tidak luput dari perhatian mereka, tapi tidak ada yang membuahkan hasil
Anak buah James yang mereka tangkap hingga hari ini masih bungkam, sekalipun siksaan yang ia dapatkan hanya tinggal menyisakan nyawanya saja
Sedangkan di kantor, Mike telah melakukan perombakan besar-besaran. Kepergian Edwar membawa keuntungan baginya, karena memudahkannya untuk memilah siapa yang akan tetap bekerja dengannya dan siapa yang pantas untuk di keluarkan
Tindakan yang cukup ekstrim untuk sebuah perusahaan besar yang lagi berkembang, mengingat posisi yang kosong tidak bisa secepatnya terisi bahkan kekosongan itu malah akan menambah beban kerja bagi yang lain
Hal ini sempat mendapat perhatian publik, mengingat selama ini tidak ada yang pernah bertindak seperti itu. Mengambil resiko besar di tengah kepemimpinan yang baru seumur jagung
Namun, bukan Mike namanya kalau bergerak tanpa rencana. Saat ini kekosongan yang sempat terjadi, sudah terisi orang-orang baru yang telah di persiapkan oleh asistennya
Sehingga kinerja perusahaan tetap bisa berjalan seperti biasa meskipun sempat mendapat kendala di awal, tapi makin kesini kendala itu bisa sedikit di selesaikan
"Aku sempat kaget dengan keadaan yang terjadi di kantor" ujar Bian saat berkunjung ke tempat tinggal kekasihnya
Seperti biasa, sepasang kekasih itu selalu menghabiskan lebih banyak waktu bersama untuk bercerita banyak hal di teras kostan tersebut.
"Semua orang sama terkejutnya, hanya saja tidak ada yang berani mempertanyakan apa yang terjadi kepada pimpinan" sanggah Nabila dengan tatapan menerawang
"Coba kau tanyakan pada Embun, mungkin pimpinan pernah menceritakan sesuatu padanya"
"Kita tanyakan bersama, sebentar lagi juga orangnya pulang"
Seperti perkataan Nabila, berselang lima belas menit kemudian Embun nampak berjalan mendekat ke arah mereka dengan ekspresi wajah yang sama sejak terakhir kali Mike mengantarnya pulang
Pertanyaan-pertanyaan Nabila tentang hubungan Embun dan Mike pun hanya di jawab sekedarnya saja, karena hingga saat ini pun Embun masih tidak mengerti dengan pikiran pria itu yang selalu melakukan apa yang diinginkannya
__ADS_1
"Kau pulang sendiri?" tanya Bian penasaran
"Seperti yang kakak lihat, memangnya kenapa?"
"Aku kira pimpinan yang mengantarmu pulang seperti hari itu"
"Tidak, sampai hari ini juga dia tidak mengirim pesan atau pun mengunjungi ku di toko" ucap Embun seraya mengangkat bahunya
"Pimpinan sangat sibuk akhir-akhir ini, tapi apa dia tidak pernah menceritakan apapun padamu?"
"Hubungan kami belum sedalam itu sampai pria itu mau menceritakan segala hal padaku," Embun berjalan masuk meninggalkan sepasang kekasih yang sepertinya masih akan melemparkan pertanyaan padanya
Bukan menghindar, hanya saja ia tidak mau membicarakan banyak hal tentang Mike yang akan membuatnya kembali mengingat tentang pria itu
Setelah mengatakan hal yang di anggap Embun merupakan keputusan sepihak, Pria itu seperti menghilang di telan bumi. Tidak ada kabar, bahkan mengunjunginya yang sudah diakui sebagai kekasih pun tidak
Entahlah, Embun selalu tidak mengerti akan isi hati dan jalan pikirannya sendiri. Tapi satu hal yang ia syukuri kehadiran Mike bisa membantunya sedikit melupakan patah hati akibat cinta pertamanya yang kandas
Embun menghempas tubuhnya di kasur tipis yang selalu ia bagi bersama dengan Nabila. Khayalannya terbang pada kejadian beberapa hari lalu ketika ia masuk bekerja setelah libur karena patah hatinya
Bima menghampirinya di tempatnya bekerja, meminta maaf akan semua yang sudah terjadi. Menjelaskan tentang semua yang menjadi pertanyaan Embun malam itu sekalipun Embun sebenarnya sudah tidak peduli dengan apa yang akan di katakan oleh pria itu
Patah hati ternyata membuat semua hal yang dilihatnya selama ini pada diri Bima seolah menghilang digantikan rasa kecewa yang begitu besar karena merasa kehadirannya tidak berarti apa-apa bagi pria itu
Embun menghela nafasnya kasar, sudah cukup dirinya terlarut dengan kesedihan yang hanya dirasakannya sendirian. Ia pun bangkit mengambil handuk dan pakaiannya kemudian berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri
*
__ADS_1
*
Luka yang dialami Edwar akibat peluru yang bersarang di kakinya sudah berangsur membaik. Kondisi pria tua itu juga sudah lebih baik dari terakhir kali ia melarikan diri dari kejaran polisi
Erik membawanya kesebuah rumah di daerah terpencil yang ia sendiri tidak tau daerah itu berada dimana. Setelah berhasil lolos dari aparat yang ingin menangkapnya, Erik sempat membawanya bertemu dengan dokter pribadi James untuk mengeluarkan peluru tersebut
Setelah itu, dirinya pun berakhir di rumah besar namun jauh dari kemegahan rumah yang di milikinya. James pun rutin menemui dan mengabarkan tentang segala hal yang berkaitan tentang dirinya dan Mike
"Mike sepertinya berhasil mengusir para anak buah Paman dan memegang kendali perusahaan sepenuhnya" ucap James sembari menyalakan rokoknya
"Kepergian ku membawa angin segar buatnya karena selain diriku tidak ada yang berani untuk menentang apa yang ia lakukan disana"
"Dia juga berhasil menangkap anak buah ku yang bertugas untuk mengawasinya" Asap rokok dihembuskan James ke udara
"Tidak mungkin dia tidak menyadari kalau ada yang membuntutinya selama ini. Apa kau berniat melepaskannya?"
"Aku bukan orang bodoh yang begitu menyayangi anak buahnya sampai mempertaruhkan banyak hal. Kesalahannya sampai bisa tertangkap, jadi dia harus menerima konsekuensinya sekalipun harus kehilangan nyawanya"
"Berapa lama kau akan menahan ku disini?" tanya Edwar sembari mendekat ke arah James yang sedang duduk di sofa
"Aku tidak tau pastinya Paman, untuk saat ini saja Paman harus selalu berpindah tempat menghindari anak buah Mike yang pasti sekarang tengah mencari keberadaan Paman"
James tau hal itu sangat melelahkan bagi pria setua Edwar tapi hanya itu jalan satu-satunya untuk menyelamatkan pria tua itu
Bukannya takut untuk menghadapi Mike dan anak buahnya yang jumlahnya hampir sama banyaknya dengan yang dimilikinya, namun bantuan pihak kepolisian tentu akan merepotkan dirinya jika sampai bentrokan terjadi
"Paman cukup bersabar, bila waktunya tiba kita akan menghadapi mereka dan tidak perlu lagi melarikan diri seperti ini"
__ADS_1
Edwar mengangguk meskipun tidak mengerti akan rencana yang dimiliki James setidaknya pria di hadapannya itu telah memberikan gambaran padanya kalau ia akan tetap berada di pihaknya hingga akhir