Jeratan Cinta Tuan Mafia

Jeratan Cinta Tuan Mafia
Eps 6 Teman lama


__ADS_3

Mike menghampiri Rey yang ia lihat sudah duduk di dalam ruang VIP di cafe miliknya itu. Mungkin terkesan berlebihan untuk sebuah cafe memiliki ruangan khusus seperti itu hanya saja Mike memilih memberikan kenyamanan pada pengunjungnya yang kebanyakan berasal dari lingkungan orang berduit


Sudah lama ia tidak melihat temannya itu, terakhir kali bersama mereka justru terlibat hal yang cukup menegangkan. Dimana saat itu, ia harus ikut membantu Rey menangkap pelaku yang sudah berani melukai istrinya yang karena perbuatannya harus berakhir koma di rumah sakit


Tapi sepertinya mendung itu sudah berganti dengan cahaya mentari melihat betapa bahagianya Rey saat ini, sekalipun kebahagiaan itu tertutupi dengan wajah tanpa ekspresinya itu


"Maaf membuatmu menunggu Rey," sapa Mike seraya menyodorkan tangan di hadapan Rey yang tengah sibuk dengan ponselnya


Rey menjabat tangan pria yang sedang ia tunggu itu, melengkungkan senyum tipis memeluk sesat tubuh Mike sebagai tanda kerinduan karena pertemuan mereka yang terhalang oleh kesibukan keduanya


"Kau terlihat berbeda sekarang, ternyata memiliki istri secantik Serena ada gunanya juga" Mike terkekeh, ia begitu suka menggoda Rey yang hanya bereaksi saat ia menyinggung perihal Serena istrinya


"Si*lan!" umpat Rey sambil menatap tajam pada Mike yang berani mengatakan kalau istrinya itu cantik meskipun kenyataannya seperti itu tapi Rey tidak suka jika ada yang memuji istrinya selain dirinya


"Kalau menyangkut soal Serena mode suami posesif langsung terlihat padahal aku hanya mengatakan kalau Serena memang cantik" goda Mike lagi yang membuat tatapan tajam Rey seakan ingin merobek mulutnya


Ia kembali terkekeh, melihat reaksi sahabatnya merupakan obat mujarab yang bisa menghilangkan lelahnya setelah di sibukkan dengan pekerjaan barunya


"Bagaimana dengan pekerjaanmu?" tanya Rey tiba-tiba hingga membuat Mike hanya menarik nafas panjang sebagai jawabannya


"Kamu pasti bisa, awalnya memang berat tapi lama-kelamaan kamu pasti akan terbiasa" ucapan terpanjang Rey selama pertemuan mereka hari ini


"Kau tau dari dulu hidupku hanya untuk usaha yang sudah aku bangun, tapi ternyata tetap saja aku kalah dari tua Bangka itu…" lirih Mike


"Sayangnya tua Bangka itu adalah papamu" keduanya tertawa sesaat


"Seperti yang kau tau Rey, saat ini aku hanya mengikuti arus kehidupanku saja" ucap Mike, tatapannya kini menerawang pada hidup yang sudah ia lalui selama ini


Pergaulan Mike yang begitu luas, tidak serta merta membuat ia memiliki teman yang bisa di ajaknya untuk berbagi suka dan duka

__ADS_1


Selama ini, banyak orang yang menawarkan pertemanan kepadanya. Hanya saja, pertemanan itu bertahan di saat mereka membutuhkan sesuatu darinya


Setelah keinginan mereka terpenuhi,maka mereka akan secara perlahan menghilang seperti di telan bumi


Tapi di antara mereka semua, ada seorang yang tetap menjulurkan tangan padanya di saat yang lain justru menjauhinya


Orang itu adalah Rey temannya sedari kecil. Sosok yang dingin namun penuh kehangatan terlebih kepada orang-orang yang di sayanginya.


Sedangkan bagi Rey sosok Mike sudah lebih dari sekedar teman, bahkan di sudut hatinya ia sudah menempatkan Mike seperti saudara kandungnya


"Tua bangka itu melepaskan tanggung jawabnya begitu saja?" tanya Rey, mencairkan kebisuan dia antara mereka.


Bagi keduanya julukan tua bangka di peruntukkan pada Max,papa Mike


"Seperti yang kau tau, bahkan ia juga membebaniku dengan kelompok mafianya" jawab Mike sembari mengisi gelasnya yang sudah kosong


"Aku sudah menolak tapi justru ia mengancam akan menjodohkan ku" Mike menenggak minumannya, membicarakan papanya saja terasa melelahkan baginya


Mike menggeleng, ia tidak mau membeli kucing dalam karung. Berharap memiliki pasangan seperti Serena tapi justru terikat pada wanita penggoda seperti yang selama ini menemaninya di ranjang


Rey bisa memahami, mendapatkan perempuan seperti Serena merupakan anugerah baginya dan tentu saja ia berharap kelak sahabatnya itu bisa mendapatkan seseorang seperti yang ia harapkan


Pertemuan keduanya terpaksa terhenti saat asisten Rey datang dan mengingatkan tentang meeting yang akan segera mereka hadiri


"Aku ucapkan selamat untuk pekerjaan barumu. Kapan pun kau butuh bantuan,jangan sungkan untuk menemuiku" ucap Rey seraya menjabat tangan Mike, kemudian berlalu dari tempat itu


Mike pun segera beranjak, ia juga masih memiliki sejumlah pekerjaan yang sudah menantinya


*

__ADS_1


*


*


Kembali Embun menyusuri jalanan ibu kota untuk menguji peruntungannya hari ini. Setelah kemarin, ia tidak juga menemukan pekerjaan di sekitar tempat tinggalnya kali ini Embun berjalan cukup jauh sampai ia sendiri kebingungan karena tidak mengenali daerah tempatnya berada


Embun memilih mengistirahatkan kakinya yang telah lelah berjalan, di depan sebuah kantor yang memiliki gedung yang cukup tinggi di antar yang lain


Saat itu cahaya matahari telah meredup,menandakan malam telah tiba. Namun, dari dalam gedung tersebut terlihat orang-orang beriringan keluar padahal biasanya kantor-kantor lain telah sepi sejak sore hari


Embun tidak menyadari sudah berapa lama ia berdiri di depan kantor itu, hingga tepukan di bahunya membuatnya terkejut


"Kakak!" pekik Embun tatkala melihat sosok Nabila telah berdiri di belakangnya


"Kok bisa sampai disini sih dek?" tanya Nabila sembari menelisik pada pakaian yang di gunakan adiknya itu


"Hmm…tadi niatnya jalan-jalan tapi malah nyasar sampai disini"


"Jalan-jalan tapi pakaiannya seperti mau melamar pekerjaan…"


Nabila menangkap gerakan salah tingkah Embun yang biasa di lakukan gadis itu ketika mengucap kebohongan


"Maksudnya jalan-jalan sekalian nyari kerjaan kak" Embun meringis, ia memang tidak pernah berbakat dalam hal berbohong. Selalu saja kebohongannya akan cepat di ketahui orang sekitarnya


"Tidak perlu cari kerja, kakak masih sanggup membiayai urusan perut kita berdua"


"Aku percaya kak, hanya saja tidak mungkin selamanya aku menumpang hidup sama kakak. Nantinya kakak pasti punya keluarga sendiri dan saat itu aku sudah harus bisa bertanggung jawab terhadap hidupku sendiri"


Nabila setuju dengan perkataan Embun, meskipun ia merasa masih terlalu cepat melepaskan Embun untuk bekerja di usianya yang bahkan belum tamat sekolah

__ADS_1


Tapi, ia juga menyadari kalau saat ini Embun harus bisa berdiri di atas kakinya sendiri mengingat keluarganya tidak akan mengulurkan tangan untuk membantunya di saat ia kesusahan akibat perbuatannya hari itu


Dengan melingkarkan tangan di bahu Embun, Nabila mengajak Embun untuk pulang dan ia juga berjanji akan membantu Embun mencari pekerjaan di waktu liburnya nanti


__ADS_2