
James sedang menikmati musik yang mengalun di sebuah diskotek dengan segelas vodka di tangannya
Berbeda dengan pria lainnya yang terlihat di dampingi oleh wanita cantik dan seksi, James justru sedang menikmati kesendiriannya di tengah suara hentakan musik serta keramaian para manusia yang tengah menikmati hidupnya
Selama hidupnya James hanya memiliki tiga orang wanita yang sangat berarti dalam hidupnya. Ibu, Kakak perempuannya serta kekasih di masa lalunya
Selain ketiga wanita itu, perlakuan James pada seorang wanita akan sangat buruk. Ia tidak akan segan untuk menyakiti ataupun menghilangkan nyawa bila ada seseorang yang menggunakan jasanya untuk melakukan kekejaman itu
Banyak wanita cantik yang berniat mendekatinya, namun setelah menghabiskan malam bersamanya kebanyakan dari wanita itu akan menghindar ketika bertemu dengannya
Alasannya hanya satu, kelainan seksual yang di miliki pria itu sering kali meninggalkan trauma bagi pasangannya.
James sangat bertolak belakang dengan Mike yang ramah terlebih dalam memperlakukan wanitanya. Ia tidak akan segan menyakiti kalau pasangannya itu tidak mau mengikuti keinginannya
Begitu pula saat bercinta dengan pasangannya, James akan menyiksa pasangannya terlebih dahulu demi mencapai kepuasan hatinya baru lah setelah itu kepuasan batinnya ia penuhi
Terdengar kejam namun itulah diri James yang sebenarnya. Melihat dan merekam tiap kekerasan yang selalu terjadi di depan matanya, membuatnya merasa terbiasa dengan hal itu sejak ia kecil
Tidak heran, ketika ia besar dan menjadi pimpinan salah satu mafia terbesar di Indonesia kesenangannya itu makin menjadi. Seakan rasa haus akan darah dan juga jerit pilu tiap korbannya menjadi kesenangan yang tak ternilai baginya
James sangat menikmati setiap hembusan asap rokok yang dikeluarkannya. Tubuhnya sedang bersamanya namun tidak dengan pikirannya
Sejak mendapat laporan tentang musuh besarnya yang sedang dekat dengan seorang wanita membuat James tertarik dan menyuruh anak buahnya untuk mendapatkan informasi tentang wanita tersebut
__ADS_1
Melihat foto wanita itu dari selembar foto yang di berikan anak buahnya, membuat James makin penasaran tentang alasan Mike yang di kenalnya itu bisa melabuhkan hatinya pada wanita itu
Hingga saat ia melihat dari kejauhan bagaimana Mike memperlakukan wanita itu, seketika keinginannya untuk memiliki wanita itu pun sama besarnya dengan rasa penasarannya itu
Rasa penasarannya itu terjawab ketika ia bertemu pertama kali dengannya. Tatapan mata, bentuk tubuh dan semua hal yang ada pada dirinya membuat James semakin menginginkannya
Terlebih ketika bibir mereka menyatu, ada rasa berbeda yang dirasakannya membuatnya tidak ingin berhenti untuk merasakan hal itu.
James menertawakan kebodohan dirinya, karena kali ini ia sangat berharap pada kematian Mike selain karena ingin membalaskan dendamnya juga di sebabkan karena ia ingin memiliki wanita yang menjadi kekasih rivalnya itu
*
*
Lelah dengan tangisnya, Embun pun tertidur dan baru terbangun saat tidak ada lagi terdengar suara para pengawal yang menjaganya
Ia menduga saat ini sudah larut malam karena para pengawal itu sudah tertidur di tempat tadi mereka duduk. Di sekitar mereka juga nampak botol bekas minuman keras berserakan dan ia mengutuk dirinya sendiri karena terlalu nyenyak tertidur dan tidak menyadari bahaya yang senantiasa mengancamnya
Embun menyadari adanya kesempatan, dengan sekuat tenaga ia melepaskan ikatan yang ada di kakinya setelah itu mencari cara untuk melepaskan tali yang mengikat tangannya
Satu-satunya jalan untuk bisa keluar dari tempat itu hanya lah pintu, dan Embun harus memastikan dulu bahwa para pengawal itu sudah terpengaruh oleh minuman sehingga tidak akan terbangun saat nanti pintunya di buka
Setelah memastikan keadaan aman, dengan berbekal air soft gun milik salah satu pengawal itu Embun membuka pintu yang ternyata tidak terkunci
__ADS_1
Saat pintu terbuka, seorang pengawal yang bertugas menjaga malam itu sudah berdiri di balik pintu untuk menghadang Embun melarikan diri
"Anda tidak akan bisa lari dari sini, nona" seringainya sambil menatap Embun dari atas hingga bawah
Embun mengacungkan senjata yang di bawanya kearah pria itu, tapi bukannya takut pria itu justru hanya menertawakannya
"Jangan mendekat atau aku akan menembak mu!" ancam Embun sambil berusaha menstabilkan pegangan pada senjata yang dibawanya karena kini tangannya bergetar hebat seiring dengan ketakutan yang mulai melandanya
Embun tidak pernah menggunakan senjata itu, ia hanya mengetahui cara menggunakannya dari film yang selama ini ia tonton
Ia memundurkan langkahnya seiring dengan semakin mendekatnya pria itu padanya. Embun melirik sekitar mencari cara untuk bisa terlepas dari pria itu
Merasa tidak memiliki cara lain, ia mengambil ancang-ancang lalu berlari kencang menabrak tubuh pria itu hingga terjatuh. Tapi pria itu sudah kembali menarik kakinya sebelum ia sempat untuk melarikan diri
Meskipun tubuh pria itu tidak kekar seperti yang lain, tapi untuk tenaga Embun masih kalah banyak dengannya. Tidak memiliki pilihan lain, Embun menarik pelatuk pada senjata api tersebut dan menembakkannya kearah pria itu
Suara letusan senjata dan pekik kesakitan terdengar mewarnai malam itu. Embun terdiam tatapannya menjadi kosong saat melihat darah yang mengalir dari kaki pria yang di tembaknya
Masih dengan tangan yang bergetar hebat, Embun menyeret kakinya untuk segera pergi dari sana sebelum teman pria itu terbangun karena suara dari senjata api yang tadi di pakainya
Langkahnya semakin cepat dan kini ia setengah berlari sambil terus menatap kebelakang karena takut akan kembali di kejar oleh mereka
Bug
__ADS_1
Embun menabrak sesuatu hingga terjatuh, dan betapa terkejutnya ia ketika berbalik dan melihat seseorang yang ditabraknya
"Kau…"