
Mike cukup lama meninggalkan Embun sendirian di dapur, begitu keluar dari kamar ia melihat gadis itu sudah tertidur di sofa yang berada di depan televisi di ruang keluarga
Wajah lelah tergambar jelas di wajah manis gadis itu, ia merasa sedikit bersalah karena sudah mengganggu waktu istirahatnya hanya untuk memasakkan makanan untuknya
Perlahan Mike mengangkat tubuh gadis itu, dan memindahkannya ke ranjang miliknya. Tidak tega juga kalau harus membiarkan gadis itu tertidur disana hingga pagi bisa-bisa saat bangun tubuhnya akan terasa sakit seperti di pukuli orang sekampung
Setelah meletakkan Embun di kamar, Mike kembali ke meja makan untuk memakan makanan yang di masakan untuknya.
"Tidak buruk juga rasanya," gumam Mike sembari terus memasukan makanan ke mulutnya hingga tanpa terasa makanan itu sudah tidak lagi bersisa di piringnya
Perutnya yang sudah kenyang ternyata mempengaruhi kinerja matanya, semula ia ingin kembali melanjutkan mengerjakan tugas kantor yang di bawanya pulang namun rasa ngantuk yang teramat sangat membuatnya menyerah dan memilih untuk mengistirahatkan tubuhnya
Mike merebahkan dirinya di samping Embun, ia tidak terpikirkan lagi untuk menempati kamar lain mengingat selama ini kamar lain yang ada di rumahnya itu tidak ada yang menempati sehingga harus di bersihkan terlebih dahulu baru bisa di gunakan
Lagipula ia juga sudah terlalu mengantuk, tidak akan mungkin berbuat yang tidak-tidak terhadap gadis itu
*
*
*
Embun terjaga dari tidurnya ketika merasakan sebuah lengan kekar melingkar di pinggangnya.
Kesadarannya belum terkumpul sepenuhnya, sehingga ia mengira kalau lengan itu milik Nabila yang selama ini tidur bersamanya
Namun ketika ia membalik badannya, ia sangat terkejut mendapati wajah Mike yang tengah tertidur berada tepat di depan wajahnya
__ADS_1
Hampir saja ia meneriaki Mike karena sudah lancang memasuki kamarnya.Beruntung hal itu tidak ia lakukan, karena bila nanti kesadarannya sudah kembali pasti ia yang akan merasa malu sebab ia lah yang berada di kamar pria itu
Perlahan Embun memindahkan lengan kekar Mike dari tubuhnya dan berencana keluar dari kamar itu sebelum Mike terbangun. Namun,gerakan tangan Mike lebih dulu mengunci tubuh Embun dalam dekapannya
Posisi yang begitu dekat tentu saja membuat debaran di jantung Embun menjadi tidak beraturan. Selama ini ia tidak pernah berada sedekat ini dengan lawan jenisnya, sehingga ia tidak mengerti harus bereaksi seperti apa
"Sebentar saja, aku ingin tetap seperti ini" bisik Mike yang membuat sekujur tubuh Embun serasa tersengat listrik
Embun menggelengkan kepalanya, menghilangkan pikiran-pikiran liar yang kini memenuhi otaknya
Sekuat tenaga ia mendorong tubuh Mike menjauh darinya, tapi lagi-lagi ia kalah tenaga pelukan di tubuhnya justru semakin erat bahkan hembusan nafas Mike terasa menerpa wajahnya
"Ayolah Embun pikirkan cara terlepas dari pria ini sebelum akal sehatmu terkalahkan olehnya"
Belum juga menentukan akan memenangkan salah satu dari sisi baik dan buruknya yang kini tengah berperang di dalam kepalanya, sebuah benda kenyal dan lembut telah menempel di bibirnya
Reaksi alami yang tubuhnya rasakan membuat Embun tanpa sadar memejamkan matanya, walaupun sebagian dari dirinya kini tengah mengutuk tindakan yang Mike lakukan
Pengalaman yang begitu banyak bersama para wanita membuat Mike mengerti harus bertindak seperti apa pada gadis sepolos Embun
Ia ingin gadis itu mendapatkan pengalaman yang begitu mengesankan pada hal yang baru sekali ia rasakan, karena itu Mike begitu lembut menyapu bibir mungil yang terasa manis itu
Awalnya Mike hanya ingin sekedar memeluk saja tapi kelelakiannya meminta lebih dari sekedar yang ia lakukan. Bibir mungil Embun ternyata mampu membangkitkan sesuatu di bawah sana
"Sial!" umpat Mike dalam hati, saat menyadari yang ia lakukan sudah seperti pelecehan anak di bawah umur
Tapi tubuhnya tidak sejalan dengan pikirannya, bukannya berhenti malah kini ia semakin menekan tubuh Embun hingga menempel di tubuhnya
__ADS_1
Embun kesulitan menarik nafas ketika ciuman Mike terasa semakin menuntut, membuat Embun segera menggigit bibir Mike untuk menghentikan kegiatan mereka
"Kau mau membunuhku!" sungut Embun kesal sembari menyentak tubuh Mike menjauh darinya
"Maaf, aku tidak sengaja…" ucap Mike, kemudian mengambil air yang terletak di atas nakas dan meminumnya
Kecanggungan terjadi di antara keduanya, Mike buru-buru melangkah ke kamar mandi untuk mengamankan adik kecilnya yang mulai tidak terkendali. Sedangkan Embun langsung keluar dari kamar itu setelah tubuh Mike sepenuhnya telah hilang dari pandangannya
Embun berdiam cukup lama di dalam kamar mandi yang berada di dekat dapur. Debaran di jantungnya masih saja belum kembali normal, padahal ia sudah tidak lagi berada di dekat pria itu
Hingga suara ketukan di pintu kamar mandi memaksanya untuk keluar. Ketika pintu terbuka, Mike berdiri dengan pakaian yang sudah berganti serta rambut yang sedikit basah membuat ketampanannya makin meningkat di mata Embun
"Mau pulang sekarang?" tanya Mike, namun terdengar tidak mengenakkan di telinga Embun.
"Tentu saja!"geram Embun
Ia pun berjalan melewati Mike, menuju ke pintu rumah besar tersebut lalu keluar dari sana dan berjalan kaki hingga gerbang yang berjarak cukup jauh dari rumah itu
Satpam yang melihatnya, buru-buru membukakan pintu gerbang meskipun dengan tatapan penuh tanda tanya
Embun ingin memesan ojek online, tapi bodohnya ponsel miliknya semalam ia tinggalkan di kostan. Menunggu kendaraan umum lewat sepertinya mustahil karena rumah itu sepertinya cukup jauh dari jalanan umum
Embun memutuskan berjalan kaki hingga menemukan kendaraan yang bisa mengantarkannya pulang. Ia tidak mau menumpang di mobil Mike lagi, rasanya bertemu dengan pria itu saat ini bisa membuatnya mati muda akibat debaran jantungnya yang begitu cepat
"Cepat naik, aku akan mengantarmu" mobil Mike telah berhenti di sisi kiri Embun tanpa gadis itu sadari
"Tidak perlu, saya bisa pulang sendiri" Embun terus melangkahkan kakinya tanpa menghiraukan teriakan pria itu
__ADS_1
"Dasar keras kepala" geram Mike yang langsung turun dari mobil dan menyeret Embun masuk ke dalam mobilnya
Sebelum gadis itu berontak lagi, Mike segera melajukan mobilnya menuju ke tempat dimana ia bertemu dengan Embun semalam