
"Embun akan tinggal bersama kita!"
Rey seketika menghentikan laju kendaraannya. Perkataan istrinya seperti sebuah pedang yang tengah di acungkan kepadanya
Terkejut tentu saja, tapi melihat kesungguhan dalam tatapan mata istrinya membuatnya berpikir akan sulit mengubah keputusan sepihak istrinya itu
"Tidak mungkin bee, membawa Embun tinggal bersama kita bukan keputusan yang bijak saat ini. Kau tau sendiri kalau Mike sering berkunjung ke rumah kita, apa yang akan ia katakan kalau tau ternyata kita yang menyembunyikan istrinya?" tolak Rey berusaha mengubah keputusan istrinya
"Tapi sayang, cuma rumah kita saja tempat yang aman bagi Embun saat ini. Bagaimanapun kita tidak bisa membiarkannya hidup seorang diri dengan keadaan perut yang semakin membesar"
Rey tidak membenarkan ataupun menyalahkan perkataan istrinya, hanya saja posisinya saat ini tidak menguntungkan. Di satu sisi adalah sahabat baiknya, namun di sisi yang lain ada nyawa yang jadi pertaruhannya
"Aku akan mencari rumah yang aman untuk Embun tempati tapi tidak bersama kita. Aku hanya tidak ingin merasa sangat bersalah terhadap Mike. Aku harap kamu mengerti posisiku bee"
Serena sangat mengerti dengan kekhawatiran suaminya, tapi keputusannya sudah ia pikirkan berulang kali dan menurutnya ini yang terbaik
__ADS_1
Selain bisa menjaga Embun hingga melahirkan nanti, keberadaan mereka juga bisa membantu menyembuhkan luka psikis yang dialaminya. Setidaknya selama mereka menjaga Embun dengan baik, mungkin Mike akan memaklumi tindakan mereka yang sudah membawa pergi Embun dari sisinya
"Bukankah katamu Mike memimpin sebuah kelompok mafia di negeri ini, lantas dimanapun Embun bersembunyi sudah pasti Mike akan dengan mudah menemukannya. Kalau seperti itu, aku yakin hanya di rumah kita saja tempat yang tidak akan sampai Mike curigai"
Tidak ada yang tidak Mungkin bagi seorang Rey, kalau hanya membuat Mike tidak bisa menemukan Embun itu merupakan hal yang mudah.
Dirinya memiliki banyak tempat yang meskipun Mike mengetahuinya namun sahabatnya itu tidak akan mendekatinya tanpa persetujuan darinya terlebih dahulu
Ia hanya tidak ingin kesalahpahaman terjadi di antara keduanya karena mereka hanya saling memiliki selama ini.
"Bagaimana kalau di rumah peninggalan orang tuamu saja bee? aku rasa disana lebih aman. Aku juga yakin Mike tidak akan mencurigai rumah itu"
Rey kembali di Landa kebimbangan. Perjalanan ke kampung halaman istrinya terbilang cukup jauh meskipun bisa mereka akses dengan berkendaraan roda empat
Bolak balik kesana akan membuat istrinya kelelahan dan waktu kebersamaan mereka akan berkurang. Membayangkan tidur tanpa memeluk istrinya adalah hal yang tidak akan pernah ia inginkan
__ADS_1
"Maaf! bukannya aku egois karena tidak memikirkan mu, tapi aku tidak ingin lagi kehilangan seseorang yang penting dalam hidupku" ucap Serena mengiba
Terdengar helaan nafas dari Rey. Mobil kembali ia lajukan, namun dengan kediaman keduanya. Masing-masing dari mereka sibuk dengan pemikirannya sendiri
"Baiklah, Embun boleh tinggal bersama kita tapi dia akan tinggal di belakang mansion kita. Di rumah yang kita tempati dulu saat kita menikah"
Mereka memang memiliki sebuah rumah yang sengaja tidak mereka hancurkan ketika mereka sepakat untuk membuat sebuah mansion mewah
Rumah yang menjadi saksi bisu perjuangan mereka selama menikah. Rumah yang memiliki banyak kenangan yang tidak akan pernah bisa mereka singkirkan dari hidup mereka
Meski tidak lagi di tempati, namun rumah itu masih sangat terawat. Apalagi rumah itu tertutupi oleh taman bunga yang di bangun Serena sehingga menurut Rey itu lah tempat yang cocok bagi wanita itu
"Aku setuju. Begitu tiba di rumah aku akan menyuruh para pelayan untuk membersihkannya. Terima kasih sayang!" ucap Serena dengan mata berbinar
"Apa kau sudah memikirkan cara untuk bisa membawa Embun ke rumah kita bee?"
__ADS_1
Serena menggeleng "aku belum memikirkan caranya, tapi sepertinya aku ingin membicarakan hal ini dulu pada dokter Mey. Aku ingin dia mengetahui rencana kita saat ini, karena nantinya saat Embun melahirkan aku berharap dia yang membantunya"
"Baiklah. Lakukan apa yang menurutmu baik"