
Berbeda dengan Mike, Embun justru merasa kesal tiap kali mengingat bagaimana Mike memperlakukannya tadi.
Apalagi saat melihat wajah tampannya yang datar namun begitu menikmati penderitaannya, makin membuat Embun ingin mencekik lehernya saat itu juga
Meskipun suasana hatinya sedang buruk, tidak lantas membuat nafsu makan Embun menjadi berkurang. Justru membayangkan makanan yang ia makan berubah menjadi wajah pria itu, membuat selera makannya meningkat
Makanan yang tadi terlihat sangat lezat, sekarang sudah sangat mengenaskan karena Embun yang terus mengaduk bahkan sesekali menusuk-nusuk lauknya kemudian memasukannya ke mulut seakan sedang memperagakan cara membalas dendam yang benar
"Kenapa lagi Bun? makannya dari tadi kelihatan gak santai" tanya Imran sembari duduk di depan gadis itu
"Kesal kak," jawab Embun singkat masih dengan mulutnya yang penuh dengan makanan
"Sama siapa? kasian tau makanan di jadikan pelampiasan"
"Itu kak, cowok sok kecakepan yang tadi kesini"
Imran mengusap dagunya yang licin seakan ia memiliki janggut disana, berfikir tentang orang yang di maksud oleh Embun
"Tuan Mike?"
__ADS_1
"Iya yang itu, malas saya ingat namanya habisnya bikin jengkel" Embun meneguk air minumnya kemudian kembali menyendok makanan dalam jumlah besar ke dalam mulutnya
"Kalau dia sih, emang dari sananya udah cakep bun"
"Biar cakep juga, kalau sikapnya kayak begitu siapa yang mau kak?" Embun masih kukuh sama pendapatnya, karena menurutnya seseorang dengan wajah dan juga kelakuan yang baik selalu menjadi idaman para wanita seperti dirinya
"Banyak, banyak yang mau Bun buktinya cewek-cewek yang di depan sana tadi pada berbaris waktu liat dia masuk"
"Itu mereka kak, kalau saya gak begitu. Lagian mereka begitu karena belum lihat aslinya itu cowok kayak bagaimana"
"Iya Bun, iya kakak percaya kalau Embun gak kayak gitu. Cuma kakak mau ingetin, gak baik kesel banget gitu sama orang nanti bisa suka sama orang yang dikeselin kan bisa berabe"
Imran yang sesama lelaki tau, tidak mudah menolak pesona yang di miliki oleh Mike. Ia hanya khawatir Embun akhirnya akan seperti teman-teman kerja yang lain, mengagumi bahkan memuja pria itu
"Idih, amit-amit deh kak! jangan sampai suka sama cowok kayak begitu bisa-bisa mati muda lantaran di gangguin terus sama dia" pekik Embun sambil menggelengkan kepalanya
"Ya sudah kalau begitu, sukanya sama kakak aja gimana?" goda Imran sembari mengedipkan matanya
"Gak ah, sama kakak juga gak mau. Gak doyan" Embun tertawa mengejek, dengan segera ia merapikan bekas makannya saat melihat Imran yang hendak mendekatinya untuk memberikan pelajaran
__ADS_1
*
*
*
Mike merebahkan dirinya di kasur, seharian ia tidak bisa fokus bekerja padahal banyak meeting yang harus ia hadiri namun pikirannya seakan berada di tempat lain
Ia merasa seperti bukan menjadi dirinya sendiri karena selama ini dalam urusan pekerjaan ia tidak pernah mencampur adukkan dengan urusan pribadi
Tapi kehadiran gadis yang sedari tadi mengusik pikirannya, justru membuat kehidupannya menjadi tidak berjalan seperti biasanya
Lio yang selalu bersamanya pun, sempat menegurnya karena beberapa kesalahan yang dilakukannya tanpa sengaja
Baru kali ini Mike merasa seperti orang bodoh hanya karena seorang gadis yang baru ditemuinya
Ia pun memejamkan matanya berharap dengan tertidur bisa menghilangkan bayang-bayang tentang gadis itu dari kepalanya
Namun, ternyata tubuhnya sedang tidak sejalan dengan hatinya karena sesuatu di bawah sana tiba-tiba saja dalam posisi tegaknya padahal hanya sekelebat paha putih mulus gadis itu terlintas di benaknya
__ADS_1
Mike memaki dirinya, tidak bersentuhan dengan wanita dalam waktu yang lama bisa membuat hasratnya makin susah ia kendalikan
Segera ia bangkit untuk merendam tubuhnya serta meredakan sesuatu yang bergejolak di dalam dirinya