Jeratan Cinta Tuan Mafia

Jeratan Cinta Tuan Mafia
Eps 78 Kamar pengantin


__ADS_3

Embun tercengang dengan keadaan kamarnya yang terhias dengan sangat cantik. Ia tidak tau siapa yang memiliki ide untuk menghias kamar mereka menjadi seperti itu tapi sejujurnya ia sangat menyukainya


Berbeda dengan Mike yang terlihat biasa saja seakan ia telah mengetahui perubahan yang terjadi pada kamar mereka


"Kau menyukainya, sayang?" Mike memeluk Embun dengan sebelah tangannya yang tidak terluka


"Sangat…aku sangat menyukainya. Ini terlihat cantik"


"Mereka mempersiapkan sesuatu yang cantik untuk menghabiskan malam panjang kita" bisikan Mike membuat bulu kuduk Embun meremang


"Ti-tidak mungkin begitu. Mereka hanya ingin menyambut kepulangan kita saja" Embun memalingkan wajahnya menyembunyikan wajahnya yang merona


"Bukan kah kepulangan kita memang untuk menghabiskan malam yang panjang, sayang?"


"Malam panjang itu tidak akan terjadi selama tanganmu belum sembuh!" tegas Embun melepaskan pelukan Mike kemudian duduk di depan meja rias miliknya


Hampir saja ia terlena dengan rayuan suaminya padahal ia juga sama tidak sabarnya dengan Mike.


Untung saja akal sehatnya masih bekerja mengingat cedera yang di alami tangan Mike akan makin memburuk seandainya mereka tidak bisa menahan diri

__ADS_1


"Hhh… sampai kapan aku harus menahan diri untuk tidak menyentuh istriku sendiri"


Dengan wajah merana, Mike duduk di pinggir ranjang pengantin mereka. Meratapi nasib dirinya serta adiknya yang ternyata belum juga bisa merasakan yang selama ini selalu ia nantikan


Embun menarik nafas perlahan. Ia pun mendekati suaminya yang masih memasang wajah memelas. Ia juga tidak tega tapi semua demi kebaikan suaminya juga


Cup


"Seminggu lagi. Seperti kata dokter tadi, kemungkinan tanganmu sudah membaik dalam seminggu ke depan. Aku berharap hingga saat itu, kau masih bersabar dengan keadaan kita"


Mike menarik tengkuk istrinya. Menyatukan bibirnya pada benda ranum yang terlihat merekah di matanya. Dalam dan penuh dengan kelembutan


Embun tersenyum. Menarik tangan Mike dan menciumnya


"Kemarin kau sanggup tidak menyentuhku begitu lama, cuma seminggu pasti kau juga sanggup untuk melakukannya"


"Cuma tanganku yang sakit tapi kenapa kamu menyiksa yang di bawah sana juga, sayang?" Mike memasang wajah memohon sembari menunjuk sesuatu di bawah sana yang sudah menegang


Embun tertawa. Hanya sebuah ciuman tapi milik suaminya sudah dalam posisi siapnya. Ia bahkan meragukan sebutan play boy yang selama ini di sematkan orang-orang pada suaminya

__ADS_1


"Tidak perlu waktu seminggu, asal tanganmu sudah sembuh kapanpun dan dimana pun aku akan memberikannya untukmu" bisik Embun sensual


"Kalau begitu, aku akan mencari dokter terbaik yang bisa menyembuhkan tanganku besok. Tapi setelah itu kau harus menepati janjimu" Mike mendudukkan Embun di pangkuannya


"Tentu saja. Aku tidak akan ingkar janji, tapi bolehkah aku meminta sesuatu?"


"Apapun itu, akan aku kabulkan"


"Kalau tanganmu sudah sembuh, aku ingin berbulan madu. Ketempat yang indah yang hanya akan kita habiskan berdua"


"Aku akan membawamu ketempat yang kau inginkan. Asal kau tidak lupa kalau kau sudah berjanji akan melakukannya di manapun dan kapanpun itu"


Embun tersenyum canggung. Ia merasa sudah terperangkap dalam ucapannya sendiri saat melihat tatapan liar suaminya


"Aku tidak akan lupa, tapi tentu saja kalau hanya ada kita berdua disana"


"Aku tidak akan membiarkan siapapun melihat tubuh istriku. Tidak perlu khawatir, sayang. Cukup persiapkan dirimu untuk malam yang tidak terlupakan"


Embun melingkarkan tangannya di leher suaminya. Menyatukan kembali bibir mereka yang sudah terlalu banyak berbicara. Menikmati kebersamaan sekalipun untuk saat ini hanya itu yang bisa mereka lakukan

__ADS_1


__ADS_2