
Perawat wanita yang merupakan orang suruhan James tengah memantau situasi. Dimana biasanya setelah dokter melakukan pemeriksaan harian terhadap pasien, setelah itu pasien benar-benar akan beristirahat total tanpa ada seorang pun yang di perbolehkan untuk berkunjung
Perawat itu pun mempergunakan waktu tersebut untuk mempertemukan James dengan salah satu pasien yang di rawat disana.
Perawat itu tidak mengetahui ada urusan apa antara pria yang membayarnya dengan pasien itu, yang jelas ia hanya menjalankan tugas sesuai dengan uang yang sudah ia terima.
Setelah memastikan keadaan sudah aman, perawat itu pun mengamankan pengawal yang bertugas menjaga hari ini. Untuk menghindari ketidaknyamanan antar sesama pengguna rumah sakit tersebut, maka pihak rumah sakit pun hanya mengizinkan seorang pengawal saja untuk berjaga
Sehingga pekerjaan untuk membuat penjaga tertidur untuk sementara waktu pun dapat dengan mudah ia lakukan. Tentu saja melalui makanan yang sengaja ia berikan pada pengawal tersebut karena tidak mungkin mereka mencurigai dirinya yang notabene bekerja disana
Sementara James yang sudah bersiap sejak mendapat kabar hari itu, dengan leluasa memasuki kamar dimana Embun berada.
Ia bisa melihat wajah tenang wanitanya yang tengah tertidur. Wajah yang sedikit tirus namun terlihat bertambah cantik di matanya. Mungkin hormon kehamilan membuatnya terlihat berbeda dari sebelumnya dan ia sungguh mengagumi kecantikan itu
__ADS_1
Perlahan ia menyentuh perut yang sedikit membuncit itu, sungguh tangannya tidak bisa ia cegah untuk tidak menyentuh wanitanya saat mereka berada dalam jarak yang begitu dekat
Pemilik tubuh itu pun segera terbangun begitu merasakan seseorang mengelus lembut perutnya, namun ia begitu terkejut karena bukan suaminya yang ia lihat melainkan pria yang ia temui dua hari lalu di taman
Pria yang hingga saat ini masih menjadi misteri baginya. Ia bahkan tidak mengenalnya tapi kenapa pria itu mengetahui namanya dan sekarang muncul di hadapannya
"Anda siapa?" tanya Embun sambil menyingkirkan tangan itu dari atas perutnya
"Ternyata kau betul-betul melupakanku, padahal aku tidak sedetikpun melupakanmu." jawab James dengan wajah sendu
"Sekarang kau pun bahkan tega mengusirku. Apa kau tidak kasian melihat ku duduk tak berdaya di kursi roda ini?"
Embun bukannya tidak kasian, malah ia semakin penasaran dengan identitas pria yang menemuinya itu. Tapi ia juga bingung dengan reaksi yang tubuhnya berikan, seakan melarangnya untuk mengetahui kebenaran siapa pria itu
__ADS_1
"Apa kau percaya kalau aku adalah kekasihmu dulu?" pertanyaan yang membuat Embun mengernyitkan keningnya karena seingatnya ia sama sekali tidak pernah memiliki kekasih sampai akhirnya ia menikah dengan Mike
"Sebenarnya apa tujuan anda kesini?" Embun mengalihkan pembicaraan. Entah mengapa perasaannya tidak tenang, bahkan ia berharap siapapun di luar sana akan datang menolongnya
"Ternyata kau tidak suka berbasa-basi, padahal aku hanya ingin membuatmu pelan-pelan mengingatku."
"Cepat katakan tujuan anda datang kesini, sebelum saya memanggil keamanan untuk menyeret anda keluar dari ruangan ini!"
Embun bangkit seraya mendorong tiang infusan miliknya, untuk membuktikan ucapannya yang bukan hanya sekedar gertakan saja
"Sepertinya kau penasaran siapa diriku yang sebenarnya. Mungkin kalau aku menceritakan tentang bagaimana kematian kedua orang tua mu beserta adik yang sangat kau sayangi itu, apa kau akan langsung mengingatku?"
Langkah Embun terhenti. Ia berbalik dan menatap tak percaya pada perkataan yang baru saja di dengarnya
__ADS_1
"Apa maksud anda?"