
Kabar tentang gagalnya penangkapan Edwar telah sampai di telinga Mike, saat ini ia sedang duduk bersama pengacara serta pihak kepolisian yang menjelaskan situasi yang terjadi pada saat penangkapan itu dilakukan
"Jadi James ikut terlibat dalam kasus ini?" tanya Mike namun terkesan sepertinya berbicara dengan dirinya sendiri
Ia tentu saja tau tentang James serta dendam yang terjalin lama di antara mereka, tapi ia tidak sampai terpikir kalau ternyata Edwar meminta bantuan pada rivalnya itu
Apalagi saat melihat keadaan para polisi yang terluka akibat perseteruan mereka dengan kelompok James, Mike bisa memastikan kalau kepolisian sedang berkata yang sebenarnya padanya
"Salah seorang anak buah James berhasil membawa kabur tersangka yang mendapat luka tembak di kakinya melalui pintu belakang" ucap AKBP Heru yang merupakan pemimpin saat penangkapan itu terjadi
"Sedangkan James beserta anak buahnya yang lain menghalangi kami untuk bisa mengejar mobil yang membawa tersangka" tambahnya kemudian
Mike sudah bisa menggambarkan dengan jelas situasi yang terjadi saat itu. Ia tengah berfikir kemana sekiranya anak buah James membawa pria tua itu bersembunyi
Setelah mengingat tempat yang ia curigai selalu di gunakan oleh rivalnya itu selama menyekap tawanannya, akhirnya Mike mengatakan kepada petugas itu untuk terus mencari dan ia juga akan ikut membantu
Untuk menemukan Edwar di antara tempat yang ia curigai boleh di bilang persentasenya kecil, tapi untuk saat ini sekecil apapun kemungkinan setidaknya harus ia coba mengingat kelicikan serta kepintaran rivalnya itu
Mike akhirnya berpamitan setelah menerima telepon dari asisten papanya yang telah memberikan sebuah kabar tentang hasil dari sidang yang di lakukan disana
Raut wajahnya sempat berubah, namun segera ia kembalikan seperti semula karena tidak ingin semua yang melihatnya harus berspekulasi tentang dirinya
"Saya berharap mendengar kabar baik dari anda. Semoga anda dan petugas yang terluka segera di beri kesembuhan." setelah berjabat tangan, Mike melangkah meninggalkan ruangan pertemuan tersebut
*
__ADS_1
*
*
Mike memerintahkan Lio untuk membawa mereka menuju markas, ia tidak berniat lagi kembali ke kantor karena urusan Edwar merupakan hal yang harus ia prioritas untuk saat ini
Asistennya itu hanya mengangguk, meskipun tuannya belum menceritakan apa-apa tapi dari raut wajah yang sekilas ia lihat dari tuannya itu bisa ia pastikan kalau kabar yang di dapat bukanlah kabar baik
Tebakan Lio memang benar, Mike tadi mendapat kabar tentang kekalahan mereka saat persidangan. Meskipun Paman Abbas mengatakan ia tidak perlu khawatir karena pihak mereka akan melakukan banding terhadap hasil persidangan, namun berita itu sudah ikut memperburuk suasana hatinya saat ini
Tapi satu hal yang baru Mike sadari, entah papanya sudah mengetahui tentang kerja sama Paman Ed dengan James atau karena firasat yang di miliki papanya itu sehingga mengatakan kepadanya untuk tetap fokus pada permasalahannya sendiri dan tidak ikut campur dalam kasus yang sedang di hadapi oleh papanya itu
Perjalanan satu jam setengah itu terasa singkat bagi Mike yang sepanjang jalan terhanyut dengan pikirannya.
Ia pun berjalan memasuki markas yang terlihat sedikit sunyi dari terakhir kali ia berkunjung kesana. Saat kedatangannya yang tiba-tiba itu, seluruh anggota kelompok yang sedang berada disana segera menunduk hormat kemudian berjalan beriringan di belakang bosnya itu
"Masih dalam misi bos, kemungkinan malam nanti baru kembali kesini" jawab Robi yang merupakan orang kepercayaannya untuk memegang kendali dalam kelompok mereka ketika Mike tidak berada disana
"Saya ingin meminta bantuan kepada kalian untuk mencari tau keberadaan pria yang berada di foto ini," Mike menyodorkan sebuah foto pada anak buahnya dan menunggu hingga mereka semua selesai melihat wajah di foto tersebut
"Itu gampang bos! apa bos mau kita mencarinya sekarang juga?"
"Jangan gegabah, kalian harus memiliki rencana untuk bisa menemukan pria itu karena saat ini dia sedang di sembunyikan oleh pemimpin Triad" Mike menunjuk foto Edwar dengan telunjuknya dan menekan tiap perkataannya agar anak buahnya itu mengerti dengan maksud ucapannya
Anggota kelompoknya itu saling pandang, tugas yang di berikan kali ini cukup berat karena melibatkan rival abadi mereka selama ini.
__ADS_1
"Biar saya diskusikan dulu dengan anggota yang lain bos, sekiranya seperti yang bos bilang kita tidak boleh gegabah karena yang kita hadapi saat ini adalah mereka"
Mike mengangguk setuju, ia tidak mau kalau anggota kelompoknya harus mati sia-sia hanya karena rencana yang tidak matang saat melakukan permintaannya
Ia juga masih harus mengurus pekerjaan yang sudah terbengkalai seharian ini. Sehingga ia juga tidak bisa berada cukup lama disana
Ketika hendak pergi, lima orang anggotanya terlihat menyeret seorang pria yang terlihat tidak berdaya setelah melalui pertarungan tidak berimbang antara dirinya dan anggota kelompoknya itu
"Kami menemukan dia sedang memata-matai bos sedari tadi" salah seorang yang memegang tubuh pria itu langsung mendorong mata-mata itu hingga jatuh menelungkup di dekat kaki Mike
Mike berjongkok dan menatap wajah pria itu untuk mengenali sosok yang katanya sedang mengamatinya itu
"Apa James yang mengirim mu kesini untuk mengawasi ku?" tanya Mike sembari mencengkram wajah pria itu
Namun pria itu tetap diam seakan tidak berniat untuk menjawab, malah tanpa rasa takut ikut menatap kearah Mike
Bug!
Sebuah pukulan mendarat di pipi pria, darah segar nampak keluar di sudut bibir pria itu hingga membuatnya meringis
"Tahan pria itu, jangan sampai lolos dan buat dia mau membuka mulutnya itu"
Kelima anggotanya serentak mengangguk kemudian membawa pria itu menuju keruang tahanan untuk selanjutnya di beri hukuman
Mike pernah melihat pria yang dipukulnya tadi itu mengikutinya sewaktu ia sedang dalam perjalanan dari rumah ke kantor, makanya ia langsung mengenali wajah pria itu yang ia yakini merupakan salah satu anak buah dari James
__ADS_1
Ia sengaja menyuruh untuk menahan pria itu karena ia merasa sewaktu-waktu pria itu bisa bermanfaat bagi mereka. Tapi sekalipun pria itu tetap tidak mau membuka mulutnya, mereka tinggal menarik pelatuk senjatanya hingga raga dan nyawa pria itu berpisah dari dirinya