
Mike begitu terkejut saat mendengar kabar yang di sampaikan oleh Nabila tentang Embun yang tengah sakit. Seandainya papanya tidak mencegahnya, mungkin saat ini ia sudah berada di rumahnya untuk melihat keadaan calon istrinya itu
"Papa yang akan kesana melihat keadaan calon istrimu. Tidak perlu risau, Embun mungkin hanya kelelahan karena mempersiapkan pernikahan kalian" Max menepuk pundak putranya menenangkan
"Aku khawatir, keadaan Embun jadi seperti itu karena ulah breng sek itu lagi!" geram Mike mengepalkan tangannya. Meski Nabila hanya mengatakan tentang sakit yang di alami Embun tapi ia bisa mengetahui adanya kebohongan dari perkataannya itu sehingga ia mengaitkan sakitnya Embun dengan perbuatan James
"Tenangkan dirimu. Dua hari lagi tidak akan ada yang melarang mu untuk bertemu dengan Embun, tapi untuk saat ini sebaiknya kau tetap berada di rumah karena tidak baik calon pengantin berkeliaran diluar saat pernikahannya sudah di depan mata"
Mike menghembuskan nafasnya kasar. Dua hari itu pasti akan dilaluinya dengan berat, tapi ia juga tidak bisa menentang apa yang di katakan papanya itu
Malah Mike juga membenarkan perkataan papanya, perihal larangan bepergian bagi pasangan yang akan menikah saat mendekati hari pernikahannya. Bagaimana pun juga, mereka masih tinggal di negeri yang masih mempercayai tahayul semacam itu
"Tolong pastikan keselamatan Embun pa" mohon Mike sambil menatap penuh harap pada papanya
"Tentu saja, tanpa kau minta pasti papa akan melindungi calon menantu papa. Kalau begitu papa berangkat sekarang" Mike mengangguk. Matanya bahkan tidak lepas melihat papanya hingga menghilang dari pandangannya
__ADS_1
***
Nabila sedang berbicara kepada Max tentang kondisi Embun saat ini, ketika ia mendengar suara teriakan dari dalam kamar yang di tempati Embun
Ia refleks bergerak masuk meninggalkan Max tanpa berpamitan terlebih dahulu. Disana ia melihat Embun tengah berteriak ketakutan namun dengan mata yang masih terpejam
Adiknya itu kembali dihantui mimpi buruk yang ia yakini kini semakin parah melihat kondisi Embun yang sangat memperihatinkan.
"Ini kakak Bun. Kamu aman disini!" Nabila memeluk Embun dalam tatapan mata Max yang iba melihat keadaan calon menantunya itu
Embun membuka matanya. Ia balik memeluk Nabila dengan tangisnya yang pecah serta tubuh yang bergetar ketakutan
Nabila akhirnya mengerti apa yang membuat kondisi Embun kembali seperti beberapa bulan yang lalu.
"Tenang sayang. Dia tidak akan berani datang kesini. Lihat lah rumah ini di jaga oleh banyak pengawal, jadi dia tidak akan berani mengganggumu lagi"
__ADS_1
"Bawa aku pulang kak! aku mau bertemu dengan papa dan ibu, aku tidak mau disini!"
Nabila mengeratkan pelukannya. Ia memandang pimpinan besarnya yang ternyata ikut masuk kedalam kamar itu tanpa sepengetahuannya. Ia meminta bantuan tentang apa yang akan ia lakukan terhadap Embun karena ia sangat bingung saat ini
"Papa akan pastikan, tidak akan ada yang akan menyakitimu selama papa masih ada disini" Max berjalan mendekat ke arah tempat tidur Embun namun tetap menjaga jaraknya
Embun seketika menghambur ke dalam pelukan papa mertuanya itu. Kecanggungan yang biasanya terjadi pada mereka berdua, hilang begitu saja.
"Tolong aku pa! bawa aku pergi dari sini. Pria jahat itu akan datang membawaku pergi. Aku tidak mau bertemu dengan dia lagi pa. Aku takut pa!"
Max mengusap punggung Embun. Sedikit banyaknya ia sudah mendengar apa yang menimpa Embun dari putranya, dan ia tidak menyangka yang terjadi justru di luar dugaannya
"Dua hari lagi, papa akan membawamu pergi dari sini. Tapi kamu harus berjanji untuk segera pulih, karena papa tidak akan mengabulkan permintaanmu kalau kondisimu masih seperti ini"
Embun mengangguk setuju. Apapun akan ia lakukan asalkan bisa segera pergi dari rumah itu, karena menurutnya selama ia tidak berada di rumah itu maka keselamatannya akan terjamin
__ADS_1
"Sekarang beristirahat lah. Papa akan menyuruh pengawal papa untuk menjagamu disini."
Embun sudah sedikit lebih tenang setelah mendengar perkataan calon mertuanya. Ia lalu merebahkan tubuhnya yang terasa lelah di temani dengan Nabila yang kini tengah mempersiapkan makanan serta obat yang akan diminum olehnya