Jeratan Cinta Tuan Mafia

Jeratan Cinta Tuan Mafia
Eps 66 Berkunjung


__ADS_3

Sudah beberapa hari terlewati, kini Mike kembali pada rutinitasnya. Bekerja dan membuat perusahaan papanya semakin sukses.


Semangatnya jauh lebih besar mengalahkan ketika ia baru pertama kali menempati posisi yang semula tidak diinginkannya


Ia juga berencana untuk memperkenalkan Embun pada Rey dan istrinya sekaligus mengatakan niatnya pada sahabat satu satunya itu


Setelahnya ia ingin mengajak Embun untuk makan malam bersama papanya sekaligus memperkenalkan Embun secara resmi pada keluarganya


Ia sangat antusias sekaligus deg degan secara bersamaan karena berharap respon yang di berikan oleh orang terdekatnya sesuai dengan ekspektasinya


"Saya sudah membentuk tim khusus untuk berjaga saat pernikahan tuan nanti" lapor Lio saat menemui Mike di ruangannya untuk mengantarkan berkas yang harus di tanda tangani oleh tuannya itu


Mike tersenyum mengangguk, menjadikan Lio sebagai asistennya merupakan pilihan yang tepat karena Lio sama cekatannya dengan ayahnya


"Embun ingin mengurus sendiri pernikahan ini sesuai keinginannya, jadi kau bisa memberikan laporan padanya tentang seberapa jauh persiapan yang sudah kau lakukan"


"Baik tuan,"


"Oh ya, tolong tunda rapat untuk hari ini. Saya ada keperluan mendadak, kemungkinan saya juga akan pulang cepat hari ini"


Lio membuka agenda tuannya, mengecek siapa-siapa saja yang memiliki jadwal untuk bertemu dengan tuannya dan meminta untuk memundurkan waktu pertemuan pada hari berikutnya


"Tuan hanya memiliki dua jadwal rapat untuk hari ini, tapi saya akan mencoba untuk mengatur ulang pertemuannya pada hari berikutnya"


Sekali lagi Mike mengangguk puas, kini ia tinggal menyelesaikan sedikit pekerjaan yang masih tersisa sebelum sore nanti ia akan pulang ke rumah menjemput Embun dan bersama-sama berkunjung ke kediaman Rey yang sudah lama tidak didatanginya


*


*


Embun telah selesai berdandan, ia hanya tinggal menunggu Mike datang menjemputnya.


Sudah berkali-kali ia mematut dirinya di depan cermin, memastikan penampilannya terlihat sempurna dan tidak berlebihan. Baru kali ini Mike hendak mengenalkan dirinya pada orang-orang terdekatnya, dan ia ingin meninggalkan kesan yang baik di awal pertemuan ini

__ADS_1


"Kita berangkat sekarang?" tanya Mike sembari mengecup puncak kepala Embun yang saat ini terlihat sangat cantik di matanya


"Kau tidak berganti pakaian? aku bisa menunggu kalau kau mau membersihkan diri terlebih dulu" meski penampilan Mike tetap mempesona seperti pagi tadi ketika berangkat kerja, tapi Embun merasa pria itu tetap harus mengganti pakaian yang sudah seharian digunakannya


"Kau mau membantuku membersihkan diri, sayang?" Mike mengesampingkan anak rambut yang menutupi wajah Embun


"A-aku akan menyiapkan pakaianmu" Embun memalingkan wajahnya, sentuhan tangan Mike mampu membuat wajahnya merona malu


Mike tersenyum, wajah malu Embun selalu membuatnya ingin segera membawa gadisnya itu berada di bawah tubuhnya. Namun hingga saat ini ia masih harus menahannya dan tentu itu sangat menyiksanya


Ia lalu menarik tangan Embun untuk mengikutinya ke dalam kamar.


Disana, Embun langsung menuju ke lemari pakaian tempat seluruh baju milik Mike berada. Memilih pakaian yang sekiranya cocok di pasangkan dengan pakaian yang dikenakannya


Tapi, ia tidak tau kalau Mike tidak langsung masuk ke dalam kamar mandi melainkan sedang melepaskan satu persatu pakaiannya hingga menyisakan sebuah dalaman yang membungkus kejantanannya


Embun yang telah menemukan pakaian yang akan di kenakan Mike, membawa pakaian itu untuk di letakkan di atas kasur supaya Mike bisa langsung memakainya


Tetapi pakaian itu terlepas dari tangannya saat dirinya refleks menutup matanya dengan kedua tangan mana kala melihat tubuh sempurna Mike yang terpampang didepannya


"Kau harus sering-sering melihat tubuhku, sayang. Bukankah setelah menikah, kau akan melihat sesuatu yang masih tertutupi ini?" goda Mike sambil berjalan mendekat ke arah Embun


"Jangan mendekat! aku tidak mau ikut ke rumah Rey kalau kau masih tidak mau memakai jubah mandi itu"


Mike tertawa kencang, ia sudah bisa memastikan Semerah apa wajah Embun saat ini. Ia pun segera masuk ke kamar mandi sebelum nantinya Embun benar-benar membatalkan rencana kepergian mereka


*


*


Sepanjang perjalanan, Embun menekuk mulutnya. Ia begitu kesal karena mereka akhirnya datang terlambat akibat ulah Mike yang terus menerus menggodanya


Saking kesalnya, ia sengaja mengabaikan tiap perkataan maupun permintaan maaf Mike. Seandainya tidak mengingat kalau Rey pasti lah orang yang sibuk sama seperti calon suaminya tentu saja ia pasti sudah membatalkan kedatangan mereka kesana

__ADS_1


Namun, begitu memasuki pelataran rumah mewah milik Rey ia segera mengecek kembali penampilannya dan beberapa kali menarik dan menghembuskan nafas perlahan untuk mengurangi kegugupannya


Di depan pintu, mereka di sambut dengan sepasang suami istri dengan seorang anak lelaki mereka yang terlihat berusia dua tahun.


Mike menggandeng tangan Embun yang terlihat tegang dan mendekati Rey yang sore itu juga ikut menyambutnya. Perkenalan singkat namun mampu membuat ketegangan di wajah Embun sedikit demi sedikit menghilang


Keakraban itu terlihat jelas ketika Serena yang merupakan istri Rey mengajak Embun untuk berkeliling ke taman miliknya saat mengetahui hobi keduanya yang serupa


Melihat hal itu, Mike akhirnya bisa bernafas lega karena ternyata Embun bisa beradaptasi dengan cepat di lingkungan yang baru dikenalnya


"Aku sudah mendengar tentang kabar duka kedua orang tua Embun. Apa kematian mereka di sebabkan oleh bajing an itu?" tanya Rey ketika mereka tinggal berdua di ruang tamu


Mike mengangguk sambil sesekali meminum minumannya. Ia memang belum sempat menceritakan apa-apa pada Rey, tapi ia juga tau kalau seorang Rey tidak akan mungkin tidak mengetahui tentang kabar ini


"Harusnya hari itu, kita tidak membiarkan bajing an itu lolos dan membuat keonaran lagi"


"Tidak perlu merasa bersalah, semua sudah terjadi. Mungkin sudah takdir dari Tuhan kalau mereka akan meninggal di tangan bajing an itu"


Keduanya terdiam. Masing-masing masih memegangi gelasnya namun dengan pikiran yang menerawang entah kemana


"Dua Minggu lagi acara pernikahanku. Aku harap kau mau meluangkan waktu untuk hadir disana" Mike menyodorkan undangan pernikahannya secara khusus kepada sahabatnya itu


Rey menerima undangan itu dengan senyum di wajahnya. Akhirnya tiba juga hari dimana Mike mengabarinya tentang kabar bahagia ini terlebih wanita yang di pilihnya sesuai dengan wanita idaman sahabatnya itu


"Syukurlah ada wanita yang akhirnya bisa menjinakkan mu" Mike mendelik, perkataan Rey seakan menyamakan dirinya dengan hewan buas di hutan


"Anggap saja kau buaya dan Embun itu pawangnya. Jadi setelah bertemu dengan Embun akhirnya kau bisa jinak dan tidak lagi mencari betina untuk kau mangsa" terang Rey sembari terkekeh


Mike yang tidak terima langsung melayangkan tinjunya ke arah perut Rey yang langsung dapat dihindari oleh sahabatnya itu. Keduanya tertawa lepas, tawa yang sudah lama tidak mereka lakukan karena terhalang kesibukan masing-masing


Tawa keduanya baru berhenti saat melihat kedua wanita mereka mendekat dengan tatapan curiga, namun dengan senyum yang juga sama-sama menghias wajah cantik mereka


Mereka tidak berada lama disana karena masih ada makan malam keluarga yang harus mereka datangi, setelah menjanjikan bahwa suatu saat mereka akan berkunjung lagi keduanya pun berpamitan.

__ADS_1


Dan Rey pun menjanjikan bahwa mereka sekeluarga akan menjadi saksi kebahagiaan Mike dan Embun di hari bahagianya nanti


(SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA BAGI YANG MERAYAKAN)


__ADS_2