
Mike tidak bisa menahan tawanya saat membayangkan wajah terkejut Embun saat melihat tubuhnya yang sudah seperti macan tutul karena tanda yang di buatnya
Ia sendiri saja tidak menyangka kalau karya seni yang semalam di buatnya ternyata bisa sebanyak itu, padahal seingatnya ia hanya membuatnya di beberapa tempat saja
Untung saja Embun tidak curiga padanya, kalau tidak bisa-bisa Embun akan merajuk hingga malam pertama yang diharapkannya akan berubah menjadi malam yang kelabu
Lio yang menyaksikan keanehan Mike hanya bisa menggelengkan kepalanya. Ia sudah terbiasa dengan semua ketidakwajaran yang dilakukan oleh tuannya itu
Apalagi tidak lama lagi tuannya itu akan menikah, sehingga ia tidak terlalu mempermasalahkan keganjilan sikap calon pengantin itu
"Tuan akan menjadi perhatian para karyawan kalau selalu tersenyum seperti itu" tegur Lio berjalan mendahului Mike untuk menekan tombol lift
"Kau terdengar seperti sedang cemburu Lio!" Mike bergidik memandang Lio yang memasang wajah datar padanya
"Jangan lupa kalau anda adalah pimpinan di kantor ini tuan"
Mike terkekeh. Sikap Lio sudah seperti seorang gadis yang sedang cemburu pada kekasihnya, namun dengan wajah yang sengaja tidak menunjukkannya
"Ckckck…Pantas saja kau belum menikah, wajahmu ini selalu dalam mode tegang" decak Mike sembari memutari Lio yang bahkan tidak terusik dengan tingkahnya
"Anda juga belum menikah, tuan"
__ADS_1
"Jangan lupa, beberapa hari lagi aku akan menikah. Tapi jangan bersedih nanti aku akan mengajarimu cara meluluhkan hati wanita kalau aku sudah selesai berbulan madu dengan Embun"
Lio melirik sekilas pada Mike. Meskipun ia selalu berwajah datar seperti yang di katakan Mike, tetapi bila berhadapan dengan kekasihnya ia akan berubah seratus delapan puluh derajat berbeda dari dirinya yang biasa
Setidaknya itu yang selalu di katakan oleh kekasihnya itu padanya
"Tidak perlu tuan. Kekasihku tidak butuh kata-kata rayuan seperti yang selalu tuan katakan pada setiap perempuan, karena yang dibutuhkannya hanya cinta yang tulus dari hatiku untuknya"
Lio melangkah meninggalkan Mike yang masih tercengang di dalam lift saat mendengar perkataannya
Mike kembali tertawa, ia makin penasaran tentang wanita seperti apa yang menjadi kekasih asistennya itu.
*
*
"Breng sek!" James mencampakkan undangan yang sudah di remasnya ke lantai. Ia tidak mengira, menghilangkan nyawa orang tua Embun justru menjadi keuntungan bagi Mike
Bukannya Embun yang semakin menjauh dari Mike karena merasa nyawanya selalu terancam sejak kebersamaannya dengan pria itu, tetapi yang terjadi malah sebaliknya Embun menyetujui untuk menikah dengan Mike dan yang membuatnya makin marah adalah waktu pernikahan mereka yang di percepat
"Apa anda akan diam saja, bos?" tanya Erik ragu
__ADS_1
plak!
"Sejak kapan kau melihatku kalah dalam pertarungan, bodoh!"
Erik meminta maaf sembari menyeka sudut bibirnya yang pecah akibat tamparan keras James di wajahnya
"Selama aku masih hidup, aku tidak akan membiarkan mereka bahagia" James memukul kaca di depannya hingga hancur berkeping-keping
Erik menundukkan kepalanya. Ia hanya berani menatap darah yang menetes dari tangan James tanpa berani mendekati ataupun menawarkan bantuan untuk mengobatinya
Saat ini bila bergerak sedikit saja, kemungkinannya ia akan luka luka atau kehilangan nyawa karena James akan melampiaskan kekesalannya padanya
Untuk itu, diam dan tidak melakukan apa-apa adalah pilihan terbaik bila ia ingin keluar dari tempat itu dalam keadaan selamat
"Kirimkan karangan bunga pada Embun. Pastikan kalau Embun sendiri yang menerima karangan bunga itu"
"Ba-baik bos" Erik memutar otaknya, mencari cara supaya keinginan bosnya bisa ia lakukan meskipun harus bertaruh nyawa karena untuk bisa menembus keamanan di rumah itu tidak semudah yang di bayangkan
Sepeninggalan Erik, James tertawa sumbang. Ia tidak pernah mengenal kata kalah dalam hidupnya terlebih untuk urusan percintaan.
Oleh karena itu, ia akan melakukan segala cara untuk membuat keduanya hidup dalam kesengsaraan dan keterpurukan seperti yang saat ini ia rasakan
__ADS_1
Sekalipun harus kehilangan nyawanya tetapi ia bertekad akan membawa keduanya bersamanya