
Ruangan serba putih lah yang menyambut, saat Embun membuka matanya. Mungkin saking seringnya ia bolak balik ke tempat itu sehingga ketika ia tiba-tiba tidak sadarkan diri orang-orang di sekitarnya pasti langsung membawanya kesana
Di ruangan itu juga sudah ada Mike yang sepertinya langsung datang begitu mendengar kabar tentangnya
Ia sendiri tidak mengerti kenapa sampai kesadarannya bisa menghilang padahal ia yakin kalau tadi dirinya baik-baik saja, sebelum seorang pria yang duduk di kursi roda memanggil namanya
Embun berusaha mengingat kembali wajah pria itu, namun yang di dapatinya justru kepalanya yang kembali terasa sakit seperti ada sebongkah batu besar yang menindihnya
Padahal ia tidak mengenal pria itu tetapi tubuhnya seakan sudah sangat mengenalnya, bahkan matanya tidak pernah lepas dari memandang wajah pria itu saat tadi mereka berada disana
Namun anehnya, hanya sesaat bertemu mata dengan pria itu tapi tubuhnya seketika lemas tidak bertenaga dan sakit kepala yang dirasakannya itu menelan tubuhnya dengan segera
Ada sedikit rasa penasaran terhadap pria itu, tetapi setiap kali ia coba untuk kembali mengingat wajahnya selalu saja sakit kepalanya kembali menyerang sehingga ia mengurungkan niat untuk terus mengikuti rasa penasarannya itu
"Apa yang sakit, sayang?" tanya Mike khawatir saat melihat istrinya meringis sembari memegangi kepalanya
"Kepala ku! rasanya sakit sekali"
"Aku panggil dokter dulu, kamu tahan sebentar" saat Mike hendak keluar memanggil dokter, Nabila yang juga berada disana lebih dulu keluar mendahului pimpinannya sehingga Mike kembali menemani Embun yang masih saja meringis kesakitan
Tak berapa lama dokter datang dan langsung memeriksa kondisi Embun. Setelah dokter memberikan suntikan obat melalui infusan yang terpasang di tangannya, wanita itu pun tertidur
__ADS_1
"Sebenarnya, apa yang terjadi dengan istri saya dokter?"
"Saya masih menunggu hasil pemeriksaan darah pasien dulu untuk memastikan penyebab sakit kepala yang di alaminya. Tapi menurut pemeriksaan saya, semua tidak ada masalah termasuk dengan calon anak anda. Mungkin pasien sempat mengalami syok karena sesuatu, sekiranya itu masih menurut analisa saya tapi pastinya nanti saya beritahukan lagi setelah hasil pemeriksaan darahnya sudah keluar"
"Baik kalau begitu dok"
"Kami masih akan memantau kondisi pasien, untuk sekarang tolong pastikan pasien beristirahat dengan baik"
"Iya dok"
"Kalau begitu saya permisi dulu"
"Terima kasih dok"
Ia pun juga sudah mendengar cerita dari para pengawalnya tentang apa yang terjadi pada istrinya tapi memang ia masih belum mendengar cerita lengkapnya dari Nabila yang hingga saat ini terus berada di sisi istrinya
Ia terlalu terkejut sehingga meninggalkan rapat yang sedang berlangsung begitu saja dan begitu tiba di rumah sakit melihat Embun yang masih belum sadarkan diri membuat otaknya tidak bisa berpikir dengan jernih
Namun setidaknya penjelasan dokter tadi sedikit membuat perasaannya membaik. Mungkin nanti saat istrinya sudah bangun dan merasa lebih baik, baru lah ia akan mempertanyakan hal yang terjadi selama mereka di taman
"Maaf pimpinan, saya tidak bisa menjaga Embun dengan baik" Nabila terbata, ia merasa sangat bersalah tapi ia juga begitu takut untuk meminta maaf karena melihat wajah Mike yang tidak bersahabat
__ADS_1
"Tidak apa, ini bukan kesalahanmu. Aku justru berterima kasih, kau mau menemaninya kesana. Sebenarnya apa yang terjadi disana? bukannya Embun baik-baik saja saat kalian berangkat?"
Nabila menceritakan semua hal yang terjadi saat mereka tiba hingga Embun yang tiba-tiba pingsan tanpa ada yang terlewat sedikitpun
"Tidak ada yang aneh selama disana, tapi saya hanya menebak mungkin Embun memiliki kenangan terhadap tempat tersebut sehingga kenangan itu mengusik ingatannya yang menghilang"
Mike kembali mengingat perkataan dokter yang merawat mereka saat kecelakaan mobil saat itu, kalau ingatan Embun akan kembali saat ada hal yang memicu ingatannya itu muncul kembali
Sedangkan ia tidak pernah tau kenangan apa yang Embun dapatkan di tempat itu, karena bisa saja kenangan itu terjadi saat dirinya masih belum mengenal istrinya
Akan tetapi, bukan kembalinya kenangan itu yang membuat Mike takut melainkan ingatan-ingatan buruk yang mungkin sengaja otak Embun lupakan justru ikut muncul kembali dan membuat istrinya itu seperti orang yang kehilangan dirinya seperti beberapa bulan yang lalu
"Anda tidak apa-apa, pimpinan?" Nabila terpaksa menepuk pundak Mike karena pria itu terdiam setelah mendengar ucapannya
"Tidak apa-apa. Mungkin kau benar, taman itu memiliki kenangan tersendiri terhadap Embun tapi itu bukan pertanda baik karena bisa saja kenangan itu memicu ingatan buruknya kembali"
Perkataan Mike membuat Nabila terperanjat, ia memang melupakan perihal ingatan buruk Embun yang akan sangat tidak baik kalau sampai ingatan itu kembali karena bisa membuat kesehatan mentalnya kembali terganggu
Terlebih saat ini, adiknya itu sedang mengandung. Jadi tentu saja selain mengancam kehidupan adiknya, hal itu juga akan berdampak buruk pada calon anak di perut adiknya itu
"Apa yang harus kita lakukan, pimpinan? kita tidak bisa membiarkan Embun tersiksa lagi kalau sampai ingatan buruk itu kembali"
__ADS_1
"Kita hanya perlu menjaga Embun lebih baik dari sebelumnya sambil terus berdoa semoga ketakutan kita tidak jadi kenyataan"
"Anda benar, semoga Tuhan berbaik hati pada kita lagi kali ini"